Senin, 29 Mei 2017

Tentang Munggah

MUNGGAH, PENGERTIAN & ASAL KATA
(Kalau ada yang "tanya" tentang "munggah"... Ini jawabannya...!)

Secara etimologi, "munggah" berasal dari bahasa Sunda, yaitu "unggah" yang artinya naik atau memasuki tempat lebih tinggi.

Menurut kamus Basa Sunda, kata unggah berarti : "kecap pagawean nincak ti handap ka nu leuwih luhur, naek ka tempat nu leuwih luhur" (Danadibrata, 2006).
(Kata kerja, beranjak dari bawah ke yang lebih atas, naik ke tempat yang lebih atas).

Di dalam Kamus Umum Bahasa Sunda (1992), munggah berarti hari pertama puasa pada tanggal satu bulan Ramadhan.

-------
Kata munggah dalam bahasa Sunda selalu dikaitkan dengan ibadah wajib.
Orang Sunda menyebut munggah haji, untuk Ibadah Haji, artinya secara lahiriah naik pesawat udara atau kapal laut dan secara batiniah menjadi haji mabrur.
Pengertian munggah dalam menyambut Ramadhan, yaitu memasuki bulan yang lebih tinggi derajatnya, yaitu bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan.

Mari kita munggah dengan sukacita...
Marhaban yaa Ramadhan...
Maafkan saya atas segala kesalahan dan kekhilafan...

Keep Learning

I NEED HELP AND IT'S OK

Ikat ilmu dengan menuliskannya. Cara menulis kan macam-macam ya. Bisa juga difoto lalu diaplod. Kenapa diaplod? Biar bisa dihapus dari memori hp yang sudah penuh. Hihi
Berikut ini adalah catatan belajar saat presentasi Dr Marshall Goldsmith.

Beliau mengungkapkan tentang "being vulnerable" sesungguhnya adalah strenght. Berkali-kali dalam
Latihan pairing, dikatakan "I need help, and it's OK."
Mengapa kita tidak mencapai apa yang ingin kita capai, kemungkinan adalah karena kita membutuhkan bantuan orang lain untuk mencapainya. Karena jika memang kita bisa melakukannya sendiri, kita mungkin sudah meencapainya.
Dalam rangka mencapai yang ingin kita capai, kita perlu melakukan beberapa hal ini:
1. Creating: apa yg perlu ditambah dalam diri kita? Kemampuan dan kebiasaan kita?
2. Eliminating: kebiasaan atau hal apa yang perlu dikurangi atau dihilangkan dalam diri kita?
3. Accepting: apa yg perlu diterima, yang tidak bisa diubah dalam diri kita?
4. Preserving: apa yang perlu diperlihara, dijaga dan dirawat dalam diri kita.
Dalam rangka melakukannya, kita kadang membutuhkan orang lain. Maka, mintalah. "I need help, and it's OK."
Setiap juara, pemimpin, siapapun, membutuhkan orang lain utk melakukan ini semua. Kata Goldsmith, ia  bahkan membayar seseorang slama 30 tahun terus menerus untuk bertanya hal yang sama pada dirinya, untuk memastikan perubahan ini terjadi.

Kadang kita terlalu terhanyut pada romansa "The Secret" (buku yang terkenal itu), bahwa kita cukup memvisualisasikannya saja. Padahal kita perlu membangkitkan awareness -->menjadikannya stimulus --> menciptakan perubahan.

Perubahan yang seperti apa? Kita perlu memahaminya dlm dunia dipengaruhi oleh internal dan eksternal:
1. Random world
2. The world creates me (spt skinner's law tentang stimulus dan response)
3. I create the world (saya saja yang bertanggung jwb thdp hal itu)
4. Mutual creation (of internal and external). I create my world and at the same time the world creating me. Musti diingat juga adanya fate and choice, the past that we cannot change.

#CatatanBelajar
#APAC2017Thailand
#DrMarshallGoldsmith

Tauhid Solution

*GIMANA RAMADHANNYA??*

Alhamdulillah kita bisa bersua dengan Ramadhan....

Alhamdulillah, banyakin ibadah karena semua berlipat pahala.

Mau tahu kenapa saya menulis, berbagi cerita dan menginspirasi orang?

Mau...

Iya, saya mau amal jariyah...termasuk di dalamnya menulis buku.

Alhamdulillah sekarang lagi proses finishing dan editing draft buku Total Solution yang saya ganti judul menjadi *TAUHID SOLUTION*

Semoga membangkitkan semangat kita lepas dari masalah dan meraih solusi-solusi nyata, tentunya dengan senjata Tauhid....

Ada yang mau memberikan testimoni????

Silahkan japri ke saya ya....

Sertakan nama_asal kota dan usaha/bisnis kalau ada. Status pekerjaan juga gpp.

Insyaallah akan saya muat di halaman testimoni.

Eh iya...dijapri aja ya...langsung ke no saya...

081809520065.

Terima kasih dan semoga dengan *Tauhid Solution* ini mengungkit kesuksesan kita baik di bumi dan di langit. Wow...

Salam

Mr Joss😀😀😀🙏

Ubi Pelangi

Rendy Rezha [ Founder, Trainer, Writer PPA ]

Ada kejadian yang buat saya senyum-senyum sendiri hehehe..

Gimana nggak coba?

Semenjak ngisi PPA yang sekarang alhamdulillah sudah lebih 600 angkatan dan ribuan kasus yang diajukan di papan tulis, baru kali ini ada peserta bapak-bapak yang mengangkat tangannya dan mengajukan keinginan..

"Mas tolong ditulis saya mau nikah lagi."

WHAT?!
Sontak saya yang sudah siap nulis harapan peserta langsung berhenti nulis dan senyum-senyum sendiri pasalnya satu kelas yang dihadiri 30an peserta semua tertawa bahkan bapak itu pun tertawa juga.

Tidak ada yang salah sih dengan keinginannya cuma ya kok berani-beranian ngomong didepan banyak orang.

"Ini beneran pak?" Tanya saya sambil senyum.
"Iya mas beneran." Jawabnya.
"Kalau boleh tau kenapa gitu pak pengen nikah lagi?"

Dan jawabannya membuat saya kaget.

"Mau ngetest Allah aja mas."

WHAT?! Hhhh... saya menghela nafas mencoba langsung menasihati saat itu namun saya urungkan. Nanti sajalah.. karena kalau diingatkan saat itu terkesan menghakimi. Biarlah Allah yang jelasin sendiri saya mah siapin diri aja untuk digerakan ngomong.

Hingga tibalah materi yang membahas tentang JEBAKAN ILUSI KEINGINAN.

"Kawan-kawan, hati-hati terjebak dengan keinginan kita sendiri yang memenjarakan kebahagiaan hidup kita. Jangan dipikir kalau Anda dapat yang sedang Anda kejar itu Anda akan senang selamanya. Tidak! Itu ilusi saja.. Bahagia itu bukan karena sesuatu tapi karena bisa menikmati apa yang ada. Kalau memusingi apa yang belum ada maka ngga akan pernah bahagia."

Saya jadi teringat kisah Abu Nawas yang memiliki istri sangat cantik di kampungnya. Setiap istrinya melewati sekelompok orang yang sedang berkumpul pasti semua mata menatap kepadanya. Mending tatapannya biasa aja.. tapi ini gimanaaa gitu.. dan digodain pula lagi.

"Beruntung banget ya Abu Nawas istrinya cantik. Ngga bosenin kali ya tiap hari kalau lihat dirumah.."

Tuh lihat.. pada ngayal aja kerjaannya.. padahal istri dirumah mereka ya ngga kalah cantiknya. Namun itulah manusia.. yanggg,,,, ah sudahlah hehe.. Nafsu terus yang dikedepankan.

Istri Abu Nawas akhirnya pulang dengan sedikit belari ke rumah dan nangis didepan Abu Nawas. Kemudian menceritakan apa yang dialaminya tadi di jalan.

Apa yang dilakukan Abu Nawas??

Dia malah beli ubi di pasar dan memotong-motong ubi tersebut kemudian dimasak dengan diberi warna yang berbeda-beda. Setelah masakan jadi dia memanggil orang-orang yang menggoda istrinya tadi untuk diajak makan bareng. Kalau kita mungkin sekalian dicampur sianida kali yah hehehe... ^^.

"Ayo silahkan dimakan jangan malu-malu.." Abu Nawas mempersilahkan tamunya untuk makan.

Masing-masing mendapatkan warna yang berbeda.. ada yang dapat warna kuning, merah, hijau dan ungu.

Nih perhatikan..
Lucunya adalah ketika yang mendapat warna kuning sedang makan dia melihat orang yang makan warna merah trus dia jadi mau tapi ngga berani.
Yang makan warna merah melihat temannya makan warna hijau jadi mau juga..
Yang makan warna hijau melihat temannya makan warna ungu jadi mau juga..
Yang ungu pun demikian, lihat warna merah jadi mau juga.

"Kenapa? Kalian ingin mencicipi menu yang lain? Silahkan saja.. saling mencicipi." Abu Nawas mempersilahkan.

Setelah mereka saling mencicipi wajah mereka keheranan dan mikir-mikir hehe.. kemudian mereka memberanikan diri bertanya kepada Abu Nawas.

"Maaf.. ini ko rasanya sama yah? Apa lidah saya yang salah?"

Abu Nawas yang mendengar pertanyaan itu tersenyum kecil merasa menang dan berkata.

"Ya memang rasanya sama.. semua hanyalah ubi namun saya kasih warnanya saja yang berbeda.

Ketahuilah kalian bahwa rasa istriku dan rasa istrimu dirumah itu SAMA SAJA yang beda hanya casingnya saja!"

Hahahaha.... ^^.
Selamat Anda tertipu ilusi Anda sendiri kawan hehehe..

Sontak semua peserta yang ada di kelas tertawa terbahak-bahak. Bahkan di kelas saat itu ada kawan saya yang istrinya memang 2 dan ketawa paling keras. Dia bilang...

"Hahahaha... iya mas bener rasanya sama aja. Malah nambah pusing! Hahahaha."

Dan tahukah Anda apa yang terjadi dengan si bapak tadi? :D

Dia ngga jadi nulis permintaan nikah lagi tadi di proposal cintanya, dia bilang..

"Kalau rasanya sama aja ya ngapain mas hehehe..."

Itulah sepenggal kisah saya saat mengisi private class PPA. Mau ditulis di www.polapertolonganallah.com cuma disini aja deh. ^^

Kawan..
Jangan tertipu ilusi-ilusi Anda sendiri yah. Jangan berpikir kalau Anda dapat sesuatu seneng selamanya. Nggak! Itu sementara trus hilang lagi dan muncul keinginan lainnya lagi yang menyita kebahagiaan Anda.

Saya mah nggak mempermasalahkan nikahnya lho ya hehehe.. Namun pesan saya jika memang siap untuk adil maka monggo saja. Adil dalam pandangan Allah bukan menurut nafsu Anda pribadi lho. Kasihan lah nasib orang lain kalau hanya jadi korban "UBI PELANGI" (nafsu/ilusi keinginan Anda saja). Efeknya bukan cuma Anda namun orang-orang yang Anda sayangi juga kena.

Kasus ini banyak banget soalnya yang datang ke saya. Bukan cuma untuk bapak-bapak. Mba-mba pun gitu... Maaf, punteeenn.... kalau sudah dateline kebanyakan prinsipnya "yang penting ada". hehehe..

Akhirnya siapapun yang datang mah hayuk aja.. sekalipun sudah punya keluarga. Nah kan, klop!

Yang laki-laki bawa "UBI PELANGI"nya sendiri yang perempuan juga bawa "UBI PELANGINYA" sendiri. Hehehe.. nanti deh saya bahas di materi "BUNGKUS dan ISI".

Oke.. diluar konteks nikah ^^.

Intinya adalah hidup Anda jangan dihabiskan dengan melihat rumput tetangga terus yang sepertinya lebih hijau. Tau kenapa rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri?

Karena mereka banyak syukurin kebunnya dengan disibukkan menyiram dan menanam. Sementara kita sibuk ngeliatin aja.. hehehe..

Setuju?
Share yang setuju yah biar ngga makin banyak orang yang mabok "UBI PELANGI".. ^^

Minggu, 28 Mei 2017

Type Penulis

MASUK TIPE PENULIS MANAKAH ANDA ?

Tipe Pembelajar Untuk Menjadi Penulis Produktif 

Terkadang seorang penulis mengalami kesulitan menyelesaikan naskahnya dikarenakan penulis tersebut tidak mengetahui dirinya ini tipe pembelajar yang mana. Sebaiknya kenali dahulu tipe pembelajar yang akan membantu  suasana hati dalam menyelesaikan naskah :

1. Tipe Pembelajar Auditif
tipe pembelajar yang sangattergantung dengan suara. Maka untuk merangsang kreativitas dalam menulis bisa dengan  memutar murotal, lagu kesukaan Anda atau langsung mengetik di suasana alam yang tenang dengan gemericik air sungai, kolam ikan, dll.

2. Tipe Pembelajar Visual
tipe pembelajar yang terangsang dengan adanya pemandangan. Maka buatlah ide naskah Anda dengan mind maping yang full colour dan gambar yang menarik. Cari suasana yang membuat mata Anda bermanja dengan keadaan sekitar, seperti mengetik di halaman rumah yang penuh dengan tanaman hias/ aneka bunga. Jangan memilih tempat yang kaku seperti menghadap tembok.

3. Tipe Pembelajar Kinestetik
tipe pembelajar yang bisa terangsang dengan melakukan kegiatan lain. Misal sambil menonton TV, bermain tenis meja, atau melakukan survey langsung ke suatu tempat agar mendapatkan sebuah ide dari perjalanan yang dilakukannya.

Nah, dari ketiga tipe pembelajar diatas Anda termasuk tipe pembelajar yang mana?

Selamat menjalankan ibadah puasa.

KMO Indonesia
https://web.telegram.org/#/im?p=@KMOClub

Tiesna

KMO Club

KMO Club:
Sebetulnya menulis itu tidak jauh beda dengan bicara. Coba deh kalau Anda bicara atau curhat pasti itu ide obrolan gak pernah habis kan? Apalagi kalau udah ngerumpi wuiihh sedepnyaaa, sampe lupa waktu. Apa aja di obrolin sampe mulut ini berbusa, herannya tetep aja bahan rumpian gak habis-habis.

Bedanya, kalau bicara itu mulut yang bekerja, nulis itu tangan yang bekerja 😁

Jadi intinya, untuk menjadi penulis itu kita harus peka. Peka terhadap lingkungan, peka terhadap potensi diri sendiri juga. Kenali potensi diri, setiap individu pasti punya kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain, dan itu bisa kita jadikan ide untuk menulis buku.

Lalu bagaimana caranya menulis buku Non Fiksi dari pengalaman?

1. Tulis minimal 10 pengalaman yang paling berkesan dalam hidup Anda.

2. Jika sudah, pilih dan tulis salah satu pengalaman yang paling mudah untuk dibahas. Menulis ide penting bangeeett untuk mengikatnya agar tidak lupa. Sepertinya sepele, justru ini yang paling penting dan banyak yang mengabaikan.

3. Langsung buat mind mappingnya untuk mengamankan agar si edi ehh ide tidak kabur kemana-mana.

4. Rajin keliling toko buku, lihat dan amati, sudahkah ide yang anda punya itu ditulis oleh orang lain? Jika sudah ada yang pernah nulis, baca buku tersebut cari kelebihan dan kekurangannya jangan langsung down...aahh udah ada yang bikin. Bandingkan isinya dengan ide yang Anda punya, optimis dong jangan belum apa-apa udah mengkeret nyalinya.

5. Banyak baca buku yang relevan dengan tema yang kita tulis, lakukan riset untuk mendapatkan data akurat dari tema tersebut.

6. Setelah itu...nulis, nulis, nulis dan nulis sampai naskah selesai.

7. Kalau mentok, banyak baca lagi, banyakin piknik lagi

8. Bawa ke penerbit.

Apa yang saya sampaikan ini bukan sekadar teori, tapi memang ini yang saya praktekkan. Supaya ide gampang kita dapatkan, banyak-banyak baca buku dan sering “baca” lingkungan.

Jumat, 26 Mei 2017

Tulisan Rezky Firmansyah

Coba deh perhatikan. Dan rencananya, saya akan menjadikan ini sebagai ebook. Siapa yang minat? Hihi.

Dari awal saya memang sudah ON FIRE untuk menulis. Karena apa? Karena saya punya STRONG WHY. Saya punya motivasi dan tujuan untuk mengikuti #30DWCJIlid5 Pertanyaan seperti ini pun sudah berulang kali saya tanyakan ke Fighter di feedback ataupun kelas online.

Nah PR-nya sekarang adalah, gimana agar pasca 30DWC semangat tetap ON FIRE? Ada 3 langkah yang akan saya berikan kali ini.

*1. Lanjutkan menulis tanpa henti*

Jika kamu memilih ini, semangat tentunya akan terus dibutuhkan. Dan terbukti, memang ada yang berhasil. Contohnya saja Fighter Daeng Masykur dari Balikpapan (Squad 10). Di pertengahan 30DWC Jilid 5 dia berhasil menorehkan rekor menulis 150 hari tanpa henti. Dan langkah itu dia mulai dari 30DWC Jilid 3 di Desember 2016. Saya juga pernah melakukan hal yang sama. Saya mulai dari 30DWC Jilid 1 hingga berlanjut ke hari ke 127. Masih kalah dengan Daeng. Salam hormat Daeng!

Bagi kamu yang ingin melanjutkan perjuangan di 30DWC Jilid 6 masih bisa loh. Akan dimulai 16 Mei 2017. Pendaftaran silakan langsung ke General Sari. Dengan penawaran spesial tentunya.

*2. Menulis dengan konsep kreatif baru*

Saya mengentikan menulis tanpa henti di hari 127 bukan tanpa alasan. Paling tidak ada 3 pendekatan yang membuat saya berhenti. Saya gunakan teknik EOQ, MRP, dan JIT. 3 teknik ini adalah pendekatan ekonomi yang secara kreatif saya kaitkan dengan menulis. Apa saja? Silakan baca di sini.

http://rezkyfirmansyah.com/2016/02/13/karena-30dwc-dan-3-pendekatan-saya-memutuskan-untuk-berhenti-menulis/ 

Selain melakuan “Refleksi Kreatif”, saya juga melakuan hal kreatif lainnya. Hari Minggu yang lalu, saya melawan ketakutan dari ketinggian dengan melakukan “Ngobrolin Karya di Udara”. Salah satu  mimpi dahulu yang akhirnya menjadi nyata. Alhamdulillah.

Silakan simak videonya di sini :
https://youtu.be/SzxnnuQxvy8

Kamu pun bisa melakukan hal yang sama. Kira-kira apa ya hal kreatif yang bisa dilakukan?

*3. Naik kelas dengan menulis buku pribadi*

Naik kelas, ini kuncinya.

Saya dulunya pun memulai dengan cara yang sama. Memulai dari catatan harian, lomba essay, buku antologi, buku pribadi, hingga mentor menulis.  LIhat, ada proses naik kelas.

Begitu pula dengan kamu. Jika merasa sudah siap, ayo ambil langkah untuk naik kelas. Salah satunya dengan menuliskan buku pribadi.

“Aku mau dong nulis buku pribadi. Ada programnya kah?”

Tenang saja. Inspirator Academy hadir untuk memberikan solusinya. Sebagai perusahaan yang berfokus sebagai solusi bagi para penulis, Inspirator Academy memiliki 4 program online utama.

*30DWC* : 30 Days Writing Challenge, dengan tujuan MEMBANGUN KEBIASAAN
*KECE & KETIK* : Kelas Cerpen dan Kelas Artikel, dengan tujuan fokus mengembangkan tulisan selama 14 hari
*MMO* : Mentoring Menulis Online selama 30 hari, dengan tujuan menulis buku pribadi
*BBC* : Bikin Buku Club, workshop 2 hari 1 malam dengan tujuan menulis buku pribadi

Nah kamu tinggal memilih ingin naik kelas ke yang mana?

Ohya, ada satu rahasia lagi agar semangat tetap ON FIRE dan bisa menulis lebih baik lagi. Teknik ini biasa saya berikan ketika sesi feedback di grup non fiksi ataupun grup menulis lainnya. Yaitu teknik self-coaching.
Apa pertanyaan self-coachingnya? Kamu silakan baca dengan tenang dan mengisi secara online di sini 
http://bit.ly/LEO30DWCJilid5

*Karena menulis ada proses pembelajaran tanpa henti, maka jangan biarkan langkah kamu terhenti di sini.*

Yuk share dong, kira-kira apa yang kamu lakukan setela 30DWC Jilid 5. Kita share ide sampai pukul 20.30 WIB ya. Baru dilanjutkan sesi diskusi.