Senin, 08 September 2014

Sawah Berbuah Rumah >> Erie Sudewo


1. #SawahBerbuahRumah ini kalimat bersayap. Arti harfiahnya, petani yang baik bisa olah sawah hingga hasilnya bisa beli rumah

2. Sayap tamsilnya, akibat salah strategi, sawah-sawah terus berubah fungsi. Bangunan beton, ruko, dan rumah kini kokoh di atas sawah-sawah

3. Inilah pemiskinan sistematis, terencana, massal dan telah berjalan puluhan tahun. Banyak yg tahu dan lebih banyak lagi yg tak mau tahu

4. Jika peralihan fungsi sawah tak dicegah, kelak isinya cuma rumah. Akhirnya Pulau Jawa mengawali julukan “kampung terbesar di dunia”

5. Begitulah kemiskinan struktural ternyata juga bukan hanya karena kebijakan negara dan swasta. Tanpa sadar ulah kita juga jadi penyebab

6. Amati cita-cita kita yg ingin kaya raya. Ingin kaya masih positif. Ingin kaya raya, nah ini masalah. Akhirnya halalkan segala cara

7. Salah satu pilihan tepat, jadilah developer. Karena ingin kaya raya, drama penggusuran, peralihan fungsi lahan dan pemiskinan pun dimulai

8. Awalnya ikut pelatihan. Entah apa yang diajari, berbondong orang ikut pelatihan jadi developer. Tak ada kursi kosong, berdiri pun tak apa

9. Tema pelatihan buat kening berkerut: “Ingin jadi kaya raya dengan modal dengkul?” Karena meledak, pelatihan pun digelar di kota manapun

10. Gayung memang bersambut. Sebagian pemuda di kota yang punya motto “seenak udele dewe” (semaunya sendiri), dapat momentum

11. Tahu motto anak muda era 90-an ini? “Waktu muda kaya raya, waktu tua foya-foya, waktu mati masuk Syurga”. Alamaaak, macam mana niii!

12. Jika bisa cepat kaya raya, mengapa tak manfaatkan peluang. Maka kita terkaget. Koleksi kartu nama kita, tak sedikit berlabel properti

13. Usai pelatihan, dimulai episode sekian babak. Yang tadinya cuek, sekarang sebagai developer mata tak bisa lagi lihat lahan kosong

14. Pelatihan memang sukses. Para developer muda sudah terasah. Tak tahan melihat tanah-tanah kosong | #SawahBerbuahRumah #CharacterBuilding

15. Maka lahan produktif, seperti sawah dan kebun pun dirumahkan. Bukit diratakan, jurang diurug, DAS dikavlingkan. Pokoknya semua, rumahkan

16. Lapangan bola, tennis, basket, volley dan bulu tangkis, tak luput diburu. Andai pemilik lapangan golf itu rakyat, pasti dirumahkan pulak

17. Ketika rencana bandara Adi Sucipto Jogjakarta dipindah, tanah strategis sepanjang jalan ke bandara baru telah dimiliki pengembang besoar

18. Sawah yang dulu memisahkan Solo ke Karang Anyar, kini sepanjang mata memandang, telah dipenuhi rumah. Kota-kota lain apakah berbeda?

19. Tol Padalarang – Cileunyi Bandung, membelah sawah. Kira-kira 15 tahun lagi apakah masih tersisa sawah-sawah itu? #SawahBerbuahRumah

20. Peralihan fungsi lahan dari sawah irigasi kelas satu jadi perumahan begitu mengerikan. Tak terkendali, massif | #SawahBerbuahRumah

21. Rumah berdiri, ternyata banyak juga yang rumah bodong. Sudah sawah rusak, bisnis rumah pun ada yang abal-abal. Dosa di atas dosa

22. Sebab begitu harga rumah miring, kita langsung bayar persekot. Padahal yang tawarkan PT Daprola. Apa itu Daprola? “Dapat Proyek Lari”

23. Banyak yang juga dikadali PT Tisani. Apa itu? “Tipu Sana Sini”. PT ini adik kandung PT Daprola

24. Tahu bapak holdingnya PT Daprola dan PT Tisani? Namanya PT Amlabu. Apa pula itu? “Ambil Langkah Seribu” | #SawahBerbuahRumah

25. Lha berarti ibunya punya PT juga dong? Tak salah. Namanya PT Dimseba. Apa itu? “Diam Seribu Bahasa” | #SawahBerbuahRumah

26. Hadeuuuh deuuuh. Lalu bgmana yg terlanjur jadi developer gombal begitu? Ke-1 musti taubat dulu. Diterima tidaknya, itu prerogatif Allah

27. Lalu ubah niat. Jangan lagi ingin kaya raya. Saat niat cari nafkah rasakan bedanya. Hati tak lagi seganas seperti saat ingin kaya raya

28. Pastikan rumah tak lagi dibangun di atas tanah produktif. Jadilah developer yang sungguh-sungguh mafhum arti dan makna PENGEMBANG

29. Pengembang itu mengubah tanah kritis/tak produktif jadi perumahan. Sulap jadi indah dengan taman asri nan menawan | #SawahBerbuahRumah

30. Jika pengembang cuma urug tanah sawah dan bangun perumahan, apa tak malu sebut diri SANG PENGEMBANG? #SawahBerbuahRumah

31. Model rumah juga jangan model kodi-an. Di kota, desa, pantai, sawah, pasar, ruko & real estate, semua latah ikut-ikutan gaya minimalis

32. Jika semua bergaya minimalis, ini pelecehan/penghinaan pada almamater arsitektur dan sipil seluruh kampus di Indonesia

33. Jika cuma gaya minimalis, ini mengobok-obok kreativitas para arsitektur. Malu ah, orang kreatif malah terpasung model kacangan begitu

34. Ingat. Rumah dihuni untuk jangka 30 tahun. Buat gaya yang bisa bertahan selama itu. Gaya minimalis seperti model baju, cepat berubah

35. Rumah pun jangan asal bangun. Masak sih ada rumah di real estate, belum 3 thn genting runtuh karena kaso dan plafon ketengan/murahan

36. Ada teman beli rumah di Perumnas Depok. Saat buka jendela, kedua daun jendela itu jatuh ke tanah bersamaan. Shock tapi apa mau dikata

37. Orang beli rumah tipe 21 sudah pasti cekak. Jangan lagi persulit karena harus rogoh kocek untuk perbaiki yang mestinya tak perlu terjadi

38.  Ini beberapa berita mengerikan soal #SawahBerbuahRumah | #CharacterBuilding http://t.co/P1FJMCZRcS

39. Ini cuplikan beberapa kekhawatiran yang bakal dialami para petani karena alih fungsi sawah | #SawahBerbuahRumah http://t.co/wbPDvnDQVa

40. Masyaa Allah. Jadi orang lemah di Indonesia memang apes ya. Kita longok lagi di kultwit esok 9 Sept’14. Adios Amigos, jangan melengis

Jumat, 05 September 2014

Kemiskinan Struktural >> Erie Sudewo

1. Ada beberapa jenis kemiskinan. Di antaranya kemiskinan sumber daya, kemiskinan kultural dan #KemiskinanStruktural | #CharacterBuilding

2. Miskin sumber daya adalah kemiskinan akibat miskinnya sumber daya alam. Tanah tandus dan tak ada kandungan tambang, misalnya

3. Akibat lahan tandus, pengaruhnya pada mental penduduk. Maka lahirlah kemiskinan kultural. Etos kerja jadi lemah | #CharacterBuilding

4. Antara tanah tandus dan etos lemah itu, mana lebih dahulu ayam dan telur. Yg pasti keduanya saling mempengaruhi | #KemiskinanStruktural

5. #KemiskinanStruktural, nah ini yang paling berbahaya. Inilah kemiskinan akibat kekeliruan manusia dlm cara berpikir | #CharacterBuilding

6. Namun ada kemiskinan yang paling dahsyat. Apa itu? MISKIN IMAN. Tak kita bahas miskin iman kali ini. Kita bahas di kultwit berikutnya

7. Jika pejabat negara, kelirunya di kebijakan. Misal kebijakan jual BUMN dan jual asset bangsa. Agar sah dan tak dituntut, dibuat peraturan

8. Inilah yang oleh Kwik Kian Gie dikatakan sebagai “kebijakan tanpa nalar yang sehat” | #KemiskinanStruktural #CharacterBuilding

9. Contoh lain dari kekeliruan berpikir adalah korupsi. Ujung korupsi yakni kerugian di semua lini. Bahkan bisa membuat frustasi massal

10. Apatisnya masyarakat jangan dianggap sepele. Seberapapun dana APBN yg dicuri, hutan dijarah, BUMN diobral, akhirnya masyarakat diam saja

11. Bagi masyarakat, toh negeri ini sudah lengkap dgn perangkat penegak hukum. Jika penegak hukum tak berdaya, bgmana lagi dgn masyarakat?

12. Masyarakat paling-paling bisa cuma protes dan demo. Ujungnya demo, ya lelah sendiri. Malah bisa memar dan benjut dikeplak tongkat karet.

13. Saat pencurian sudah begini, bukankah ini pemiskinan negeri? Saat masyarakat apatis, bukankah ini kerugian dahsyat remuknya etos bangsa?

14. Tgl 3 Sept’14, KPK sudah tetapkan tersangka korup di migas. Di luar negeri ini menggegerkan. Gempanya bisa amat mendebarkan

15. Di kita: “Itu bukan berita”. Masih ingat ada kata-kata bertuah di masa Orba? “Semua bisa diatur”. Maknanya? Anda paham lah

16. Andai petinggi Petronas Malaysia dan Temasek Singapore korupsi, dunia pasti terkejut. Terlebih jika beberapa menteri mereka terlibat

17. Pertanyaannya: “Apakah negeri jiran kini tetap terkaget-kaget lihat ada korupsi di Indonesia?” #KemiskinanStruktural #CharacterBuilding

18. Maling dan korupsi jelas beda. Maling karena lapar. Korupsi karena apa? #KemiskinanStruktural #CharacterBuilding

19. Korupsi bukan sekadar mencuri. Daya rusaknya amat berbahaya. Ke-1 dia rugikan semua lini. Ke-2 buat masyarakat frustasi

20. Korupsi yang seolah tak bisa dihentikan, buat kerugian dahsyaaat. Apa itu? Pemiskinan negara. Yang rugi? Bangsa ini dooong

21. Contoh lain dari turunan korupsi adalah kerja sama dengan asing. Asal dapat komisi, apapun bisa diberikan. Inilah pemburu rente

22. Perusahaan asing, pasti bawa laba ke negerinya. Jika bagi hasil adil, itu tak soal | #KemiskinanStruktural #CharacterBuilding

23. Tapi dengan pemberian komisi tadi, adakah koruptor yang paham keadilan dan tanggung jawab? #KemiskinanStruktural #CharacterBuilding

24. Sebesar-besarnya laba dibawa ke negeri asal, bukankah terjadi dalam satu masa. Untungkan negeri lain, tapi miskinkan tanah sendiri

25. Penyebab #KemiskinanStruktural bukan cuma kebijakan negara. Tapi juga ada yang dilakukan perusahaan. Namanya kebijakan perusahaan

26. Ekspansi bisnis itu kebijakan. Penciptaan lapangan kerja, juga  kebijakan perusahaan. Cuma ekspansi kadang tak indahkan hak pihak lain

27. Menggusur 1 rumah itu biadab. Tapi menggusur 1000 rumah atau 10 kecamatan, real estate hasilnya | #KemiskinanStruktural

28. Membangun real estate itu cari untung. Tapi mengapa beli tanah rakyat, namanya “ganti rugi”? #KemiskinanStruktural #CharacterBuilding

29. Ingin cari untung, tapi tak mau beri untung pada pemilik tanah asal. Inikah cara berpikir yang sehat? #KemiskinanStruktural

30. Belilah tanah dengan adil. Lakukan ketika telah disepakati harga layak. Tolong perhatikan kehidupan pihak lain | #KemiskinanStruktural

31. Kultwit ini cuma bisa minta tolong. Di samping saya bukan apa-apa, saya juga bukan siapa-siapa. Inilah yang bisa kita lakukan

32. Yang bisa memaksa agar perusahaan perhatikan kehidupan orang lain, hanya pejabat negara. Yang bisa tegakkan keadilan, hanya pemerintah

33. Kemiskinan akibat kebijakan, tak bisa dilawan dengan kegiatan social dari lembaga sosial, kemanusiaan dan NGO | #KemiskinanStruktural

34. Tegasnya #KemiskinanStruktural akibat kebijakan tak bisa dilawan dengan kegiatan sosial. Kebijakan harus dilawan dengan kebijakan pula

35. Siapa yang punya kebijakan? Tentu saja pemerintah. Maka andaikan pejabat negara punya mata hati, insyaa Allah bersyukurlah bangsa ini

36. Saat pemerintah ini dijalankan pejabat yang amanah, penanggulangan kemiskinan bukan hal sulit | #KemiskinanStruktural #CharacterBuilding

37. Ketika kita semua mau jujur dan amanah, negeri ini bukan hanya lewati welfare state. Sungguh-sungguh Indonesia jadi Raja Macan Asia

38. Semua kita punya. Sumber daya hebat. Tanah membentang luas. Rakyat banyak. Orang pintar berjibun | #KemiskinanStruktural

39. Yang kita belum punya adalah keinginan berkorban untuk membangun bangsa | #KemiskinanStruktural #CharacterBuilding

40. Bagaimana kelanjutan tentang kemiskinan, insya Allah kita kupas lagi di Senin 8 Sept’14. Hari Ahad ayo bercengkerama dengan keluarga

Kamis, 04 September 2014

From twitter

1. "Galau tentang dunia, mewariskan gelap dlm dada. Bergelisah tentang akhirat, menyalakan cahaya terangi jiwa."
('Utsman ibn 'Affan)

2.  Esok kita bahas Bahaya Kemiskinan, sampai Ali bin Abi Thalib menyatakan, “jika kemiskinan berwujud manusia, aku akan membunuh pertama kali!”

3. Seseorang yang kreatif memiliki rentang perhatian yang pendek, mudah terganggu dan cenderung berbicara sendiri lebih sering.

4. Jika seseorang terbiasa mengeluh saat kondisi yg tak menyenangkan baginya, biasanya dia akan lupa bersyukur saat mendapatkan yg diinginkan.

5.  Khusus untuk kaum hawa, bersujud secara rutin dapat menjaga fungsi kelenjar air susu & memudahkan persalinan

6. Bila anda makan makanan yang halal maka hal itu memperlihatkan anda memperhatikan dan mempedulikan hak milik orang lain.

7.  berangkat dari rumah mencari nafkah adalah fi sabiliLlah; berangkat dari rumah menuntut ilmu adalah fi sabiliLlah. #alhamdulillah #pagi

8.  Kalau mencari pengetahuan utk pembenaran maka kita takkan bertambah ilmu. Carilah pengetahuan untuk dapat kebenaran maka ilmu pun melimpah

9.  Banyak orang tahu jalan sukses tapi tak banyak yang tahu jalan bahagia. Banyak orang sukses nekad mengakhiri hidup, karena tak bahagia

10.  Banyak kata MATAA'UN (kepuasan) disebut di al Quran yang berhubungan dengan kenikmatan dunia. Mataa'un itu bersifat sementara & cepat usang

11. "Kita semua lahir dalam keadaan Fitrah (suci), namun tak setiap kita mati membawa sifat fitrah itu" (Ust. Syukran. PIM-Hilal, Bogor)

12. Jika ada penjual Racun, Anda lah yg memutuskan membeli & minum

13. Barat bawa Racun Budaya yg rusak kehidupan. Gunakan Nalar utk ambil kputusan

14. "Jangan menyalakan api untuk membakar musuh anda sedemikian panas, sehingga anda sendiri hangus kerananya."

15. Anda sudah pasti memberi kesempatan diri Anda untuk memperbaiki kesalahan. Tapi belum tentu orang lain memberi kesempatan serupa pada Anda

16. Kesadaran sering datang cepat.
Penyesalanlah yang suka datang terlambat.

17. Sediakan waktu yang banyak untuk mempelajari kandungan al Quran. Agar tahu hendak kemana kaki melangkah, mata memandang, telinga mendengar

18.  "Keikhlasan mempunyai kilauan dan sinar, meskipun ribuan mata tidak melihatnya. #MutiaraKata"

19. Buka mata lebar-lebar untuk menyaksikan alam.
Pejamkan mata dalam-dalam untuk mengagungkan Pencipta Alam

20. Apa yang kau cari dalam hidup, jika kegelisahan selalu menyeruak dalam kutub hidupmu? Carilah surga dalam kalbumu: ketenangan batin

21.  jika engkau hanya bermain dalam putaran logika dan narasi-narasi besar, tanpa membesuk kalbumu, hidupmu akan limbung tanpa sandaran batin

22.  Pernikahan adalah kontrak jiwa. Rumah adalah sumbu hidup dan anak-anak, adalah tali-temali keluarga. Bersandarlah pada kalbumu bukan nafsumu

23. Kata orang bijak "Ketika kita berhenti menyumbangkan sesuatu kepada sesama, mgkn itu sudah saatnya kita mengembuskan napas yang terakhir."

24. Pujangga menyindir, "Tugas kita di dunia ini adalah melakukan kebaikan bagi orang lain. Apa tugas orang lain di dunia ini, saya tak tahu."

25. @orangawam1: Rejeki itu bukanlah penghasilan dan hak milik belaka. Tetapi apa yang terambil ternikmati manfaatnya

26. We live in the world of perception. Nothing is real

27. Lie to cover lie

28. You are measured by what you are ... not what you have

29. A man came to Hasan Al Basri. He said you (AlBasri) preach all this about prayer, the consequences of not obeying Allah, the loss etc.

He said I'm the most corrupt man in this land. And y'know what. I have the most beautiful children, the most wealth & a successful business.

He asked "What blessing has Allah prevented me from getting? Where is my punishment?"

Al Basri asked him "can you wake up for Qiyam Al Layl?
The man replied "No."

Al Basri said that that is your prevention. Allah has prevented you from being close to Him. You have lost everything.

30. I can't change the direction of the wind, but i can adjust my sails to always reach my destination ~ Jimmy Dean

31. pemikiran mengantarkan seseorang pada pengetahuan. setiap kali pengetahuan seseorang thdp Allah brtambah, maka bertambah ketaatannya

32- orang2 yang berjalan tanpa "kepala" selalu dirimbuni prasangka. Prasangka ke orang lain, ke kelompok lain. ke diri n kelomponya bungkam

33- orang yg berjalan tanpa kepala, memang tak memahami hakikat kupat, laku sing papat. Tak memahami hakikat janur, sejatinya nur

34. Seorang penulis berkata "Kita tidak bisa membuat orang merasa berharga di hadapan kita, jika diam-diam kita merasa ia bukanlah siapa-siapa."

35. Rina Ridwan: There is no such thing as a "secret nikkah." Nikkah is about making your marriage public

36. Don't ever trust individuals who try to deprive you of your rights

37.  Under qualified individuals preforming "secret nikkahs," you will be held accountable for those sins. You are committing a huge injustice.

38. Life may not be the party we hoped for, but while we're here we should dance.

39.  “@mbookquotes:Your assumptions r your windows on the world. Scrub them off every once in a while, or the light won't come in- Isaac Asimov”

40. I like people who go out of their way to be kind, and make you feel comfortable.

41. a daughter is a person who grows up to be your friend,a daughter is a mother's treasure  and a father's pride and joy

42.  Kehebatan tidak diukur dari seberapa banyak musuh yg dikalahkan, melainkan dari seberapa banyak manfaat yg kita tebarkan.

43. Di samping mmiliki hak asasi, manusia jg terikat u/ tunaikan hak Allah.

44. Start being real. Be honest with yourself about where you are with Allah, and if you're not happy then make a change.

45. Knowledge, sincerity and character is a true type of beauty.

46. “Al-Birr husn al-khulq (Kebajikan itu adalah akhlak mulia.” (HR Muslim)

47.  Doa Nabi Zakaria AS: Rabbi la tadzarni fardan wa anta khairul waritsin

48. Rasulullah diajari untuk meminta tambahan ilmu. Betapapun kecerdasan dan kebijaksanaan beliau telah sulit banding diantara manusia

49. itulah kenapa Alquran bahasanya sangat puitis. Itulah kenapa Alquran nilai sastranya sangat tinggi. Kita diminta untuk memahami yg tersirat

50. itulah kenapa Rumi bercumbu dengan Allah dengan bahasa yang sangat puitis. Sayang sekali banyak yang tak menyadarinya

Kemiskinan Menggugat >> Erie Sudewo

1. Rasulullah SAW bersabda: “Bisakah kita tidur nyenyak sementara tetangga di sebelah kelaparan”.  Pesan sederhana, tapi daleeem bingit ...

2. Bersyukurlah yg kaya. Dg kekayaannya, dia leluasa bantu fakir miskin. Tak usah bantu satu kampung. Atasi 1 orang miskin saja, masya Allah

3. Bersyukurlah yg cerdas. Cerdasnya bisa atur strategi dan cara utk atasi kesulitan orang miskin. Maka subhanallah, social entrepreneur

4. Beruntunglah org kaya & org cerdas, berkolaborasi atasi kemiskinan. Jalinan sinerji ini jadi kekuatan dahsyat. Memang, Allahu Akbar

5. Rogoh kocek keluarkan ZIS itu mulia. Tapi manajemen meyakini, membuat organisasi  itulah karya sesungguhnya | #KemiskinanMenggugat

6. Dengan organisasi, kerumunan dibariskan. Langkah diayunkan serentak. Kekuatan dipadukan. Lalu visi jadi biduk kemana organisasi bergerak

7. Pepatah Arab bilang: “Jika kau ingin cepat, jalanlah sendiri. Jika ingin berjalan jauh, melangkahlah bersama-sama” | #KemiskinanMenggugat

8. Ketika kau ingin bekerja sendiri, kemampuan menyelesaikan hanya tergantung pada dirimu semata | #KemiskinanMenggugat #CharacterBuilding

9. Ketika kau tak ingin bekerja sendiri, pekerjaan bukan hanya lebih ringan, tapi dengan tim banyak hal bisa dicapai | #KemiskinanMenggugat

10. Saat rogoh kocek sendiri, dasar kantong langsung tersentuh. Itulah kocek kita, dangkal. Alias uang terbatas | #KemiskinanMenggugat

11. Atasi si miskin sendirian, sehebat-hebatnya ya begitu-begitu saja. Saat kita sakit, redup sudah kemampuan bantu membantu. Selesai kan!

12. Di organisasi, yg kita tak mampu pun bisa terwujud. Buat sekolah, pabrik, home industry, kampung wakaf dan perumahan si miskin

13. Dan yg harusnya paling beruntung adalah pejabat negara. Mereka punya jabatan, kekuasaan, wewenang, uang dan organisasi --> pemerintahan

14. Apapun yang dilakukan pejabat negara jelas sah. Negara punya kebijakan, kita tak bisa apa-apa. Buat UU, kita tak tahu dan tiba-tiba ada

15. Lalu mengapa negara makin sulit capai welfare state? Bicara ke-MAMPU-an harusnya sudah selesai. Sebab seluruhnya sudah di tangan pejabat

16. Soal ke-MAU-an, ini masalahnya. MAMPU dan MAU berbeda. Banyak yang mau tapi tak mampu. Ada yang mampu tapi tak mau #KemiskinanMenggugat

17. Pertanyaannya kini: “Sungguh-sungguhkah pejabat MAU bekerja demi kemakmuran bangsa?” Soal fasilitas, bukankah sudah lebih dari cukup?

18. Kelola negara itu ibarat kelola keluarga. Dengan normal-normal saja, masing-masing keluarga punya cara dan ikhtiar atasi kesulitan hidup

19. Jika anda dari keluarga normal, lebih sulit mana : Atasi kemiskinan keluarga atau hendak jadi kaya raya? #KemiskinanMenggugat

20. Mengapa jadi sulit, sebenarnya kembali pada cara berpikir dan keinginan kita sendiri. Penuhi kebutuhan lebih mudah daripada keinginan

21. Pertama, lihat, sebelum menikah, laki-laki dan perempuan sudah mimpi model keluarga, punya berapa anak dan rumah mungil pun cukup

22. Tanpa sadar inilah rencana. Punya 1 atau 10 anak, itu SUNNAH. Tinggal kita jelaskan nanti ke malaikat alasan mengapa 1, 3 atau 10 anak

23. Saat punya anak, WAJIB kita pelihara baik-baik.  Jika tak sungguh-sungguh merawat, khawatir ini jadi beban tanggung jawab kita pd Allah

24. Saat berpikir ingin punya anak, beda dengan merawat. Berpikir mudah, merawat? Bukan hanya rezeki. Tapi ada hidup setelah mati kan?

25. Bangun gedung 50 lantai mudah.  Tapi membangun 1 jiwa anak, sampai Yaumil Akhir tak selesai. Bangun 10 jiwa anak? #KemiskinanMenggugat

26. Apakah jiwa dalam diri kita sebagai orang tua sudah betul terbina untuk tunduk padaNya? Selain hati kita, hanya Allah yang Maha Tahu

27. Ulat bulu, belatung dan semut memang sudah dijamin rezekinya. Tapi ingat binatang makan sesuai kebutuhan dan hanya sekadar untuk hidup

28. Hawa nafsu manusia berbeda. Keserakahan kita ingin lahap apapun untuk 7 turunan. Tatanan rusak, yang imbasnya menjungkal siapapun

29. Saat tak mampu penuhi kebutuhan anak, bukankah ini bencana? Bencana itu akibat orang lain, atau punya anak kita anggap hal kecil?

30. Saat anak-anak terlantar, kurang makan dan pendidikan, bukankah kita ikut lahirkan dan tambah deret kemiskinan? #KemiskinanMenggugat

31. Kemiskinan ada dalam diri kita dan keluarga. Semua diawali dari kita sendiri. Salah kelola nafsu, hasilnya salah pikiran. Itu sumbernya

32. Saat kemiskinan melilit, mudahkah kita ajak anak-anak sujud pada Allah? Hilang nyawa, mati namanya. Hilang iman, itulah 'KIAMAT'

33. Pejabat negara seperti kepala keluarga. Mesti adil, tak berat sebelah, ikhtiar ada sumber rezeki, tak boros, tak curang, tegakkan aturan

34. Dan ternyata jangan-jangan sumber masalah di hasrat dan cara berpikir. Ketika pejabat negeri punya kepentingan sendiri, maka rusaklah

35. Ibaratkan di keluarga. Bapak kolaborasi dengan ibu dan anak-anak yang kuat dan cerdas | #KemiskinanMenggugat #CharacterBuilding

36. Asset keluarga sebisa-bisanya dikuasai. Lalu kuasai pula tatanan hukumnya | #KemiskinanMenggugat #CharacterBuilding

37. Anak-anak yang lemah tak diurus. Anak-anak yang 'cacat', maaf, tak terpikir. Mereka makan atau tidur dimana, itu urusan masing-masing

38. Saat ada keributan, kerahkan anak yang kuat. Saat ada tuntutan ini itu, beri subsidi. Jika subsidi memberatkan, saatnya nanti cabut lagi

39. Saat anak kesayangan salah, reaksi lambat. Saat yang bukan kesayangan bermasalah, segera tindak. Hukum memilih terhukum

40. Keluarga kisruh, peta terbelah. Anak kesayangan makin kuat dan kaya. Anak bukan kesayangan tersisih, lemah dan tak berdaya

41. Kira-kira apakah gambaran ini cocok dengan kemelut di Indonesia? Ya tidaknya,tergantung posisi | #KemiskinanMenggugat #CharacterBuilding

Rabu, 03 September 2014

Bahaya Kemiskinan >> Erie Sudewo

1. “Kemiskinan itu ibarat rumput kering”. Tamsil ini tampaknya sederhana. Saat dikupas, pesan sebenarnya menggetarkan | #BahayaKemiskinan

2. Tanpa dibakar pun, rumput kering bisa terbakar sendiri. Sengatan mentari, gesekan antar rumput karena angin, sudah cukup jadi penyulut

3. Panas mentari dan gesekan akibat angin, itu fenomena alam. Kita bisa coba memahami tanpa pretensi apa-apa | #BahayaKemiskinan

4. Tapi realitas kemiskinan punya logika dan hukum sendiri. Bulu kuduk bisa berdiri. Tak terbayang di kehidupan normal #BahayaKemiskinan

5. Di keluarga normal, bayi menangis jadi hiburan. Anggota keluarga sibuk cari perhatiannya. Susu pun segera disiapkan #BahayaKemiskinan

6. Sedang kemiskinan itu irama kesulitan yang terus mengiris-iris hati nurani, mengerat moral sehat, memanas-manasi nafsu setiap detik

7. Kemiskinan jadi perampas paling telak ketenangan/kebahagiaan. Di keluarga miskin, tiada hari tanpa kesulitan hidup | #BahayaKemiskinan

8. Bapak yang pulang kelelahan, belum tentu bawa uang. Ibu yang jadi tukang cuci, pun cari utangan untuk sekadar makan seadanya

9. Suasana sering tegang dan panas. Senda gurau datang, mungkin cuma sisipan sesaat. Ratap kemiskinan kembali melumat kehidupan keluarga

10. Saat bayi menangis menjadi-jadi karena tak ada susu, begitu suhu yang sudah panas makin membara di keluarga miskin | #BahayaKemiskinan

11. Lalu ketika kakaknya pun datang minta uang jajan Rp 1.000, maka perut lapar dan lumatan kemiskinan bisa hilangkan nalar sehat orang tua

12. Maka kerap kita dengar, bayi dijual, anak balita disiksa ortu. Bahkan ada yang setelah diminumi obat serangga, ibu pun bunuh diri

13. Inilah ibarat rumput kering. Hanya karena tangisan bayi dan rengek uang jajan, terjadi tragedi memilukan di keluarga #BahayaKemiskinan

14. Inilah bahaya kemiskinan. Yg bila dikupas, rambahannya bisa meruyak dan membongkar sisi apapun, siapapun dan dimanapun kita hidup

15. Bahaya kemiskinan, katakanlah yang terkecil, seperti dijabarkan di atas, disulut oleh hal-hal yang tak terbayang di keluarga normal

16. Apakah tangis bayi, susu dan rengek uang jajan, itu soal sepele? Bagi yg tak pernah miskin, itu sepele. Bagi si miskin, itu soal besuaar

17. Bandingkan: Anda bukan hanya punya kerja, tapi juga tatap karir. Si miskin tak tahu apa itu karir. Maka apapun mereka kerjakan

18. Yg punya uang seolah hidup itu nikmati makan. Mereka makan untuk hidup. Maka apapun, dimanapun dan siapapun (naudzu billah) mereka makan

19. Saat anda baru kerja, isteri masih manja dan malu-malu bertanya: “Sekarang mau makan apa, Mas?” #BahayaKemiskinan #CharacterBuilding

20. Saat anda jadi naik jadi manajer, pertanyaan isteri pun naik kelas: “Sekarang makan dimana, Kang?”
#BahayaKemiskinan #CharacterBuilding

21. Ketika anda jadi Boss, isteri pun paham untuk jadi Boss, ternyata ada yg butuh korban. Maka tanyanya: “Sekarang makan siapa, Bang?”

22. Posisi memang tak cuma tentukan statement. Ternyata makan pun tergantung jabatan, kecerdasan dan kekayaan | #BahayaKemiskinan

23. Sedang orang miskin, tak kenal posisi. Apapun dimakan. Dimanapun jika bisa makan. Akhirnya saat tiada lagi yg dimakan, siapapun dimakan

24. Hanya karena rebutan recehan seribu perak, anak-anak jalanan bisa tikam teman baiknya. Siapapun dimakan, bukan!
#BahayaKemiskinan

25. Kemiskinan itu jahat. Dia bisa buat dendam dan cemburu. Dimanapun si miskin tak suka pada yang hidupnya nyaman dan berkecukupan

26. Seolah tanpa sebab, tiba-tiba orang miskin bisa kalap. Begitu anda keluarkan Iphone 5S, segera saja otaknya berputar untuk sikaaat

27. Saat mobil mewah tak sengaja menyenggol, ujung-ujungnya bukan hanya pengemudi yang digebuki. Mobil pun bisa lumat terbakar

28. Di sisi lain, kemiskinan juga membuat inferior. Si miskin terus terbisiki bahwa dia tak punya apa-apa, tak cerdas, hingga tak dihargai

29. Maka problem anak yatim yang miskin amat kompleks. Bukan hanya lapar. Dia butuh figure bapak, coaching dan mentoring untuk melangkah

30. Dulu dan mungkin masih ada sekarang, madrasah yang menyuruh anak yatim keliling minta sedekahan | #BahayaKemiskinan #CharacterBuilding

31. Dari strategi, ini direct marketing. Donatur bisa dialog langsung. Tak ada sekat. Bantuan pun langsung diterima | #BahayaKemiskinan

32. Tapi di saat itu, terjadi penghancuran mental anak yatim jadi makin inferior. Dia amat hormat dan tak berani macam-macam pada donatur

33. Saat anak yatim ini diminta menghafal Al Quran dan jadi ustadz, pertanyaannya: “Apakah berani mereka betulkan kekeliruan donatur/masy?”

34. Begitu bahaya kemiskinan terus intai relung kehidupan. Bagaimana mertamorfosanya, kita kupas dlm kultwit bbrp hari ke depan. Nantikan!

Selasa, 02 September 2014

Kampus Menara Gading >> Erie Sudewo

1. Di salah satu gerbang Unibraw, ada papan bertuliskan: “Pengemis, Pengamen, Pemulung dan Peminta Sumbangan DILARANG MASUK KAMPUS

2. Pesannya jelas, lugas dan tuntas. Tak ada bias. Itu memang bicara ARTI. Bicara MAKNA? Nah tentu ada beda antara arti dan makna

3. Arti punya pesan. Biasanya singkat, hitam putih, atau letterlijk lah. Orang awam pun mudah menangkap arti | #KampusMenaraGading

4. Makna pun punya pesan. Cuma lebih dalam, meluas, kupas yang tersirat. Bahkan bisa mengungkap hal negatif yang tak disadari pemilik pesan

5. Sering makna ini saya tanyakan di Pelatihan Character Building atau dalam diskusi terbatas. Jawabnya pro dan kontra | #KampusMenaraGading

6. Yang pro, biasanya cuma tangkap arti. Mereka bilang ketentraman kampus perlu dijaga. Tak boleh ada pencurian. TITIK | #KampusMenaraGading

7. Yang kontra menyindir: “Jangankan untuk jadi mahasiswa, sekadar masuk kampus pun orang miskin tak boleh. Emang kampus milik siapa?”

8. Tahukah kawan, soal papan itu memang tak sederhana. Ini cermin realitas sosial. Tentu tak disadari stakeholder. Di antaranya:

9. Ke-1, perhatikan tulisan DILARANG MASUK KAMPUS dengan warna MERAH. Arti merah: Ini PERINGATAN KERAS. Jangan dilanggar #KampusMenaraGading

10. Ke-2, berani langgar, SATPAM BERTINDAK. Bila perlu urusan bisa sampai kantor Polisi. Pemulung yang Bonek pun kedeeer #KampusMenaraGading

11. Ke-3, bagi penghuni kampus khususnya mahasiswa, sejak kuliah dijauhi dari soal kemiskinan. Tanpa sadar rasa egois dan tak peduli dipupuk

12. Ke-4, mahasiswa ini kelak jadi pemimpin pada masanya. Sadarkah pembinaan egois begini akan lahirkan pemimpin model seperti apa?

13. Ke-5, simak berapa jumlah fakir miskin di Indonesia? BPS bergeming dengan 30-an juta. World Bank bilang 50%. ILO yakin sampai 60%

14. Katakanlah fakir miskin 30-an juta orang. Jumlah ini lebih besar ketimbang penduduk Malaysia. Bisa 6 atau 7x lipat penduduk Singapore

15. Jumlah 30 juta itu sudah kekayaan, lebih-lebih dengan 50% - 60% fakir miskin. Maka jelas KEMISKINAN adalah KEKAYAAN Indonesia

16. Ke-6 ingat di kultwit terdahulu: “Kekuatan bangsa terletak pada simpul terlemahnya. Apa simpul terlemah Indonesia?” Fakir miskin

17. Dgn atasi fakir miskin, akan muncul sebuah kekuatan baru. Bukankah Indonesia juga yg jadi sehat, kuat dan berdaulat #KampusMenaraGading

18. Ke-8 saat kalangan fakir miskin dilarang masuk, pertanyaannya: “Kampus ini milik siapa?” #KampusMenaraGading #CharacterBuilding

19. Banyak yang lupa bahwa state university itu dibiayai negara. Tak lagi perlu dijelaskan uangnya dari mana dan meski juga kini jadi BHMN

20. Di perusahaan/pabrik tak soal ada pengumuman itu. Di PTS pun masih bisa dimaklumi. Bagaimanapun PTS milik perorangan #KampusMenaraGading

21. Ke-9 bersyukurlah wahai penghuni kampus. Sebab orang-orang miskin di kita tak galang kekuatan jadi kelompok Kay Pang, seperti di China

22. Apa tak mengharukan dan memalukan jika orang miskin protes di kampus: “Mahasiswa yang kelak jadi pemimpin, dididik tak peduli pd kami

23. Ke-10 inilah pendidikan egois. Hasilnya, lahir sarjana yang TIDAK TAHU UNTUK APA dan UNTUK SIAPA ilmu yang diraihnya #KampusMenaraGading

24. Ke-11 tahun 80 hingga 90-an PT digugat. Muncul istilah #KampusMenaraGading. Maknanya kampus belum punya arti apa2 utk bangsa

25. Menara tinggi menjulang. Dengan istilah gading berarti dunia kampus makin tak tersentuh. Cuma di awang-awang, asyik dengan diri sendiri

26. Inilah proses pendidikan yang me-MILU-kan & sekaligus me-MALU-kan. Tanpa sadar sarjana dididik hanya untuk dirinya dan abaikan bangsanya

27. Ke-12, ingat kampus bukan hanya pusat ilmu. Pendidikan moral harus dihidupkan. Jika tidak, untouchable #KampusMenaraGading tambah kental

28. Ke-13, saat di kampus sudah tak peduli. Saat jadi pejabat negara, apakah tak peduli ini berlanjut atau berhenti? #KampusMenaraGading

29. Papan itu sederhana. Tetapi maknanya dalam. Ada pesan. Cermin realitas social yang hingga hari ini negara terseok-seok atasi kemiskinan

30. Mestinya kampus jadi satu alternatif atasi kemiskinan dengan berbagai terobosannya. Tak lagi cukup hanya punya program pengabdian

31. Nelson Mandela dan Muhammad Yunus bilang: “Kemiskinan itu tak berdiri sendiri” #KampusMenaraGading #CharacterBuilding

32. Rasulullah SAW berpesan: “Tak mungkin seseorang telanjang dada dan kelaparan jika bukan karena kebakhilan (kikir) yang lain”

33. Tentu kita tersentak saat #KampusMenaraGading digugat punya peran memiskinkan. Jika tak diubah cara berpikir ini, so what?

34. Kemiskinan terlestarikan. Ini amat berbahaya. 



Senin, 01 September 2014

Keliru terapkan ilmu >> Erie Sudewo

1. Bersyukurlah anak-anak Indonesia yang dianugerahi kecerdasan. Punya kesempatan dan bisa sekolah ke luar negeri | #KeliruTerapkanIlmu

2. Bersyukurlah anak-anak yang cerdas, yang berada di keluarga mampu. Sebab orang tua sanggup kirim mereka sekolah ke luar negeri

3. Lebih bersyukurlah lagi sudah cerdas, orang tua mampu, lalu belajar ke luar negeri pun dapat beasiswa pula | #KeliruTerapkanIlmu

4. Ini namanya rezeki “gak kemana”. Dalam kehidupan ini mozaik sosial. Kaya miskin tak bisa dicegah | #KeliruTerapkanIlmu #CharacterBuilding

5. Menyikapinya kini tergantung posisi. Rakyat seperti orang miskin. Orang kaya seperti orang cerdas. Pemegang kebijakan, itu pengatur laku

6. Rakyat ibarat bayi. Bisanya hanya merengek dan menangis. Karena tak punya kekuatan, bayi lapar cukup tandai dengan tangisnya

7. Sedang orang miskin berada dalam kondisi kritis. Cemburu dan dendam sosialnya berbahaya. Soal sepele pun bisa menyulut prahara

8. Bersyukurlah orang cerdas. Dia bisa tarik napas dalam-dalam. Sebab dia leluasa tempatkan diri di mozaik manapun #KeliruTerapkanIlmu

9. Bersyukurlah orang kaya. Dia seperti pengusaha, makmurnya terus bertambah. Tiap hari labanya, bisa digunakan beli asset dimana-mana

10. Lebih bersyukur lagi, sudah cerdas, org tua mampu, belajar di sekolah bagus luar negeri, dapat beasiswa dan kini jadi pejabat negara

11. Mereka punya posisi yang jarang dimiliki. Posisi strategisnya bisa dorong negeri diisi rakyat berkecukupan, sehat dan berpendidikan

12. Sebab mereka punya: ilmu bangun negeri, jabatan tinggi dan wewenang untuk jalankan kekuasaan. Maka harusnya negara bisa sejahtera

13. Maka celakalah ~maaf, sayang sekali orang yang cerdas. Ketika dia gunakan cerdasnya hanya untuk “ngakali dan minteri” orang lain

14. Sayang sekali orang-orang kaya dan pengusaha. Ketika mereka bermanuver untuk terus melahap asset hak orang lain dimanapun

15. Duh sayangnya orang yang dapat pendidikan di luar negeri jika mereka malah jadi komprador, juali asset negara untuk mitra asingnya

16. Maka sayang sesayang-sayangnya pemegang kebijakan. Dia punya kesempatan, kekuasaan dan wewenang untuk sejahterakan rakyat

17. Mengapa hanya dunia usaha dan bisnis yang berkembang baik. Tetapi mengapa kehidupan rakyat justru makin sulit | #KeliruTerapkanIlmu

18. Pemegang kebijakan bisa lihat kondisi negeri jiran. Mengapa Brunei, Singapore dan Malaysia sekilas tampak lebih baik, adil dan sejahtera

19. Mereka punya apa yang kita punya. Mereka tak punya apa yang kita miliki : limpahan sumber daya, jumlah rakyat dan wilayah yang luas

20. Bedanya sederhana. Mereka punya kesadaran bangun negeri. Kita? Entah masih adakah kesadaran atau sudah tercecer | #KeliruTerapkanIlmu

21. Lihat kita punya wisata yang kaya ragam, indah dan amat eksotik. Tapi kenapa jadi Tourism Malaysia yg berani-beranian bilang: Truly Asia

22. Kita punya cadangan minyak dashyat. Tapi kenapa Singapura yang punya kemampuan mengolahnya jadi solar, premium, atau pertamax?

23. Kita punya ratusan kuliner yang khas dari tiap suku. Tapi mengapa McD dan KFC yang merajai tempat-tempat strategis di seluruh Indonesia?

24. Kita punya segala jenis kopi. Yang “top markotop” itu kopi Arabika,  Torabika dan Kopi Luwak. Tapi kenapa StarBucks yang jadi rajanya?

25. Kita punya sekolah kedokteran bermutu dan murah. Yg hingga hari ini Malaysia kirim ratusan mahasiswanya tiap tahun belajar ke Indonesia

26. Tetapi mengapa kita lebih tahu dokter hebat dan memilih berobat ke Penang Malaysia, selain ke Raffles/Elizabeth Hospital Singapore?

27. Jika mau jujur dan kita buka peta pemilikan asset, lahan di Indonesia masuk dalam kondisi gawat darurat | #KeliruTerapkanIlmu

28. Dulu pemilik tanah terkenal seperti Tuan Tanah Kedawung. Sekarang tuan tanah tak lagi dikenal. Sudah merata. Ada dan kuasai dimana-mana

29. Ini sering kita dengar. Sekitar 20% orang kuasai 80% asset. Ada orang yang amat kaya raya. Tapi yang kurang gizi pun ada di sampingnya.

30. Ya Allah. Apa yg terjadi di negeri yang dulu namakan diri “gemah ripah repeh rapih loh jinawi” | #KeliruTerapkanIlmu #CharacterBuilding

31. Kini serba anomali. Negeri kaya, tapi rakyat miskin. Negeri padi, tapi beras raskin dimanapun. Kaya minyak, tapi BBM jadi isu utama

32. Inikah ilmu dari luar negeri yang kami bawa. Kami bangun negeri, tapi koq kisruh begini. Entah salah ilmu atau salah terapkan

33. Saya sudahi hingga di sini. Mari berpikir dan berpikir lagi, lalu mulai lakukan koreksi, dari diri kita sendiri | #KeliruTerapkanIlmu