Rabu, 26 Juli 2017

KBBI dr Dudy

■ Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
*kapital yang benar*

Pondasi itu tidak kuat. FONDASI ini kuat dan lebih kuat daripada pondasi itu. Jadi, gunakan fondasi ini seterusnya.

Anda salah memilih karir. Padahal, di luar sana ada banyak karier. Pilihlah KARIER yang sesuai dengan bakat dan minat Anda.

Orang yang katanya handal belum tentu andal. Kita memerlukan banyak orang sungguh-sungguh ANDAL yang bisa kita andalkan.

Jangan andalkan ijasah semata. Namun, IJAZAH tetap penting. Ijazah tetap diperlukan.

Anda tidak perlu antri. Tapi biasakan ANTRE. Budayakan antre. Itu artinya Anda tertib.

■ Anda ingin aktif? Perbanyaklah AKTIVITAS Anda. Hilangkanlah aktifitas yang tidak perlu.

Agar efektif, kita memerlukan EFEKTIVITAS. Bukan efektifitas.

Ayah dan ibu kita adalah ORANGTUA kita. Orang yang berusia 60 tahun ke atas adalah ORANG TUA. Jadi jika orangtua kita berumur 65, mereka adalah orang tua. Orangtua belum tentu orang tua. Begitu juga sebaliknya. Orang tua belum tentu orangtua.

Buang nafas. Tarik napas.

Saya tidak punya hutang. Tapi UTANG saya banyak.

■ Salah do'a bisa menyebabkan DOA Anda tidak dikabulkan. Doa yang benar akan didengar dan dikabulkan. Apa doa Anda hari ini?

APOTEK adalah tempat kerja apoteker. Apoteker meramu dan menjual obat di apotek. Lalu, apotik tempat kerja siapa?

Tolak ukur ditolak karena TOLOK UKUR diterima.

Indonesia memiliki lebih dari 30 PROVINSI. Tidak ada satupun propinsi di sana.

Saya tidak memungkiri, saya pernah menggunakan kata pungkir/dipungkiri. Ternyata saya salah. Sekarang giliran Anda. Anda pasti pernah memakai kata dipungkiri juga, kan? Jangan MUNGKIR, karena itu tidak bisa DIMUNGKIRI.

■ Silakan Anda periksa kata silahkan di kamus. Mungkin ada. Mungkin tidak ada. Jika ada, pasti bukan bentuk bakunya. Jadi, mulai hari ini silakan gunakan kata SILAKAN seterusnya.

Dr. Aang kini PRAKTIK di RS ini. Dia sudah lama tidak praktek di RS itu.

Jika Anda berfikir bahwa fikir itu tepat, Anda perlu BERPIKIR kembali. Fikir itu sesat. PIKIR itu tepat. Pikir (ucapkan dengan gaya Cak Lontong).

Tulisan ini bukan nasehat besar. Ini hanya sebuah NASIHAT kecil untuk saling MENASIHATI agar kita menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Tulisan ini sekadar untuk mengingatkan SEKADARNYA bahwa sekedar itu kurang tepat.

■ Kata benda (nomina) majemuk dalam Bahasa Indonesia pada umumnya ditulis terpisah. Misalnya, kamar mandi, rumah makan, dst. Ada pengecualian. OLAHRAGA ditulis dalam satu kata. Alasannya lucu. Jika ditulis terpisah (Olah Raga), Pekan Olahraga Nasional (PON) akan menjadi Pekan Olah Raga Nasional dan kependekannya adalah PORN. Anda tahu artinya, kan? Hihihi. 😊😊

■ Anda belum paham jika masih menggunakan kata faham. PAHAM ?

Angin ber(embus) dengan kencang. Hembus/hembusan/berhembus pun akhirnya hilang, ditelan kencangnya EMBUSAN angin.

Rubah, merubah, dan dirubah harus diubah dengan UBAH , MENGUBAH, dan DIUBAH. Kecuali berubah.

Bukan kami tidak mau bersilaturahim, karena kami diajarkan hanya untuk BERSILATURAHMI .

Anda mungkin bisa tidak perduli dengan diri sendiri, tapi Anda harus PEDULI dengan orang lain.

■ Anda adalah ANDA, bukan anda. Di manapun Anda berada, tetap Anda. Anda, di awal, adalah Anda. Di tengah, Anda tetap Anda. Di belakang, Anda tetap Anda.

Belajar bahasa itu enggak asik, tetapi ASYIK .

Rasa sukur tidak ada. Yang ada adalah rasa SYUKUR . Bersyukurlah.

Jika yang Anda maksud adalah segala sesuatu yang diberikan oleh Tuhan, buanglah rejeki atau rizki Anda. Tapi bersyukurlah atas REZEKI yang Anda terima.

Kita tidak memerlukan survey mereka. Kita bisa melakukan SURVEI atau SURVAI sendiri.

Jadilah orang SALEH . Jangan jadi orang salih, soleh, apalagi sholeh. Nanti Anda bisa salah.

■ Hai, kamu
Ya, kamu yang di sana
Tahukah kamu
Kamu telah mencuri perhatianku
Tapi aku bahagia
Simpanlah dia selamanya
Jika kamu mau

Hai, kamu
Ya, kamu yang di sana
Tahukah kamu
Kamu telah mencuri hatiku
Tapi aku bahagia
Simpanlah dia selamanya
Jika kamu mau

Hai, kamu
Ya, kamu yang di sana
Tahukah kamu
Kamu telah mencuri pikiranku
Tapi aku bahagia
Simpanlah dia selamanya
Jika kamu mau

Simpan semua itu
Karena telah kurelakan
PERHATIAN , HATI dan PIKIRANKU
Hanya untuk kamu

■ Iseng menjelang maghrib

"ENGGAK " enggak salah. Yang salah "nggak".

Saya mengimbau untuk tidak lagi menggunakan kata himbau, menghimbau, atau himbauan. Ini adalah IMBAUAN tentang penggunaan kata yang lebih tepat: IMBAU.

Aku terpesona bukan karena kamu mempesona tapi karena kamu MEMESONA.

Dia tidak ada disini tapi DI SINI dan tidak juga disana tapi DI SANA.

Kita tidak memerlukan analisa; kita memerlukan ANALISIS . Jadi kita harus MENGANALISIS, bukan menganalisa.

■ "The ability to write a successful essay begins with the ability to write a strong paragraph." -- Anonymous

Jangan pernah sepelekan kemampuan menulis sebuah paragraf yang baik dan benar. Kemampuan itu adalah prasyarat untuk kemampuan berikutnya: menulis esai. Dengan kata lain, jangan harap bisa menulis sebuah esai jika kita belum bisa menulis sebuah paragraf (dalam academic writing) dengan baik dan benar.

Kebanyakan calon penulis sering kali ingin segera bisa menulis esai atau artikel, sementara kemampuan menulis paragraf belum terasah. Kemampuan menulis harus dilatih secara bertahap, mulai dari paragraf, esai dan seterusnya. Jadi, jika ingin belajar menulis, mulailah dari sana. Pahami apa itu paragraf dan pelajari cara mengembangkan sebuah paragraf (secara akademis).

Paragraf adalah sekumpulan kalimat dengan satu ide pokok. Berapa kalimat? Ada yangmengatakan sebuah paragraf terdiri dari 5-10 kalimat. Ada yang mengatakan 8-12 kalimat. Bahkan ada yang mengatakan tidak kurang dari 13 kalimat tetapi sebaiknya tidak lebih dari 250 kata. Selain itu, paragraf terdiri dari tiga bagian: Kalimat Pokok/Utama (Topic Sentence), Kalimat Pendukung (Supporting Sentences), dan Kalimat Penutup (Concluding Sentence).

Menulis Topic Sentence juga memerlukan banyak latihan. Bagi sebagian orang, menuliskannya tidaklah mudah. Begitu juga dengan dua bagian lainnya. Ingin bisa menulis paragraf yang baik dan benar? Ayo gabung dan belajar bersama di Komentar (Komunitas Menulis Tangerang Raya).

Senin, 24 Juli 2017

Pelajaran Dari Adi Triasmara

*“SAH”: Kunci Rahasia Selesaikan Naskah*

Setiap orang pasti punya motifnya masing-masing dalam menulis. Betul?

Ada yang menulis karena…
- sekedar hobi
- mengisi waktu luang
- mengekspresikan perasaan
- dll

Nah, apapun motif dasar kita dalam menulis, saya tuh yakin kalo sebenarnya tulisan kita punya potensi dijadikan sebuah BUKU. Kita memiliki potensi untuk menjadi seorang PENULIS.

Yakin deh. *Nulis itu bukan masalah bakat kok, lebih ke masalah PEMBIASAAN.*

Sip ya?

Nah, masalahnya…

Sebelum mengubah tulisan kita menjadi sebuah buku yang kelak manfaatnya bisa dirasakan orang banyak, kita perlu bikin yang namanya nastar.

Eh, kok nastar sih. Hehehe.. 😅

Sorry, salah. Saya ulang.

Sebelum mengubah tulisan kita menjadi sebuah buku yang kelak manfaatnya bisa dirasakan orang banyak, kita perlu bikin yang namanya *N.A.S.K.A.H.* Yes, kita perlu punya sebuah *NASKAH* buku.

Semua buku berawal dari naskah. Kecuali buku nikah. Sepertinya kita lebih butuh calon, daripada naskah untuk buku yang satu ini. #SAH? Wkwkwk..

Gitu ya?

Kalo mau nerbitin buku ya siapin naskahnya dulu. InsyaAllah paham ya?

Sippp.. Lanjut! 😊

Nah, masalahnya (lagi)… banyak orang yang *kesulitan menyelesaikan naskah.*

Banyak penyebab kenapa kita kesulitan menyelesaikan naskah. Misalnya…
- buntu ide
- kesulitan bagi waktu
- hilang semangat
- dll.

*Coba bayangin…*

Dah pengen banget nerbitin buku, pengen banget jadi penulis, tapi naskahnya nggak selesai-selesai. Sakit banget ‘kan rasanya?

Ditambah lagi pengen nikah tapi belum ada yang ngajakin #SAH. Duh, pedih! :(

Tapi, tenang! Di kelas online malam ini, saya akan share satu *RAHASIA*.

Satu rahasia yang saya pakai untuk menyelesaikan naskah buku *SIMPLE & EASY ENGLISH* yang InshaaAllah akan mulai proses Pre-Order tanggal 31 Juli 2017 besok. 9 HARI LAGI!

Anyway, for your information, dari target menyelesaikan naskah 90 hari pada program BBC (Bikin Buku Club) – Inspirator Academy, berkat bimbingan dan arahan mas @BriliAgung, saya menyelesaikan naskah saya dalam waktu 63 hari. Yayyy! 😃

Saya mulai nulis naskah buku *SIMPLE & EASY ENGLISH* ini dari NOL pada tanggal 3 September 2016, dan selesai 150 halaman A4 pada 4 November 2016. Alhamdulillah…

Okay, langsung aja. Ini dia rahasianya!

Eh, lupa. Ini *RAHASIA* ya! Ssstttt… Jangan bilang siapa-siapa. Cuma buat kamu aja! Hihihi… 🤓👍🏻

***

*SAH! Inilah Rahasia Menyelesaikan Naskah!*

Mungkin kamu bingung apa itu SAH.

Mungkin juga kamu yang jomblo jadi baper karena lagi malem Minggu gini kok bahas SAH. Hehehe.. Tenang. Saya jelaskan ^^

#SAH ini adalah singkatan dari… *SEBUAH ALASAN HAKIKI*

Yes, untuk menyelesaikan naskah, kita perlu yang namanya sebuah alasan hakiki. Kalo menurut KBBI, *“Hakiki”* tuh artinya *”benar; sebenarnya; sesungguhnya”*

Jadi, buat menyelesaikan naskah, kamu butuh sebuah ALASAN YANG KUAT. Sebuah ALASAN YANG BENAR. Sebuah ALASAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH.

Jawab pertanyaan ini:
*“KENAPA SAYA HARUS MENYELESAIKAN NASKAH SAYA?”*

Paham?

Sip! Biar makin paham, saya jelaskan lebih lanjut…

Banyak orang yang menulis naskah, mulai dengan pertanyaan *WHAT*: “Naskah APA ya yang harus saya tulis?” 🤔

Setelah itu, mereka lanjut dengan pertanyaan *HOW*: “Hmm.. BAGAIMANA ya cara saya menyelesaikan naskah saya?” 🤔

Nggak salah memang, tapi saya percaya bahwa *#SAH*, pertanyaan *WHY* ini, jaaaaaaauuh lebih penting. *PENTING BET!*

Kenapa…
Kenapa…
Kenapa…

Di buku saya, *SIMPLE & EASY ENGLISH*, saya juga bahas hal ini (Ups! Bocoran!).

Saya ibaratkan pertanyaan WHY ini seperti bensin pada mobil.

WHY sebagai *bensin*.
WHAT sebagai *jenis mobil*.
Dan HOW sebagai *cara mengendarai mobil*.

Sebagus apapun mobil yang kita naiki (WHAT), sehandal apapun skill kamu dalam mengendarai mobil (HOW), kalau nggak ada bensinnya (WHY), ya nggak jalan. Betul?

Paham ya?

Sippp. Keren! 😊👍🏻👍🏻

*SEBUAH ALASAN HAKIKI*, bagi saya pribadi, adalah *sumber motivasi terbesar* untuk menyelesaikan sebuah naskah.

Alasan setiap orang tentu berbeda-beda. Saya pun punya ALASAN saya sendiri KENAPA saya harus menyelesaikan naskah saya.

WHY?
*Kenapa saya harus menyelesaikan naskah saya?*

Sekedar sharing, inilah #SAH saya saat mulai menulis naskah buku *SIMPLE & EASY ENGLISH*:

*Pertama,* saya ingin membahagiakan orang tua. Membuat mereka bangga dengan menjadi orang pertama di keluar besar yang bisa menulis buku dan diterbitkan secara nasional.

*Kedua,* saya ingin berbagi ilmu dan manfaat kepada lebih banyak orang yang ada di Indonesia. Dengan selesainya naskah saya dan diterbitkan secara nasional, saya akan dapat kesempatan untuk berbagi pada lebih banyak orang. Kelak InshaaAllah menjadi ilmu yang bermanfaat bagi sesama.

*Ketiga,* saya ingin menunjukkan pada adik, saudara, dan murid-murid saya (saya adalah guru SMP), bahwa “EVERYTHING IS POSSIBLE!”.

Saya ingin mereka tumbuh dengan IMPIAN mereka dan KEPERCAYAAN bahwa impiannya kelak akan menjadi kenyataan. Sama seperti saya yang Alhamdulillah bisa menggapai impian saya menjadi seorang penulis.   

Proses menulis naskah memang nggak mudah. Banyak tantangannya, banyak rintangannya seperti yang saya bilang di atas.

Tiba-tiba hilang ide, muncul rasa malas, susah membagi waktu, dan lain sebagainya. 😭

Saya pun juga merasakannya. Saya nggak akan bohong. Saya nggak munafik.

Tapi, saat saya mulai malas, saat saya mulai lelah, saat saya mulai ingin menyerah… Saya ingat-ingat lagi…

Saya ingat lagi *KENAPA SAYA MEMUTUSKAN* untuk menulis buku…

Saya ingat-ingat lagi *ALASAN SAYA* mulai menggarap naskah…

Saya ingat-ingat lagi *SEBUAH ALASAN HAKIKI* yang saya punya…

Alhasil, semangat mulai menggelora kembali :) Alhamdulillah…

***

Coba deh kamu bayangin…

😊 Dengan punya *#SAH*, kamu bisa terus punya semangat buat nulis.

😊 Dengan punya *#SAH*, kamu nggak gampang nyerah kalo tiba-tiba hilang ide.

😊 Dengan punya *#SAH*, kamu mau bangkit melawan rasa malasmu.

😊 Dengan punya *#SAH*, kamu akan berusaha meluangkan waktu untuk terus menulis.

😊 Dengan punya *#SAH*, kamu akan menikmati proses menulismu.

Nah, sekarang. Coba cari tahu… Apa #SAH yang kamu punya? :)

***

Wah, panjang juga yah! Hehehe… Biar panjang, tapi mudah-mudahan mencerahkan dan memberi manfaat yaa ^^ Aamiin… 🙏🏻

Anyway, itu aja yang bisa saya share di kelas malam ini. Intinya, temukan lah #SAH mu sendiri.

Nggak harus satu. Boleh dua, tiga, empat, lima, dan seterusnya. *Makin kuat #SAH nya, makin besar efeknya.*

Gitu ya?

Semangattttt! ^^

○ Tiap orang punya hambatannya masing-masing. Bagi saya pribadi, saat menyelesaikan naskah buku 'SIMPLE & EASY ENGLISH' saya kemarin, hambatan terbesar adalah masalah manajemen waktu dan energi.

Ini sekaligus menjawab pertanyaan berikutnya tentang mengatur waktu dari mas Rama ya.

Bagi saya, kalau mau menyelesaikan naskah, kuncinya satu:
*LUANGKANLAH WAKTU UNTUK MENULIS, bukan menulis di waktu luang.*

Kalau menulis di waktu luang, kita nggak akan punya waktu luang. Atauuu... Kita MENGANGGAP bahwa kita nggak punya waktu luang.

So, solusinya adalah luangkanlah waktu. Lihat lagi slot waktu yang kita punya. Lihat lagi rutinitas harian kita gimana. Siapkanlah diri untuk bangun lebih pagi atau tidur lebih malam. Saya sendiri, memilih opsi yang pertama yaitu bangun lebih pagi.

Saya menulis di pagi hari sebelum memulaii aktivitas keseharian. Bagi saya, ini bekerja dengan baik. Kenapa? Karena saat pagi hari, pikiran masih FRESH dan badan belum lelah.

Intinya itu. LUANGKANLAH WAKTU, bukan menulis di waktu luang. Beda tipis, hasilnya jauh beda :)

○ Waalaikumsalam. Salam kenal Mba Sri. Solusinya, bagi saya pribadi, adalah dengan semakin sering berlatih. Semakin banyak menulis dan menulis. Kalau mentok, perbanyak referensi. Perbanyak baca. Dengan banyak baca, biasanya kita akan punya banyak bahan untuk ditulis. Dan dengan semakin banyak berlatih dan menulis, maka akan semakin baik pula gaya kepenulisan kita.

○ Apa aja yang nyaman buat kita. Bisa puisi, bisa karangan cerpen, bisa biografi. Apapun yang bikin kita ENJOY jalaninnya. Saran saya, bikin blog juga. Rajin lah nulis di blog. Saya Alhamdulillah karena rajin nulis di blog pribadi saya aditriasmara.com, beberapa bulan yang lalu "ditemukan" oleh editor salah satu penerbit besar di Solo dan ditawari untuk menggarap naskah ^^

○ Yes, saya memang mendalami dunia belajar bahasa Inggris selama kurang lebih 8 tahun ke belakang. Itu bidang yang saya KUASAI.

Buat saya, yang ideal adalah gabungan antara hal yang kita KUASAI dan hal yang kita SUKA. Tulis deh. Kenapa hal yang kita KUASAI? Ya biar nulisnya nggak ngaco. Biar tulisannya nggak "kosong". Kenapa hal yang kita SUKA? Ya biar kita ENJOY nulisnya. Biar nggak stress.

Lebih baiknya lagi: HAL YANG KITA KUASAI + HAL YANG KITA SUKA + HAL YANG DIBUTUHKAN BANYAK ORANG. Dibutuhkan banyak orang karena ujung2nya naskah akan kita ajukan ke penerbit, dan pasti penerbit berpikir masalah penjualan yang erat kaitannya dengan potensi pasar.

Kalau mau membangun HABIT menulis sih bisa dengan apa saja. Pengalaman pribadi pun boleh. Tulis aja di sosial media. Boleh ^^

○ Saran saya, SAH nya jangan cuma mikirin pribadi aja. Tapi bikin SAH yang terkait juga sama orang lain. Kalau pribadi, misalnya "saya mau kaya". Boleh kok. Nggak salah. Tapii, biasanya kalau dikaitkan dengan orang lain juga, menurut pengalaman saya pribadi, efeknya lebih besar. Misal, "Saya mau nulis biar buku saya terbit nasional dan saya bisa membantu saudara-saudara saya yang ada di seluruh Indonesia untuk paham tentang hal yang saya tulis." Ini contoh aja.

○ Perlu sekali. Hehehe... Minimal, kalau saya, 3 orang. Mereka bertindak sebagai proof reader sebelum naskah saya kirim ke penerbit. Tugasnya ya memberi masukan dan megoreksi naskah kita dalam hal teknis. Kalau ditanya perlu atau tidak, bagi saya ya perlu banget.

○ Hallo, salam kenal juga mba. Boleh beda-beda, kok. Bebas. Nggak ada aturan yang mengharuskan satu tema. Tapi... Kalau saya pribadi, saya akan lebih memilih untuk fokus pada maksimal 3 hal (yang masih berkaitan). Kenapa? Agar orang yang berkunjung ke blog kita nggak bingung "kita itu siapa". Blog saya pribadi, temanya ada 3: Bahasa Inggris, Public Speaking, dan Self-Development.

Buat awal-awal, bebas nggak apapa. Tapi ke depannya, saran saya fokus mba. Itu kalau dari saya pribadi sih.

○ Bedakan waktu nulis dan waktu editing. Tulis aja semua. Tuangkan semuanya dulu sampai benar-benar habis. Kuras semua ide, tumpahkan semua dalam kata-kata. Setelah itu, biarkan beberapa hari. Kemudian, buka lagi naskahnya, baca lagi. Kalau memang harus dihapus ya hapus. Kalau nggak ya nggak usah. Biar nggak ragu, jangan pakai kacamata sendiri dalam lihat naskah. Minta orang lain kasih pendapat.

○ Untuk menutup kelas ini, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih banyak sudah meluangkan waktunya untuk nyimak materi #SAH di malam ini.

Saya doakan semoga kamu bisa segera menyelesaikan naskahmu ya! Aamiin 🤓

Oiya, sebagai penutup. Saya juga punya tantangan.

Silahkan ambil secarik kertas dan pena.

Tuliskan #SAH yang kamu punya. Alasan kenapa kamu HARUS menyelesaikan naskahmu.

Kalau sudah, boleh di foto dan di upload ke social media yang kamu punya. Kenapa? Biar banyak yang doain biar naskahmu cepet beres ^^

Nanti kamu bisa mention saya di Facebook ‘Adi Triasmara’ atau Instagram @aditriasmara.

Saya pamit,

Wassalamualaikum! 😊🙏🏻

Selasa, 18 Juli 2017

Arafat channel


Kita semua pasti merasa sangat beruntung telah memanfaatkan handphone dengan bijak dan penuh makna. Karena itu ajak sahabat dan keluarga agar mereka juga merasakannya.

Niatkan mengikuti perintah Nabi dalam hadist ini,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِه

"Seseorang baru disebut beriman, jika ia senang apabila saudaranya menerima kenikmatan seperti kenikmatan yang ia peroleh juga"

Cukup copy gambar di bawah ini dan share di media sosial dan group kita masing-masing ya ☺️

Bagi Anda saudaraku semua yang telah sukses menaklukkan puasa fardhu Ramadhan, dan puasa enam hari sunnah, maka di hari kedelapan Syawal ini izinkan kami ucapkan Selamat kepada Anda.

Karena menjalankan kefardhuan bukti kepatuhan kita kepada Allah, dan menjalankan kesunnahan bukti kepatuhan kita kepada Rasulullah.

Bukankah hidup ini memang diperuntukkan untuk Allah dan Rasul-Nya?

From Ippho

Ippho Santosa - ipphoright:
Kaya itu bukan soal akumulasi harta, melainkan distribusi harta. Hendaknya begitu.

Bank Dunia memetakan adanya ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi yang mencolok di Indonesia, di mana 1% penduduk menguasai 40% sampai 50% kekayaan nasional. Ini bukan saja mencolok, tapi mengerikan!

Hati-hati, ketimpangan ekonomi akan memicu kemarahan, kebencian, juga kriminalitas dari si miskin terhadap si kaya. Bagai bom waktu saja. Tak heran, kericuhan kecil bisa membesar karena bergeraknya dan berkumpulnya kaum yang disebut-sebut marginal ini.

"Dalam kekuatan yang besar, tersimpan tanggung-jawab yang besar," ini pesan moral dari film Spiderman (generasi awal). Ya, tanggung-jawab yang besar. Terutama kalau kita menjadi orang kaya.

Menurut riset yang digelar oleh ilmuwan dari Amerika dan Inggris, ditemukan bahwa ketika kelompok elit kian kaya, maka 99 persen manusia lainnya (yang tidak kaya) di bumi justru semakin tak bahagia. Lho kok gitu?

Ya begitu. "Studi kami menunjukkan, secara rata-rata, tingkat kepuasan hidup akan turun ketika si kaya semakin kaya," tulis para peneliti dalam riset bertajuk "Top Incomes and Human Well-Being Around the World" dan disarikan kembali dalam The Guardian.

Jan‐Emmanuel De Neve dan Nattavudh Powdthavee, dua ilmuwan dalam riset itu, menulis bahwa penelitian mereka bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh meningkatnya harta segelintir orang paling kaya di dunia dan dampaknya terhadap kondisi manusia secara keseluruhan.

Itu faktanya. Terus, apa solusinya?

"Produksi sebesar-besarnya, konsumsi sekedarnya, distribusi seluas-luasnya," itulah seruan saya sejak dulu. Yang namanya manusia mesti produktif. Namun yang dipakai seperlunya saja, nggak konsumtif. Dengan demikian, akan banyak yang tersisa. Nah, sisanya ini didistribusikan seluas-luasnya. Berbagi.

Tak perlu menuding si A atau si B. Mulai saja dari diri kita dan keluarga kita. Setelah itu, kita ingatkan dan ajak yang lain. Sekian dari saya, Ippho Santosa (silakan ajak keluarga bergabung ke channel Telegram @ipphoright).

Jumat, 14 Juli 2017

Munawar Talk #5

Munawar:
#PowerOfMELEPAS
#SUNATULLAH
#BeraniMenerimaBeraniMelepas
#BerkahBerbagiHaramain

Sejatinya Melepas itu Sunatullah,  bagian dari KEBERATURAN Alam Semesta,  apabila keluar dari keberaturan tersebut,  maka menimbulkan KEHANCURAN, sebagaimana salah satu Planet keluar dari poros peredaran Tata Surya,  maka akan terjadi sebuah KIAMAT....

Ketika kita BERNAFAS menghirup udara , maka harus dilepaskan kembali,  jika kita menahan nafas kita,  apa yang terjadi?,  SESAK bukan?, apalagi klo fungsi saluran nafas itu terganggu,  benar2 tidak dapat bernafas,  ujungnya KEMATIAN...

Ketika kita MAKAN setiap hari,  lalu tidak bisa Buang Air Besar selama seminggu,  apa yang terjadi?,  perut SAKIT melilit bukan?, bahkan klo terus dibiarkan sebulan lamanya akan mengakibatkan KEMATIAN ,  biasanya pertolongan pertama yang di lakukan dokter,  melubangi bagian perut si pasien,  agar bisa normal kembali buang air besar melalui saluran buatan yang di lubagi dari perut...

Ketika kita BEROLAHRAGA untuk kesehatan,  lalu Pori2 tubuh kita,  tidak bisa mengeluarkan KERINGAT, apa yang akan terjadi?,  tubuh kita akan mengendapkan banyak RACUN dalam tubuh, mengakibatkan KELUMPUHAN...

ketika sebuah BENDUNGAN yang ALIRAN  pembuangan air yang belebih  TERSUMBAT oleh kotoran yang menganjal ,  dan tidak segera di BUANG, maka tanggul bendungan akan Jebol dan airnya akan terbuang...
====================================

Setiap Analogi diatas  semuanya  berlaku pada REZEKI juga....

Rezeki pun adalah Sunatullah,
Ketika kita menerima Rezeki,  sunatullahnya memang harus di bagikan,  di lepaskan sebagian rezeki yang kita punya,  sebagainana dalam konsep yang sering kita bahas dan kita praktekan #BeraniMenerimaBeraniMelepas.....

Di dalam REZEKI kita,  terutama berkenaan dengan HARTA , tidak semuanya bersih HALAL terdapat juga sebagian besar Harta yang HARAM,  mungkin dari hasil menipu,  korupsi,  RIBA, mendapatkan Harta itu dengan mendzalimi banyak orang,  itulah yang kita sebut dengan "KOTORAN HARTA"....

Akibatnya kotoran Harta itu makin lama akan menyumbat ALIRAN REZEKI kita,  dan apabila dibiarkan tersumbat terus menerus maka TANGGUL BENDUNGAN Rezeki akan JEBOL,  dan Harta kekayaan yang sudah terkumpul sekian lama,  terbuang  tanpa sisa,  mengaliri LADANG Rezeki orang2 yang di sekitar bendungan Rezeki yang Jebol tersebut..

Nah Loh...
Jangan2 banyak diantara kita,  Hartanya Jebol Ludes,  karena memang tidak mau BERBAGI dan MELEPAS...

Dan ALLAH ambil kembali Bendungan Rezeki mereka untuk diberikan kepada yang lebih berhak dan AMANAH...

Mau REZEKI nya LANCAR...?!

Sudahkah Kita MELEPAS...?
Sudahkan Kita BERBAGI....?
Sudahkan Kita AMANAH...?

Klo belum jangan banyak TANDA TANYA sama ALLAH,  kenapa REZEKI kita TERBATAS....

Sudah jelas kita sendiri yang membatasinya,  menyumbatnya,  membiarkan Rezeki kita Jebol,  tertumpah,  sehingga orang lain yang kebagian,  kita tidak mendapatkan apa2...

Semakin lama kita menahan Rezeki yang ada ,  semakin lama pula mendapatkanya tambahan Rezeki lainya....

Yuk , sudah saatnya kita kembali kepada SUNATULLAH....

Allah bi Shawab
#MunawarTalk
#TheAllahWay

#MuhasabahDiri

JATI DIRI SESUNGGUHNYA

Ketika kita  yakin sudah melakukan suatu kebaikan,  di saat yang sama orang berburuk sangka terhadap kita,  lalu kita merasa resah dan galau akan sikap dan perkataan mereka...

Coba cek lagi kedalaman hati kita,  apakah kita sudah Total Bergantung kepada Allah,  atau masih bergantung kepada penilaian manusia yang mereka pun pastinya memiliki keterbatasan...

Karena keterbatasan itulah,  justru manusia banyak menilai , berburuk sangka,  merasa paling benar,  fokus dengan kesalahan orang dan melupakan kapasitas diri...

Yang jadi pertanyaan,  sebelum menilai seseorang,  sudahkan kita berbuat sesuatu buat Allah,  buat umat atau minimal buat diri sendiri?...

Berkaca apa yang kita miliki?,  bahkan DIRI inipun bukan milik kita sendiri,  ada Sang Maha Pemilik Segalanya,  lalu kenapa kita merasa SOK TAU DIRI?....

Mau bukti klo kita tidak memiliki apapun bahkan diri sendiri...?.

Di saat sakit parah ,  dan tidak ada yang sanggup menolong dokter sekalipun ,  hidup di ujung maut,bahkan UANG pun tiada berarti,  disitu kita akan tau siapa diri ini....

Lemah tak berdaya,  hanya seonggok daging yang tidak berguna,  yang akan membusuk,  mebuat BAU sekitar kita...

Masih berfikir bahwa diri ini HARUM?, 
Dengan menebar Bau Aib saudara Muslim kita..

Ketika butuh saudara Muslim kita kawan,  karena di saat kita sudah Bau menjadi BANGKAI,  merekalah yang MEMANDIKAN, MENGAFANI, MENGUBURKAN Jenazah kita,  bahkan mereka lah yang selalu mengirimkan DO'A yang mendinginkan panasnya Siksa API NERAKA....

Astagfirullahaladziim.... 3x

Inilah JATI DIRI kita sesungguhnya,  tiada lain Hanya SEONGGOK DAGING, yang akhirnya akan menebarkan BAU BUSUK...

Lalu siapakah diri ini,  yang selalu Mengungkap AIB saudara kita,  seperti memakan bangkai saudara sendiri,  toh pada akhirnya,  giliran kita yang akan jadi BANGKAI...

Ya Rabb Lindungi kami dari Siksa Api Neraka..
Ijinkan kami bisa Mencium Harun Syurga-Mu..

Allah Bi Shawab
#MunawarTalk
#TheAllahWay

Munawar Talk #4

Munawar:
#CaraLangitBebas Hutang

Cara-03

Maka BERTAKWALAH,  Pertolongan Allah akan datang

#MASALAH Bukanlah MASALAH

Masalah kehidupan bukankah "masalah" itu sendiri, tapi Masalah sesungguhnya adalah ketika Kita "Bermasalah" dengan SANG PEMBERI PERTOLONGAN ....

Maka Pertolonganpun tidak akan pernah datang,  bagaimana akan ada solusi?

Lalu Bagaimana supaya Pertolongan Hadir dan masalah segera selesai...?

Cukup Bertakwalah ; yaitu dengan Menjalankan Perintah-Nya dan Menjauhi Larangan-Nya...

Ketika Petolongan-Nya Datang...
Maka,  BERJAYALAH  Baginya...

Hutang Lunas....
Konflik rumah tangga beres..
Persoalan perusahaan tuntas
Dll,selesai....

Sebagaimana janji Allah di dalam Kalam Suci-Nya,  Al-Qur'an...

"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu;
jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal".            (Ali Imran 160)

#KEKAL ( KEmbali Kepada ALLAH)
#TheAllahWay

#Akhirnya...

================================
33 Fast Track Meretas Keajaiban Rezeki
33 Fast Track Menuju Allah
================================

Alhamdulilah...
Akhirnya, di Bulan Ramadhan penuh keberkahan ini,  Penulisan buku kedua saya #TheAllahWay rampung sudah,  tinggal berproses layout dan pengeditan lalu naik cetak...

Buku ini terlahir dan dimulai sebagian kecil dari coretan2 kecil tulisan saya di Chanel Kajian Telegram :

t.me/TheAllahWay

Semoga kehadiranya bisa menjadi wasilah kebaikan untuk umat,  wasilah mengajak sebanyak banyaknya umat,  memasuki ZONA KEBERKAHAN...

Dimulainya PROSES HIJRAH...

Hanya Syiar melalui tulisan yang bisa saya lakukan,dan saya tdk mengeri strategi syiar itu seperti apa.... 

Yang saya mengerti bahwa kebaikan itu harus selalu di tebar,  masalah tepat atau tidaknya buku ini di lounching ,  itu tidaklah penting untuk di bahas , biarlah semua berproses sesuai Kehendak-Nya...

Karena Kebaikan itu di ILHAMkan...

Segala Puji Bagi Engkau Ya Rabb,  Tuhan Semesta Alam, Yang Memberikan Pemahaman Tanpa Batas...

Amiin... Amiin Ya Rabbal 'Alamiin...
#MunawarTalk
#TheAllahWay

***Desain Cover buku di bawah ini,  bisa berubah kapanpun,  masih dalam proses seleksi dari beberapa pilihan yang terbaik,  semoga Allah Riha.

#BebasHutangCaraLangit

Part-04
=====================================
Menikah atau
Memantaskan diri menjadi Pasangan
=====================================

MENIKAH (i)

Para Bujangan atau Bujang Wati yang terjerat hutang,  dan hanya PACARAN saja maka bersegeralah MENIKAH....

Dengan BERPACARAN, sesunguhnya kita sedang BERMAKSIAT di hadapan ALLAH,  lalu bagaimana REZEKI akan lancar kita sendiri yang menutup pintu Rezeki dari-nya ?....

Bisa jadi itulah penyebab pada bujangan seret rezeki dan banyak hutang...

"Boro2 Nikah sama perempuan itu ,  Rezeki saja seret dan banyak hutang"

"Ah,  ngapain terima lamaran laki2 itu,  nunggu dia kaya dulu,  baru mau di nikahi "

Hm..., itulah ungkapan orang2 yang berputus asa,  yang tidak meyakini ALLAH itu ada,  sedekat urat leher kita,  lalu bagaimana kita bisa berharap Rezeki kepada yang tidak kita yakini?...

Maka Yakinlah dan Menikahlah maka Pintu Rezeki akan terbuka lebar,  hutang2 yang bertumpuk segera bisa di lunasi atau bahkan bisa membantu sesama dengan Rezeki Berkah yang kita dapat...

Sebagaimana Allah  menjamin Rezeki Berkah bagi yang mau menghalalkan hubungan lawan jenis,  di dalam Firman-Nya; 

وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌۭ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendiri ( bujangan ) di antara kalian dan orang-orang shaleh diantara para hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka dalam keadaan miskin, Allah-lah yang akan menjadikan kaya dengan karunia-Nya [ QS. An-Nur (24): 32]

***

MEMANTASKAN DIRI MENJADI PASANGAN (ii)
Begitu juga berlaku bagi yang sudah memiliki PASANGAN dan memantaskan diri untuk menjadi pasangan yang baik,  maka Allah akan mengampuni segala dosanya dan kucurkan rezeki yang berlimpah kepada mereka beserta keturunanya...

ٱلْخَبِيثَٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَرِزْقٌۭ كَرِيمٌۭ

“Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah ” [QS. An Nuur (24):26].

Maka jadilah Pasangan yang ideal di Mata Allah,  menjadi pasangan karena Allah....

Ajaklah pasangan kita menjadi pasangan yang saling mencintai karena Allah,  mengarahkan Cintanya kepada Cinta yang lebih besar,  Cinta Hakikat yaitu Cinta kepada ALLAH...

Maka,  tunggulah kejaiban rezeki  akan mengalir kedalam kehidupan rumah tangga kita,  pernuh keberkahan.......

Sudahkan kita menjadi pasangan seperti itu?,  jagalah pasangan kita,  bawalah pasangan kita bersama anak2 kita menggapai Ridha-Nya,  karena keluarga yang seperti itulah akan meredam Murka Allah,  hidup kita makin berkah,  rezeki melimpah tanpa HUTANG....

Amiin.... Amiin.. Ya Rabbal 'Alamiin

AllahbiShawab
#MunawarTalk
#TheAllahWay
#GoRezeki

Nah, mau bebas HUTANG dan Rezeki Berlimpah dengan Cepat?

Ikuti terus kajian saya tetang #BebasHutangCaraLangit di Chanel Telegram :

t.me/TheAllahWay

#BebasHutangCaraLangit

Part-05

#Bercermin dan Berempati..

Berkahnya tidaknya hidup kita,  mengalirnya tidaknya rezeki kita,  sesungguhnya adalah CERMINAN DIRI bagaimana kita BEREMPATI terhadap orang lain...

Dengan berempati kita bisa melatih hati kita lebih peka terhadap sesama...

Dengan berempati kita bisa memahami dan menghargai apa yang sudah dilakukan....

Dan sesungguhnya Berempati itu adalah bagaimana kita bisa bercermin dengan diri kita sendiri...

Setidaknya ketika kita tidak bisa BERBUAT seperti orang lain,  maka cukup Berempatilah...

Berempati adalah SILATURAHIM HATI,  yang memiliki Hatilah yang bisa berempati,  memahami kondisi sesama ....

Seperti layaknya satu tubuh,  ketika bahagia ,maka akan menjalar dirasakan oleh tubuh lainya,  begitupun sakit akan dirasakan sakitnya oleh anggota tubuh lainya,  inilah yang dinamakan EMPATI....

Ketika kita sudah memiliki RASA EMPATI terhadap sesama ;

~ Dalam persahabatan Tidak mudah menyalahkan,  lebih menghargai kenapa ia terpaksa melakukan itu...

~Dalam muamalah bisnis, lebih mengutamakan kepada hubungan keberkahan bukan untung rugi saja...

~Dalam membeli sesuatu kepada pedagang, tidak banyak menawar,  klo bisa di lebihkan,  karena kita sudah bisa kebaikann  susahnya menjadi pedagang dan mengetahui untungnyapun tidak seberapa di banding perjuangannya mengelar daganganya...

~Didalam perusahaan ,  tidak di segmentasikan, dipisah-pisahkan,  karena perusahaan bersama,  dimulai bersama,  dirasakan bersama,  seperti layaknya satu tubuh...

Jadi janganlah heran ,  ketika kita mengajak keluarga, sahabat,  teman ataupun orang lain untuk berbuat BAIK,bersinergi  akan  mengalami penolakan ,  bahkan cenderung apa yang kita sampaikan tidak mereka turuti,  tdk di dengar bahkan di sepelekan....

Anda Tau Kenapa ??

YA, karena kita sendiri tidak pernah mau berempati kepada mereka,  bagaimana kita bisa mendapatkan respons mereka...

Sekalipun apa yang kita katakan baik,  dengan alasan berbuat baik buat orang banyak sekalipun ,  tetep saja klo kita tiba bisa memulai dari diri kita sendiri,  memantaskan diri dengan berempati,  maka semuanya itu akan sia2 saja...

Saya sempat katakan sebelumnya,  bahwa Rasa Empati ini adalah Cerminan diri; 

Bagaimana kita menyuruh orang berbuat baik, kita sendiri tidak melakukan kebaikan itu seperti apa? , MISAL : Bagaimana kita bisa mengajak orang bersedekah,  kita sendiri tidak pernah bersedekah...

Betul kita harus saling mengingatkan dalam kebaikan,  saling menasehati dalam kebaikan, yang harus kita fahami hakikat kebaikan,  adalah MELAKUKAN KEBAIKAN itu sendiri....

Bagaimana kita bisa mengatakan jeruk itu manis atau asam,  klo kita sendiri tidak pernah merasakanya ,  itu hanya akan menjadi Kebohongan dalam Kebaikan....

Maka  ketika setiap orang menyampaikan "materi kebaikan "  sama akan tetapi "SOUL "nya berbeda , itu masalah "rasa" saja,  apakah orang bersangkutan sudah penah merasakan atau melakukanya belum....

Ajaran Al-Quran itu sempurna, karena bukan DONGENG,  tapi memang terdapat BUKTI NYATA yang tidak terbantahkan....

Allahu 'Alam
#MunawarTalk

#AllahDekatkanSemuanya

Photo di bawah ini adalah gambaran nyata orang yang sudah memasuki "Zona Ilahiyah", tenggelam dalam kemesraan bersama Sang Khaliq....

memiliki Puncak ketenangan jiwa tanpa batas , siapapun akan nyaman di dekatnya,  akan tertarik mendekat,termasuk BURUNG pipit sekalipun...

Pada tahap ini , Allah akan dekatkan dan mudahkan segalanya,  apa2 yang menjadi keinginan dirinya akan Allah selaraskan menjadi kehendak-nya yang Agung,  ini yang di sebut dengan Ridha Allah...

Pada posisi ini,  apa yang di inginkan olehnya melebur menjadi kebutuhan umat,  menjadi kebutuhan alam semesta beserta isinya,  karena itulah Allah tundukan semuanya ciptaan-Nya untuk membantu mewujudkan yang menjadi visi misinya....

Orang seperti ini tdk pernah muncul ke permukaan,  lebih suka menyendiri, menghabiskan hari2nya menghamba dan bersujud dalam keheningan....

Tapi karena keberadaan orang seperti inilah,  Allah menahan Murka-Nya,  untuk Mengadzab Hamba2 yang lalai pada-Nya,  yang menghabiskan waktunya hanya memperebutkan isi Dunia Fana,  sedangkan Allah sudah janjikan kehidupan yang abadi di Syurga-Nya kelak...

Allah biShawab
#TheAllahWay
#MunawarTalk

Munawar Talk #3

The Allah Way:
gan Kemesraan seorang Hamba dan Sang Khaliq, Memperbanyak SA'I dan AMAL , Mendapatkan KEBERKAHAN dan Ridha-Nya...

Hadirkan ALLAH selalu dalam setiap langkah hidup kita, dan begitupun dalam BERBISNIS , Libatkan Allah di dalamnya dan Tunggulah Jalan2 Keajaiban akan Terbuka...

Mau lebih tau  bagaimana cara  cepat atau FAST TRACK nya menghadirkan Keajaiban Allah,
melalui cara  #IkhtiarLangit ,#TheAllahWay ; Meretas Jalan Penuh Keajaiban....??

Simak selalu Kajian saya di Chanel :
telegram.me/TheAllahWay

Allah bi Shawab...
Salam B3 (Bisnis, Berkah, Berbagi)

#MunawarTalk
#BisnisBerkahBerbagi
#GoRezeki

#KunciHidup

RUMUS KEBERUNTUNGAN

"Keberuntungan " memang untuk orang2 terpilih oleh-Nya,  tapi bukan berarti kita tidak bisa menjadi orang yang BERUNTUNG, ada caranya serta RUMUS nya,  dan bahkan sudah tersirat dengan jelas dan gamblang di paparkan di dalam Al-Quranul Kariim....

Hanya sebagian kecil orang saja yang mengetahui "kunci rahasia" tersebut,  semakin cepat seseorang menyadarinya maka akan semakin cepat membawa mereka kepada level "Keberuntungan " yang sebenarnya, dan segala apapun yang di inginkanya akan berwujud NYATA....

"TAKWA "  adalah  "KUNCI AWAL " untuk membuka semua Tabir yang menjadi penghalang apapun dalam kehidupan kita, seperti ; 

~Membuka Tabir Rezeki yang selama ini seret...
~Membuka Tabir masalah Rumah Tangga...
~Membuka Tabir permasalahan Bisnis...

Setelah semua TABIR terbuka,  maka di sempurnakan dengan,
" KUNCI AKHIR "  yaitu Melepas RIBA + SA'I + Menjadi Pewasilah Sejati

*****

Awalilah dengan Bertakwa   dan  diakhiri  dengan melepas segala bentuk Riba yang melekat,dengan menerapkan sebuah;

~RUMUSAN ILAHIYAH ( I ) :

Bertakwa +Melepas RIBA= KEBERUNTUNGAN

Takwa dan Melepas Riba akan membentuk sebuah pusaran  besar    "Magnet Keberuntungan",mampu menarik segala sesuatu yang kita mau berwujud nyata...

BERTAKWA dan MELEPAS , adalah bentuk penyelaraskan keinginan pribadi kita,  menjadi "Keinginan UNIVERSAL ",yaitu keinginan kita yang sudah selaras dengan KEHENDAK-NYA...

Sesuatu yang sedang kita Ikhtiarkan dan upayakan akan lebih mudah Terealisasikan apabila sudah Selaras dan Menyatu dengan Kehendak Penguasa Alam Semesta...

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ الرِّبَا أَضْعَافاً مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ . وَاتَّقُواْ النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.......” (Qs. Ali Imron [3]: 130)

Ayat ini menunjukkan bahwa keberuntungan itu akan didapatkan oleh orang yang bertakwa dan salah satu bukti takwa adalah dengan Menghindari dan Melepas RIBA....

Hal ini menunjukkan bahwa jika kadar takwa seseorang itu berkurang maka kadar "Keberuntungan" yang akan di dapatkan juga akan turut berkurang....

Begitu juga  surat dan ayat yang di bahas dalam gambar di bawah ini (5:35 ),  menegaskan juga, bahwa orang beriman yang BERUNTUNG adalah yang bertakwa dan yang selalu mencari cara /BERSA'I untuk selalu bisa mendekat kepada-nya serta berjuang dijalan-Nya...

~RUMUSAN ILAHIYAH ( II ) :

Bertakwa + Mendekat dan Berjuang di Jalan Allah (Bersa'i /Menjadi Pewasilah Sejati) = KEBERUNTUNGAN

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita bisa mendekat kepada-Nya dan berjuang di jalan-Nya untuk mendapatkan Keberuntungan,  sedangkan kita sedang melakukan RIBA yang jelas2 di perangi oleh ALLAH dan Rasul-Nya....??

Apakah kita termasuk orang yang BERUNTUNG?

Atau mau menjadi orang yang BERUNTUNG?

Temukan dan cari tau keberuntungan kita dengan cara Fast Track di Chanel Telegram :
telegram.me/TheAllahWay

ALLAHU A'LAM
#MunawarTalk
#TheAllahWay
#KunciKeajaiban
#GerakanSedekahAntisipasiRiba

Munawar:
#CaraLangitBebasHutang 

Cara -01

Masih bingung dimanakah Rezeki kita ?...
Sudahkah memposisikan ALLAH dihati kita?...
Lupa?.....
Pantaslah Dilupakan ALLAH...

Posisikan Allah selalu di hati kita,  temukan Allah kembali di di hati kita,  Ingat selalu dengan menyebut Asma-Nya...

Sebagai langkah awal,  untuk menemukan Peta Rezeki kita,  agar bisa segera melunasi hutang2 kita..

Anda tau,  semakin kita jauh dari Allah,  semakin jauh dari SUMBER REZEKI,  lalu bagaimana kita berharap bisa membayar hutang kita?..

Jadi saya ulang lagi,  langkah awal cara langit bebas hutang ini #KEKAL;  KEmbali Kepada ALLAH,  cukup mengingat Allah,  memposisikan Allah selalu di hati kita,  lalu ikuti Peta Rezekimu,  temukan keajaiban Rezeki dan terpenting keberkahanya...

Kita bisa dapatkan uang,  tapi belum tentu itu rezeki yang Barakah tanpa melibatkan-Nya,  tanpa memposisikan ALLAH di hati kita...

Ketika keberkahan hilag dari hidup Kita,  maka yang Kita dapat bukan Profit Besat rapi menumpuknya HUTANG....

Allah bi Shawab...

#MawasDiri
#MunawarTalk

#CaraLangitBebasHutang

Cara-02

Melepas Riba dalam Tabungan

#BungaBank

Bagaimanakah cara tepat mengatasi Bunga Bank di Rek Tabungan kita...

Beberapa hari ini menjadi perbincangan yang ramai di beberapa komunitas yang berusaha menyadarkan bahaya riba kepada masyarakat,  termasuk komunitas yang saya bentuk G-SAR (Gerakan Antisipasi Riba)...

Baiklah,  saya coba bahas  dan  sedikitnya semoga ada manfaat...

*
Masih sangat banyak diantara kita , termasuk saya  masih menabung di bank konvensional yang menerapkan bunga bank...

Kondisi yang mengharuskan kita menabung di bank konvensional ,karena beberapa muamalah bisnis,  transaksi besar,  baru bank konvesional bisa memfasilitasi.... 

Seperti pembayaran hotel,  pesawat kapasitas besar untuk perjalanan umrah..

Pengusaha2 muslim yang melakukan transaksi perdangangan,  Export-Inport antar Negara,hanya baru bank  besar konvensional yang mampu memfasilitasi itu semua...

Melihat kondisi diatas,  memaksa kita mengunakan fasilitas jasa menabung dan transaski di bank konvensional,  dan kebanyakan ulama berpendapat selama kita mengunakan jasanya seperti menqnbung dan mengunakan fasilitas transfer antar rek,  bank dan bank di negara lain saja dan tidak terlibat dalam transaksi riba di dalamnya,  maka diperbolehkan....

Lalu,  yang menjadi pertanyaan adalah,  bagaimana bunga uang di hasilkan dari tabungan kita di bank konvensional...?

Nah di sini duduk permasalahanya....
Mari kita bahas bersama.....

Bismillah....

Riba sudah jelas haramnya. Namun saat ini harta riba begitu samar bagi sebagian orang...

Walaupun digunakan nama bunga sekalipun, riba tetaplah riba....

Lalu bagaimana jika kita memiliki harta riba tersebut?...

Yang jelas, harta tersebut adalah harta haram yang tidak boleh kita manfaatkan. Lalu di manakah disalurkan?

para ulama sepakat bahwa harta riba tidak halal bagi seorang muslim untuk memilikinya dan dimanfaatkan sendiri....

Ia harus mengambilkan pada sumber dana riba tersebut jika ia ketahui.....

Jika tidak diketahui dari mana berasal harta tersebut, maka bagaimanakah dana tersebut disalurkan?.Nah,  Para ulama berselisih pendapat dalam hal ini.....

Pendapat pertama menyatakan bahwa dana riba tersebut disalurkan untuk yang berhak menerima menurut syar’i. Demikian pendapat jumhur ulama dari Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah dan Hambali....

Pendapat kedua menyatakan bahwa dana tersebut dijaga dan tidak boleh dimanfaatkan. Pendapat ini dinisbatkan pada Imam Syafi’i....
Pendapat jumhur ulama lebih kuat. Karena

Harta riba bisa ada tiga kemungkinan, ditahan (dijaga), dimusnahkan atau diinfakkan. Kalau harta riba tersebut dimusnahkan, maka itu sama saja membuang-buang harta. Kalau hanya disimpan atau dijaga saja, itu juga sama saja menyia-nyiakan harta tersebut, tanpa ada guna....

Di antara dalil yang mendukung pendapat jumhur adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai luqothoh (barang temuan),

مَنْ وَجَدَ لُقَطَةً فَلْيُشْهِدْ ذَا عَدْلٍ – أَوْ ذَوَىْ عَدْلٍ – وَلاَ يَكْتُمْ وَلاَ يُغَيِّبْ فَإِنْ وَجَدَ صَاحِبَهَا فَلْيَرُدَّهَا عَلَيْهِ وَإِلاَّ فَهُوَ مَالُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ

“Barangsiapa yang menemukan luqothoh maka saksikanlah pada orang yang baik, jangan sembunyikan dan menghilangkannya. Jika ditemukan siapa pemiliknya, maka kembalikanlah padanya. Jika tidak, maka itu adalah harta Allah yang diberina kepada siapa yang Dia kehendaki.” (HR. Abu Daud no. 1709, shahih kata Syaikh Al Albani).

Lalu harus kemanakah Harta Riba Disalurkan?
Ada empat pendapat ulama dalam masalah ini:

Pendapat pertama, disalurkan untuk kepentingan kaum muslimin secara umum dan tidak khusus pada orang dan tempat tertentu,demikian pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah....

Pendapat kedua, disalurkan sebagai sedekah sunnah secara umum, mencakup hal yang terdapat maslahat, pemberian pada fakir miskin atau untuk pembangunan masjid. Ini adalah pendapat Hanafiyah, Malikiyah, pendapat Imam Ahmad, Hambali, dan pendapat Imam Ghozali dari ulama Syafi’iyah....

Pendapat ketiga, disalurkan pada maslahat kaum muslimin dan fakir miskin s

elain untuk masjid. Demikian pendapat ulama Lajnah Ad Daimah Kerajaan Saudi Arabia. Tidak boleh harta tersebut disalurkan untuk pembangunan masjid karena haruslah harta tersebut berasal dari harta yang thohir (suci)....

Pendapat keempat, disalurkan untuk tujuan fii sabilillah, yaitu untuk jihad di jalan Allah,demikian pendapat terakhir dari Ibnu Taimiyah.

*

UNTUK KEHATI HATIAN :

Bunga bank yang ada di rekening nasabah, sama sekali bukan hartanya...

Karena itu, dia tidak boleh menggunakan uang tersebut, yang manfaatnya kembali kepada dirinya, apapun bentuknya....

Bahkan walaupun berupa pujian. Oleh sebab itu, ketika Anda hendak menyalurkan harta riba, pastikan bahwa Anda tidak akan mendapatkan pujian dari tindakan itu.....

Mungkin bisa Anda serahkan secara diam-diam, atau Anda jelaskan bahwa itu bukan uang Anda, atau itu uang riba, sehingga penerima yakin bahwa itu bukan amal baik Anda.

Allahu'Alam
#MunawarTalk