Rabu, 19 April 2017

Formula Story Teller dr P. Awal Syaddad

FORMULA STORY TELLING INI TERBUKTI TOKCER!

Di sosial media, khususnya Facebook, Copywriting is Bullshit!

Terlebih, copywriting yang Anda gunakan berbau Hard Selling, alias Iklan jor-joran. Menyebalkan.

Karenanya, jika Anda perhatikan, pola Copywriting yang kerapkali Saya gunakan adalah STORY TELLING. Kenapa?

Karena itulah pola yang terbukti "tokcer" menghasilkan buaaanyak penjualan. Anda boleh buktikan.

Muncul rasa penasaran dan pertanyaan, "Kang, buat story telling yang bagus itu kaya gimana?"

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk simak tulisan berikut ini...

***

Marketer legendaris, Seth Godin, menjelaskan marketing sebagai "Seni bercerita yang beresonansi dengan audience kamu dan kemudian menyebar".

Tapi bagaimana kamu membuat cerita yang menarik?

Bagaimana kamu menceritakan kisah yang audience kamu ingin dengar? Dan bagaimana kamu menceritakan kisah tentang Brand kamu?

Saat melakukan riset di topik storytelling, saya menemukan beberapa formula yang teruji dan terbukti, formula yang di gunakan perusahaan seperti Pixar, Apple, Nike dan lainnya.

Formula ini bisa di aplikasikan di perusahaan, konten yang kamu buat, social media updates, konten di website dan lainnya.

1. Three-Act Structure

Setup - Atur adegan dan perkenalkan karakter dari cerita anda.

Confrontation - Sajikan masalah yang dihadapi si karakter dan bangun ketegangan.

Resolution - Berikan klimaks dari cerita dengan memecahkan masalah (dengan produk atau jasa kamu)

2. Five-Act Structure

Exposition - Bagian dari cerita yang memperkenalkan latar belakang informasi penting kepada audience.

Rising action - Ceritakan rangkaian peristiwa untuk membangun hingga klimaks.

Climax - Ubah bagian cerita (biasanya bagian yang paling menarik dari cerita)

Falling action - Ceritakan konflik antara si A dan si B (masalah A dan masalah B) di mana hasil akhir dari konflik diragukan.

Dénouement - Akhiri cerita dengan resolusi (dengan produk atau jasa kamu)

3. Before – After – Bridge

Before - Atur tahapanan masalah yang mungkin target audience kamu akan alami - idealnya masalah yang perusahaan kamu bisa pecahkan.

After - Bayangkan apa jadinya jika masalah audience kamu terpecahkan - gambarkan bawha masalah itu tidak ada.

Bridge - Jelaskan bagaimana masalah terpecahkan atau sajikan solusi (dengan produk atau jasa kamu)

4. Problem – Agitate – Solve

Problem - Identifikasi masalahnya

Agitate - Perkuat masalah

Solve - Memecahkan masalah dengan menawarkan produk atau jasa kamu

5. The Golden Circle

Why - Kenapa perusahaan kamu ada? kenapa kamu ada di bisnis ini? apa yang memotivasi kamu?

How - Bagaimana perusahaan memenuhi WHY? jelaskan bagaimana perusahaan kamu akan mencapai Why

What - Apa yang perusahaan lakukan untuk memenuhi WHY? jelaskan secara nyata yang kamu lakukan untuk membawa WHY jadi kenyataan

6. The Magic Formula

Incident - Ceritakan pengalaman pribadi yang relevan untuk menarik perhatian audience kamu.

Action - Jelaskan tindakan spesifik yang diambil untuk memecahkan atau mencegah masalah.

Benefit - Selesaikan cerita dengan menghubungkan perubahan pada manfaatnya (testimonial customer kamu)

7. The V Formula

Introduce - Perkenalkan karakter dari cerita kamu.

Lowest Point - Bawa cerita ke titik terendah.

Happy Ending - Mengubah keadaan dan diakhiri dengan akhir yang bahagia.

8. Star – Chain – Hook

Star - Pembukaan yang positif untuk menarik perhatian audience kamu.

Chain - Serangkaian fakta, manfaat dan alasan (untuk mengubah perhatian audience kamu jadi sebuah keinginan)

Hook - call-to-action yang kuat (berikan mereka sesuatu yang actionable untuk memenuhi keinginan mereka)

9. The structure of great talks

What is - Mulai dengan menjelaskan situasi saat ini kemudian bandingkan itu dengan masa depan yang lebih baik.

What could be - Buat masa sekarang tidak menarik dan masa depan yang menarik.

New bliss - Akhiri cerita dengan keadaan baru yang indah dimana produk atau jasa kamu diadopsi

***

Apa formula storytelling favorit Anda?

Selasa, 18 April 2017

Total Action part 2

BELAJAR DARI SITI HAJAR
(Total Action Part 2#)

Dalam sebuah pelatihan Pola Pertolongan Allah yang dibawakan Mas Reza Rhendy, saya sempat terperangah dengan sebuah materi ini,

"Pernah inget cerita Bunda Hajar (Siti Hajar) istri Nabi Ibrahim waktu 'dibuang', ditinggal, ditempatkan di sebuah lembah tandus bernama Bakkah (Makkah)?

Dengan perbekalan seadanya Bunda Hajar ditinggal dengan Ismail kecil (Nabi Ismail)  karena perintah Allah. Saat itu Bunda Hajar mengiyakan saja karena iman dan percaya. Kalau Allah yang perintahkan maka Allah yang akan jamin dan pasti akan mencukupkan. Padahal tempatnya sepi, gersang, tandus, dan tiada berpenghuni.

Setelah Nabi Ibrahim berlalu, tentunya dengan hati sedih dan tak tega. Namun karena perintah Allah yang cintanya lebih tinggi dari apapun, maka harus bisa. Begitu juga dengan Bunda Hajar. Setelah ditinggal, panas terik membuat minuman habis. Ismail kecil pun mulai kehausan, dehidrasi, dan bener-bener sudah tergelepar karena haus sekaligus juga lapar.

Yang namanya Ibu, tidak bisa diam tidak ngapa-ngapain. Hanya melihat dan tidak berbuat, bukan pilihan bijak untuk dilakukan. Lalu Bunda Hajar. Berlari mencarinya pertolongan, mencari air, dari satu bukit bernama Shafa lalu lari lagi ke bukit lain bernama Marwa.

Pasti yang dicari bukan orang. Karena memang sepi orang. Pasti yang dicari di sampai ke atas bukit yang tinggi itu adalah sesuatu yang lebih tinggi.

Kalau dilihat kebutuhan Ismail kecil yang kehausan, maka kalau ditanya apa yang Bunda Hajar cari, pasti jawabannya adalah 'air'.

Iya, bahkan berlari ke satu bukit ke bukit yang lain. Dari Shafa ke Marwa, lalu ke Shafa lagi. Daro Shafa ke Marwa lagi. Begitu bolak-balik dihitung sampai ada tujuh kali. Pasti kalau ditanya, apa yang Bunda Hajar cari, semua peserta seminar akan kompak serempak menjawab 'air'.

Namun setiap jawaban peserta 'air,' sang trainer langsung menyalahkan. Bukan air yang Bunda Hajar cari!

Lalu apa?

Bahkan Bunda Hajar itu juga pintar. Beliau sudah tahu dari bukit Shafa dan Marwa yang beliau coba cari, memang tidak ditemukan disitu airnya. Masak bolak-balik terus sampai tujuh kali. Pasti ada sesuatu lain yang dicari."

Saat semua peserta bingung dan bengong, baru sang trainer, Mas Reza menjelaskan dengan nada yang dalam,

"Beliua bukan mencari air, tapi mencari Pertolongan Allah."

Subhanallah...

Saat Allah yang dicari, Allah menolong. Air tidak ditemukan di bukit Shafa ataupun Marwah, malah ditemukan sumber air yang berada dekat dengan telapak kaki Ismail kecil saat digerak-gerakan mengais pasir. Itulah Sumber air zam-zam yang sampai ada sampai zaman sekarang. Airnya melimpah bahkan tiada habis-habisnyua.

Apa yang bisa diambil pelajaran disini?

Saat total action seperti lagi kerja atau usaha, jangan untuk sekadar cari uang, cari rezeki, cari materi. Jangan. Sekali JA-NGAN. Carilah Allah Yang Maha Kaya, Maha Memberi Rezeki dan Pemilik seluruh isi langit dan bumi.

Kerja dengan total, maksimal, optimal. Mungkin kadang kasih gaji yang tak seimbang, atau usaha itu hasilnya tak sepadan. Gak masalah. Kalau karena Allah, untuk Allah, maka Allah pasti balas setimpal bahkan berlipat ganda. Karena Allah Maha Memberi Rezeki bisa dengan tanpa hizab, tanpa perhitungan, tanpa hitung-hitungan.

Kalau gini, rezekinya akan tak terduga dan melimpah. Seperti zam-zam tadi di cerita. Dan memang begitulah rezeki dari Allah Yang Maha Kuasa. Kalau rezeki dari manusia, misal gaji karyawan, bisa diduga dan kecil hasilnya. Hehe....

Jadi, bergerak aja, bekerja aja, berusaha aja, biarkan untuk Allah dan harapkan Allah yang membalasnya. Kalau setiap muslim, mukmin dan mereka yang beriman bekerja dengan spirit ini, maka pasti kayanya, berkahnya, dan berlimpahnya. Insyaallah....

Karena Allah Maha Kaya dan pengen kita hidup kaya dan tetap bertakwa...


Salam

Mr Joss
Motivator, Author, Wakil Rektor

Total Action Part 1

APA ITU TOTAL USAHA?
(Total Action Part 1#)

Katanya sudah usaha pol-polan. Eh ternyata baru sekali coba, menyatakan kalah dan menyerah.

Katanya sudah usaha maksimal, namun pas dicek ternyata ala kadarnya dan abal-abal.

Katanya sudah usaha full mati-matian. Haha... Belum mati beneran. Mana tuh puputan margarana, berjuang sampai titik darah penghabisan?

Jangan-jangan itulah segudang alasan kita saat ditanya kenapa gak sukses, gak menang, atau gak kaya. Mentalnya masih pecundang dan banyak keluhan.

Memang begitulah kita disetting Allah diciptakan. Banyak keluh kesah, rintihan, gampang ngomel, complain dan menyalahkan. Justru Allah sebutkan itu dalam Al Qur'an supaya kita gak kayak gitu. Hidup harus banyak pembenahan dan perbaikan. Sehingga selalu dalam kemajuan.

Atau malah menyalah-nyalahkan keadaan, lingkungan, bahkan Tuhan. "Iya, aku gini karena gak ada yang dukung aku!" Hehe... Emang yang didukung selalu menang? "Gak mungkin aku sukses kalau lingkunganku gak sukses." Padahal siapa suruh, tetep disitu, milih tinggal di tempat itu. Tidak hijrah, tidak pindah!

"Wah emang takdir Tuhan begini."
"Memang aku diciptakan Tuhan kalah, lemah dan tak berdaya."
"Tuhan tidak adil!!!"

Coba baca sekali lagi, bagian itu aja. Baca lagi, bahkan Tuhan pun disalahkan, dikambing-hitamkan. Bukankankah kalau terbaik dari Tuhan dan kalau kesalahan dari diri sendiri? Itu sudah ada dalam titah Qur'an.

Instropeksi, muhasabah diri, dan lihat ada andil diri dalam setiap usaha yang Allah izinkan kita gagal, kalah dan terpental. Agar kita belajar, tidak mengulangi lagi dan bangkit dengan usaha selangit.

Sebagai penutup, ada seorang santri yang bertanya kepada gurunya, kyai-nya.

"Wahai guru, apa itu usaha total, usaha maksimal?"

"Oh itu, kalau di Islam namanya spirit jihad, mujahadah, sungguh-sungguh. Benarkah kau mau tahu?"

"Iya guru, saya mau belajar jihad, usaha total, usaha maksimal untuk segala impian saya guru. Tolong ajarkan. Semoga guru berkenan."

"Wahai muridku yang baik, baiklah. Aku akan jelaskan bukan dengan kata-kata, tapi perintah. Apakah kau mampu melaksanakan?"

"Siap guru, akan saya maksimal lakukan."

"Muridku, itu di depan lapangan bola, larilah disekitarnya di bawah terik matahari siang ini. Lari, lakukan!!!!!"

Akhirnya sang murid langsung berlari. Satu putaran, dua putaran, sepuluh putaran, sampai akhirnya murid itu sambil lari terus teriak, "Sampai kapan guru???"

"Terus lari. LARI!!!" Begitu respon sang guru dengan nada tinggi dan menyemangati.

Si murid mulai kelelahan, langkahnya gontai, capek, dehidrasi, namun terus lari walaupun kecil-kecil tidak segesit di awal.

"LARI!!!" Hanya kata itu dari sang guru yang keluar.

Akhirnya, si murid mulai sempoyongan, ambruk, luruh, jatuh dan pingsan tak sadarkan diri.

Sang guru segera menolong, membopong ke tempat teduh dan mulai membuat si murid siuman.

Setelah mulai sadar, si murid mulai diajak bicara gurunya.

"Wahai muridku, luar biasa perjuanganmu. Kau ingin tahu spirit jihad itu apa, usaha total itu gimana, total action itu apa. Sekarang perhatikan baik-baik perkataan gurumu ini,

BERJUANGLAH, BERUSAHALAH, DAN JANGAN BERHENTI SEBELUM ALLAH-LAH YANG MENGHENTIKANMU."

Salam

Mr JOSS

Minggu, 16 April 2017

TIPE-TIPE PEMBELI

Dalam bisnis, tingkat TRUST pembeli ke si penjualan jadi salah satu faktor terpenting yg jadi alasan kenapa mereka mau beli.
Kepercayaan terbentuk karena adanya kedekatan, kedekatan terbentuk karena sudah kenal & ada rasa nyaman.

Sayangnya,
Banyak di antara kita yg mungkin pukul rata semua market tanpa pandang bulu.
Dijualin semua, entah udah kenal ataupun belum.
Jangankan yg belum kenal, yg udah kenal aja kadang males dijualin.

Nah, kali ini Saya mau menjelaskan kategori market yang dibagi jadi 3
- Cold Market
- Warm Market
- Hot Market

Sebagai bahan Anda untuk membedakan leads / friendlist di FB mana saja yg termasuk dalam kategori-kategori market tersebut.

COLD MARKET
Mereka adalah prospek baru, belum kenal Anda, belum tau tentang produk Anda, dan pasti belum pernah beli ke Anda.
Akan jadi Warm Market ketika mereka sering ikuti sharing di grup Anda.

WARM MARKET
Warm artinya Hangat, jadi setidaknya mereka sudah kenal kita, tau apa yang kita jual.
Lebih mudah menjual ke tipe warm dibanding tipe Cold yang masih perlu kita edukasi di awal.

HOT MARKET
Sudah jelas, mereka sudah paham dan teredukasi, mereka lah market yang akan sangat mudah kita beri penawaran.

Sudah pasti untuk mengolah kategori market ini Anda perlu konsisten membagi sesuatu yang bermanfaat di grup Facebook.

Ibaratnya, Grup Facebook Anda adalah KOLAMNYA, orang-orang yang masuk ke grup Anda adalah IKANNYA, dan sharing-sharing bermanfaat dari Anda adalah UMPANNYA, tinggal tunggu MASA PANEN saja, heheu..

Pertama yang perlu Anda lakukan,
BUAT KOLAMNYA
Buat Grup Facebooknya
Gunakan nama grup yang menarik, misal kalau Anda jualan jilbab,namanya grup “KELAS MUSLIMAH BERSAMA NAURA HIJAB” Kalau Anda buka sewa alat camping, nama grupnya “PAGUYUBAN PENDAKI BERSAMA EVEREST ADVENTURE”.
[4/16, 3:55 PM] Rina Ridwan: #KOLAM UANG ITU BERUPA GRUP FACEBOOK

Setelah Anda ngeBoost akun personal, sekarang kita buat lagi “kolam” yang lebih gede.

“Guna nya apa sih Bung bikin grup Facebook? Ngurusin akun personal aja Saya kadang gak kepegang”

Yaelaaah...
Kalau mau bertumbuh ya harus mau mengeluarkan energi lebih, waktu dan tenaga yang lebih besar.

“Jangan Mengharap Hasil Yang Berbeda, dengan Cara Yang Sama”

Ada beberapa keunggulan saat Anda membuat Grup Facebook :
1. Grup Facebook bisa menampung member UNLIMITED, tidak terbatas Anda mau masukan berapapun orang ke dalam grup Anda.
2. Semakin banyak member, semakin mudah Anda menjual produk Anda.
3. Anda bisa mengkonversi atau merubah Cold Market jadi Warm Market bahkan Hot Market yang siap membeli produk Anda.

Ngomong-ngomong, Anda sudah tau kan apa itu Cold, Warm, dan Hot Market??

“Kalau sudah bikin grup, terus gimana cara undang orang buat masuk grup,pak? Kalau invite tanpa ijin biasanya mereka keluar lagi”

Iya, jangan sekali-kali invite orang tanpa permisi.
Caranya, buatlah ‘Leads Magnet’, sesuatu yang gratis seperti eBook, video tutorial, atau yang lainnya, dengan syarat mereka wajib join grup untuk mendapatkannya.

Kolam sudah dibuat, langkah kedua ISI DENGAN IKAN Tadi sudah jelaskan sedikit ya, Anda siapkan ‘Leads Magnet’ Misalnya :

Buat lah eBook yang ada korelasi dengan produk Anda pastinya
Buat video tutorial
Bagi-bagi buku, kaos, sepatu, atau produk lain
Carikan jodoh khusus yang jomblo.. (yang ini ga perlu, hehe)

Kalau mereka sudah masuk grup, berikan sambutan dan sapaan yang hangat.
Buat rules grup dan jadikan pinned post.

Ikan yang baru masuk ini pasti lapar (Cold Market), segera beri mereka makanan, jangan sampai keluar dari kolam karena gak ada makanan.
Anda mesti rajin posting artikel yang bermanfaat, pakai Content Marketing.
BERI UMPAN yang bergizi...
Saya akan sedikit bahas bagaimana cara agar Anda bisa membuat konten yang menarik di grup Facebook Anda nanti.

Sebelum masuk ke jenis – jenis konten, Anda harus tahu dulu tujuan Anda membuat konten tersebut.
Maksudnya di bidik tujuan akhirnya. Misal, Saya ingin konten yang Saya buat untuk mendapatkan share yang banyak, atau like, atau komen.

Caranya adalah dengan memberi kalimat trigger di akhir konten yang Anda buat. Jika Anda ingin konten Anda banyak yang like, Anda bisa menggunakan kalimat ini untuk memancing like:
1. “Like dulu dong status ini...”
2. “Like jika Anda setuju....”
3. “Like jika tulisan ini bermanfaat untuk Anda..”
4. Dan lain sebagainya

Sama halnya jika Anda ingin konten Anda mendapat angka share yang tinggi, maka Anda harus memancingnya dengan kata – kat seperti :
1. “Share jika bermanfaat..”
2. “Share dulu dong!”

Jika Anda ingin tingkat komen Anda tinggi, Anda harus memberikan pertanyaan yang sekiranya pembaca Anda akan menanggapinya.

Contohnya seperti ini:

“Bagaimana dengan materi yang barusan Saya share, menarik bukan?”
“Ada yang masih bingung sama materi yang tadi?”
“Nah kalau Anda bagaimana, Apakah Anda tertarik dengan cara yang Saya jabarkan di atas?”
“Saya ingin tahu ni, bagaimana cara Anda jika Anda mengalami masalah seperti di atas?”

Cara-cara ini sangat efektif untuk membangun engagement yang tinggi.

Pak Awal Syaddad

KMO Niza Lauzi

*Selamat Malam Para Peserta KMO*

Selamat datang di Kuliah Online bersama saya Niza Lauzi, penulis buku Siap Menjadi Mama terbitan Elex Media Komputindo

Pada kesempatan kali ini saya akan sharing seputar bagaimana mempersiapkan diri agar kita siap menjadi penulis.
Meskipun kelihatannya mudah, akan tetapi bagi sebagian orang menulis dan mengarang sebuah tulisan dianggap gampang-gampang susah. Kenapa??
Karena pada dasarnya, menulis merupakan proses kreativitas otak kita. Kita mengenali istilah otak kanan dan otak kiri, naah... membuat sebuah tulisan menggabungkan proses kinerja kedua belah otak tersebut. Jadi kebayang dong, kalau aktivitasnya kompleks ga sesimpel yang kita bayangkan selama ini.  Tidak hanya itu saja, bagi saya menulis juga merupakan proses mental. Saat menulis kita membutuhkan mental dan etos kerja yang tidak bisa disepelekan seperti konsistensi, disiplin, komitmen terhadap tugas, motivasi berprestasi dan mampu menghargai waktu. Makanya, sering banget kita merasa nulis tuh susah cari idenya, mau buat tema apa? Hilang semangatnya.  Atau sudah ketemu ide maupun tema eeeh... buntu di tengah jalan akhirnya bubar deh. Biar ga bingung, saya langsung saja menjelaskannya dalam materi KMO kita kali ini.

*Cari ide dan tema tulisan*
Banyak banget sebetulnya ide dan tema yang ada di sekitar kita yang bisa dijadikan ide sebuah tulisan. Tidak harus pengalaman pribadi, pengalaman orang lain bahkan gabungan antara pengalaman diri sndiri, orang lain yang dibumbui imajinasi bisa jadi ide dan tema menulis.
Namanya juga proses kreatif jadi bebaskan aja imajinasi kita untuk mengambil  apa saja yang bisa dijadikan sumber ide dan tema naskahmu. Kita juga bisa menggali ide dari hasil bacaan maupun hasil pengamatan terhadap sesuatu. Pengalaman patah hati, trauma atau lebay sekalipun boleh dijadikan ide tulisan kita.
Kerja otak kanan dimulai saat dimana kita akan menggali memori tentang peristiwa atau pengalaman tertentu yang bisa kita jadikan ide tulisan.

*Awal Menulis*
Setelah menemukan ide dan tema tulisan, selanjutnya adalah menentukan akan dibawa kemana genre tulisan kita nantinya. Apakah Fiksi? Atau Non Fiksi? Ide dan tema apapun bisa dibawa ke dalam dua genre tadi. Bahkan yang kesannya sangar dan penuh rumus pun bisa dimasukkan dalam kedua genre tersebut.
Setelah mendapat ide dan tema serta genre apa nantinya jenis tulisan kita maka langkah selanjutnya adalah dengan membuat premis. Premis ini penting banget karena dengan premislah buku kita nantinya mau dibawa kemana alur ceritanya, pendalaman bahasan yang akan kita tulis, tujuannya mau dijadikan buku yang gimana sebagai pembeda dengan buku sejenis lainnya. Saya menyebut premis ini sebagai "kompas"nya naskah. Intinya mengawali tulisan kita, pastikan dulu premisnya apa dari situ baru bebaskan diri buat menulis hal yang kita inginkan. Proses kerja otak kiri kita pun dimulai. Pastikan bahwa tulisan kita, sudah sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar bukan bahasa gaul seperti singkatan "q" "ciyuz" "you see jadi u c" dan lainnya, atau lafal dalam bahasa daerah maupun asing. Bahasa gaul bisa dipergunakan apabila terjadi dialog dalam naskah tersebut (biasanya pada fiksi). Jika harus memasukkan kata dalam bahasa daerah atau asing misal "sampeyan", "bareh lamak", "siape elo??", "So what?", "Go girl" dan lainnya, pastikan juga diberi tanda miring yang menandakan ini bukan bahasa Indonesia sesuai ejaan yang disempurnakan.

*Saat mulai buntu dan kehabisan ide*
Suatu ketika, kita akan mulai bingung ketika idenya sulit dituangkan ke dalam tulisan karena masalah kurangnya bahan bacaan atau lainnya. Mandeg, blank, buntu, ga fokus, ga konsen dan sebagainya.
Saat kondisi ini terjadi, pastikan bahwa kita tetap mengerjakan naskah kita apapun kondisinya. Misalnya kita terbiasa 5 halaman / hari, karena lagi buntu jadi 3halaman /hari. Kalaupun benar-benar ngeblank ga tau mau tulis apa, itu tandanya referensi bacaan kita masih kurang terkait hal itu. Jadi bukan ninggalin total tulisannya melainkan cari referensi tambahan terkait tulisan itu.

*Waktu yang terbatas buat menulis*
Adakalanya pada masa tertentu, penulis akan mengalami hal ini dan biasanya terjadi di tengah-tengah proses penulisan naskah. Ga bisa bagi waktu, ga ada waktu luang, bingung mau ngerjain yang mana dulu dan sebagainya. Seiring kesibukan kita yang padat, akhirnya semangat menulis jadi kendor, mulai muncul rasa malas, ga ada motivasi buat meneruskan tulisannya. Mensiasati hal ini, gunakan waktu minimal 1 jam / hari untuk menyelesaikan naskahmu.

*Mental block saat menulis*
Kita sedang mengalami banyak masalah yang bikin pusing, entah itu masalah pribadi, kerjaan atau hal lain. Masalah - masalah itu sangat menyita pikiran dan perasaan kita  hingga hilanglah sudah semangat  kita buat menyelesaikan buku tersebut. Agar mental block ini tidak mengganggu proses menulis naskah buku kita, ada 3 hal yang harus selalu diingat saat kita menulis:
1. Tujuan kita menulis buku untuk apa sih?
2. Dengan menulis buku kita akan dapat apa sih?
3. Mau menyerah sampai sini saja dan menjadi manusia biasa, atau mau melanjutkan hingga selesai dan menjadi manusia yang punya karya diatas rata-rata?

*Gimana?? Sudah siap jadi penulis??*

Demikian sharing dari saya dalam sesi KMO kali ini, semoga bermanfaat.

TAWADHU'

Sifat Tawadhdhu (Rendah Hati) Seorang Guru dan Murid.

Dr. Zakir Naik menjenguk gurunya yaitu Syaikh Ahmed Deedat yang sedang sakit. Peristiwa itu terjadi di tahun 2005. Saat menjenguk Syaikh Ahmed Deedat itu, Dr. Zakir Naik membawa “oleh-oleh” berupa video rekaman Debat dirinya dengan Dr. William Campbell yang kristiani.

Saat video tersebut ditunjukkan pada Syaikh Ahmeed Deedat, beliau kemudian menangis terharu dan bangga dengan apa yang dicapai muridnya Dr. Zakir Naik.

Kemudian Syaikh Ahmad Deedat pun berkata pada Dr Zakir Naik. “Anakku, engkau berhasil meraih dalam waktu 4 tahun, apa-apa yang aku capai dalam 40 tahun,” ujar Syaikh Ahmad Deedat.

Kemudian Dr Zakir Naik pun menjawab,”Karena usaha kerasmu yang 40 tahunlah hal ini bisa terjadi, seseorang harus membuat pondasi dulu, dan itu butuh waktu, baru kemudian bangunannya bisa tegak, jika tidak maka mungkin aku akan butuh 44 tahun untuk meraihnya…”

Selang beberapa bulan kemudian, Syaikh Ahmed Deedat pun meninggal dunia, yaitu pada 8 Agustus 2005. Kini Dr Zakir Naik menjadi penerus Syaikh Ahmed Deedat untuk terus menyebarkan kebenaran Islam

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim]
(Dinukil dari beberapa sumber berita)

IG @indonesiabertauhid

TENTANG MENULIS

Saat menulis buku, seringkali kita terhenti di tiga kata ajaib pertama

“Pada Suatu Hari….”

Setelah itu blank!

Padahal dalam hati kita begitu menggebunya sebuah cita-cita mulia mengapa kita ingin menulis buku. Bisa jadi kita ingin meninggalkan ilmu bermanfaat agar kelak ketika meninggal kita sudah punya investasi akhirat. Bisa jadi dengan menulis kita memiliki sebuah kartu nama yang mampu merangkum banyak ilmu dan cerita yang sudah kita dapatkan. Atau bahkan seperti saya, menulis untuk modal. Modal ngebahagian orang tua, modal bisnis, dan modal nikah.

Tapi lagi-lagi, yang namanya writers block begitu mengganggu dan kontraproduktif. Banyak yang menjejali otak kita, namun seret begitu bertemu dengan pena.

Jujur, dalam tahun ini saya menghadapi keluhan seperti diatas bisa ribuan orang yang mengalaminya. Artinya? Anda tidak sendirian menghadapinya.

Berangkat dari kegelisahan itu, saya melakukan riset. Melalui kelas-kelas, seminar, Bikin Buku Club dan Mentoring Menulis Online. Setelah lebih dari 500 alumni saya terapkan mantra yang saat ini terangkum dalam Kitab Penyihir Aksara, mereka bisa menulis bukunya sendiri! Ya, mereka menjadi penyihir-penyihir aksara baru yang lahir di dunia.

Apa rahasianya? Ternyata hanya ada tiga:

1. Purnama. Banyak penulis yang apinya padam di tengah jalan setelah menggebu-gebu beberapa hari sebelumnya. Sebab yang paling mendasar adalah mereka belum menemukan PURNAMA nya. Mereka belum menemukan alasan terbesar mereka untuk menulis ini. Buku ini akan membuat Anda menemukan 7 Purnama terbaik bagi seorang penyihir Aksara.

2. Ritual. Ternyata menjadi penulis itu bukan soal bakat. Namun bagaimana menjalankan ritual penyihir aksara yang terus diulang-ulang. Menjalankan ritual sakral yang menjadi syarat mutlak agar bisa mengeluarkan sihir aksara terdahsyat. Dalam buku ini pun ada 7 ritual yang saya berikan rahasianya pada Anda.

3. Mantra. Setelah menemukan purnama dan menjalani ritual, saatnya Anda melatih mantra Anda. Mantra yang sim salabim sekejap bisa mewujudkan impian Anda menulis buku. Menjadi penyihir aksara selanjutnya. Dalam buku ini ada 7 mantra yang sudah digunakan oleh penyihir aksara yang sudah melegenda. Kuasai mantranya, dan bersiaplah terlahir menjadi penyihir aksara berikutnya.

Begitu mudahnya menjadi penyihir aksara. Dan buku ini akan memandu Anda dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Buku ini sudah didesain dilengkapi dengan worksheet dan isian yang harus Anda corat-coret. Sehingga masterpiece berupa buku Anda pun akan lahir dengan sendirinya. Bahkan tanpa Anda sadari.

Salah satu resep ampuh dalam menulis buku adalah: Merubah tulisan menjadi bernyawa.

*Sihir Tulisanmu menjadi Bernyawa*

Baik mereka yang menulis fiksi maupun non fiksi, rata-rata masih memiliki penyakit yang sama. Membuat saya mengeriyitkan kening, lalu memutuskan untuk bosan dan tidak membaca lebih lanjut. Penyebabnya satu : Penulisnya MALAS menjabarkan perasaan tokohnya.

Contoh :

“Dia begitu marah, sangat marah sampai wajahnya memerah.”

“Dia bahagia sekali hari ini. Bahagianya hingga ubun-ubun.”

Seperti yang Anda tahu berikutnya, Saya bosan membacanya.

Come on guys, buat tulisanmu lebih bernyawa. Dan memberi nyawa pada cerita atau tulisan ini mudah sekali. Yang kamu lakukan cukup menjabarkan perasaan si tokoh.

Hmm... hanya itu?

Prakteknya bagaimana?

Jawabannya ada di *Mantra 3* Kitab Penyihir Aksara karya Brili Agung Zaky Pradika ini.

Untuk pemesanan buku ini, silakan klik
http://boleh.click/wa/AhmadWA