Rabu, 16 Agustus 2017

KBBI - P. Dudy

"Gitu Aja Kok Repot?"

Belakangan ini saya sering memuat tulisan ringan tentang kata baku atau kata tidak baku pada akun Facebook saya ini.

Setelah beberapa kali memuat tulisan seperti itu, saya sempat berpikir, "buat apa repot-repot?" "Pembaca mengerti juga toh kalo saya tulis kadaluwarsa (kata bakunya: KEDALUWARSA)?" "Jadi sekali lagi buat apa repot-repot?"

Selain itu, kata-kata baku mungkin juga terdengar "aneh" di telinga kita.
Contohnya, kata ekstrim terdengar lebih enak daripada kata EKSTREM (bentuk bakunya).
Belum lagi kata-kata baku lainnya seperti KONKRET (tidak baku: konkrit), USTAZ (tidak baku: ustad/ustadz), dll. Tidak hanya di kuping, di mulut pun kata-kata baku mungkin terasa janggal atau susah diucapkan.

Namun, jika kita berpikir lebih bijak, itu semua bukan tentang keanehan atau kejanggalan. Itu semua adalah soal kaidah berbahasa. Tulisan kreatif seperti puisi, cerpen atau novel misalnya, saya rasa, masih bisa diberi ruang untuk menggunakan kata tidak baku. Tapi tidak demikian dengan tulisan ilmiah. Kata bakulah yang harus kita gunakan di dalamnya.

Untuk percakapan sehari-hari, mengapa kita tidak mencoba menggunakan kata baku sebisa kita? Apa sih susahnya mengucapkan kedaluwarsa atau antre?

Jika memang ENGGAK (bukan ngga/nggak) biasa, ya sudahlah. Saya hanya ingin berbagi. Siapa tahu bermanfaat? "Gitu aja kok repot?"

Ghaib telah raib. Muncullah GAIB.

Lembab pun hilang. Tibalah LEMBAP.

Baterei hp Anda sudah usang. Belilah BATERAI yang baru.

Balsem sudah habis. Kita perlu BALSAM lagi.

Ada 12 bulan dalam satu tahun. Tidak ada Pebruari dan Nopember di dalamnya. Yang ada adalah FEBRUARI dan NOVEMBER.

Jangan frustasi karena itu bisa membuat orang lain FRUSTRASI. Jadi, jangan buat orang lain frustrasi dengan frustasi. Frustasi salah.

Anda tidak KREATIF jika masih menggunakan kreatifitas. Orang kreatif menggunakan KREATIVITAS.

Kami tidak menjual barang orisinil. Kami hanya menjual barang ORISINAL. Seratus persen asli.

Segeralah ISTIGFAR jika masih menggunakan istighfar. Jadi, agar tidak salah lagi, ingat istigfar.

Kita harus mengganti seprei yang kotor dengan SEPRAI yang bersih. Tidur di atas seprai yang bersih lebih enak.

Sabtu, 12 Agustus 2017

KBBI - P. Dudy

● Rido/ridha/ridho tidak diridai. Semoga Allah RIDA kepada kita yang menuntut ilmu dengan benar.

Komplit tidak menjadikan hidup ini lengkap. KOMPLETlah yang menjadikannya lengkap.

Tidak hapal tidak apa-apa. Yang penting HAFAL.

Bagi sebagian orang melafalkan kata LAFAL lebih sulit daripada kata lapal. Bagaimanapun, lafallah yang tepat.

Apa artinya uang dua milyar tapi palsu? Uang satu MILIAR yang asli tentu lebih baik.

● Sungguh, Semoga

Kumau tapi KUMALU
Sungguh
Aku malu tapi aku mau

KUBERHARAP tapi kutak yakin
Sungguh
Aku tak yakin tapi aku berharap

Semoga
Dia menerima ikrar cintaku
Semoga
Dia memiliki perasaan yang sama
Semoga
Dia bersedia menjadi kekasihku

Melalui surat cinta berwarna biru itu
KUTULISKAN asa yang terpendam di hati
Sungguh KUBERHARAP
Semoga dia mau

Tangerang Selatan, 9/8/17

● Kita menelantarkan kata TELANTAR jika masih menggunakan kata terlantar.

Kamarnya tidak rapih. Oleh karena itu, dia harus merapikannya agar RAPI.

Supir yang tidak mahir harus diganti oleh SOPIR yang mahir.

MENTIMUN lebih baik daripada ketimun.

Gantilah merk dagangan atau produk Anda dengan MEREK yang lebih bagus agar lebih laku.

● Jika mampu, Anda wajib berkurban dengan syarat berkurbanlah dengan KURBAN yang memenuhi ketentuan. Qurban tidak memenuhi ketentuan.

Umroh sudah lumrah. Yang belum lumrah adalah UMRAH.

Tidak semua rapat harus disertai dengan notulen. Tapi rapat penting harus disertai dengan NOTULA.

Saya tidak bisa bersepeda hari ini. Ban lama kempes. Ban baru KEMPIS.

Himpit terimpit sehingga hanya IMPIT yang tersisa.

Rabu, 09 Agustus 2017

Psikologis Pemimpin Diktator by Esti Ningsih

○ Akhir-akhir ini saya teringat Hitler, Stalin, Pol Pot, Mao Zedong dan sederet diktator lain, mulai yg biasa sampai yg ekstrim.

○ Para Diktator ini berusaha mempertahankan kontrol penuh atas pemerintahan dan rakyatnya melalui metode yg radikal.

○ Metode yg radikal spt kriminalisasi / pemenjaraan semua orang yg menentang mereka, aneka teror, termasuk pembunuhan.

○ Dalam beberapa kasus, teror yg mereka lakukan membantu mempertahankan kekuasaan.

○ Para pemimpin Diktator ini, dibalik kekuasaannya yg besar ternyata mengalami gangguan psikologis tertentu.

○ Mau tau? Mari kita bahas Gangguan Psikologis Pemimpin Diktator.

○ Terlepas dari kekuasaan yg dimiliki, mereka cenderung menderita kegelisahan berlebihan dan ketakutan atas pemberontakan dan/atau pembunuhan.

○ Contoh: Pemerintah Komunis Cina ketakutan akan informasi internet yg menyulut pemberontakan, melarang aneka medsos Fb, Google, Twitter, etc.

○ Facebook, Google, Twitter diblok di Cina https://t.co/s9cI0Al4Ak

○ Di Propinsi Xinjiang, Cina (banyak Muslim), dilarang menggunakan nama Arab. Pelanggar tdk mendapat layanan sosial, kesehatan dan pendidikan

○ Perilaku semacam ini didorong oleh ketakutan yg tersembunyi, ekstrem dan tdk masuk akal ttg nasibnya.

○ Para Diktator ini jg mempunyai khayalan yg besar ttg dirinya utk mempertahankan lingkungan budaya dan politik.

○ Misal: ada pemimpin di suatu kawasan menganggap dirinya yg membangun proyek2 besar, meski di masanya ternyata tinggal gunting pita.

○ Ada juga menganggap dirinya titisan pemimpin besar, bahkan ada yg dinabikan atau dituhankan.

○ Mengapa individu dg kekuasaan besar ini memiliki kecemasan yg parah?
#Psikologi

○ Penjelasannya antara lain:
Ada ancaman terus menerus pada kekuasaannya, entah karena perilakunya, ketidakmampuannya atau hal lain
#Psikologi

○ Ada satu penjelasan lagi mengenai para Diktator itu, yaitu adanya sifat yg menetap. Apa itu? NARSISME
#Psikologi #Narsisme

○ Ya, mereka mempunyai gangguan kepribadian Narsistik.
Pribadi Narsis ditujukan pd yg senang memuji diri sendiri & egois.
#Psikologi #Narsisme

○ Gangguan Kepribadian Narsistik mempunyai spektrum luas dari yg ringan sampai berat.
#Psikologi #Narsisme

○ Ciri utama gangguan: sikap kebesaran, kurang empati pd orang lain, dan selalu butuh pujian. 50-75 % penderitanya laki2.
#Psikologi #Narsisme

○ Berikut ini ciri-ciri Gangguan Kepribadian Narsistik:

#Psikologi #Narsisme https://t.co/lQJ7Pab0iJ

○ Pada penelitian yg pernah dilakukan, kecemasan yg berlebihan para pemimpin diktator berhubungan dg Gangguan Kepribadian Narsistik yg dialami

○ Peneliti membagi dua bentuk narsistik, yaitu narsistik yg muluk dan narsistik yg rentan.
#Psikologi #Diktator

○ Peneliti membagi dua bentuk narsistik, yaitu narsistik yg muluk dan narsistik yg rentan.
#Psikologi #Diktator

○ Narsistik muluk yaitu spt yg biasanya tergambar pada orang narsis yaitu kemegahan dan agresi.
#Psikologi #Diktator

○ Narsistik rentan dikaitkan dengan "kehebatan yg tdk pasti",  menyebabkan pola pertahanan diri & perasaan tdk mampu.
#Psikologi #Diktator

○ Individu dgn narsistik rentan cenderung khawatir, emosional, defensif, cemas, tegang, dan mengeluh.
#Psikologi #Diktator

○ Intensitas pengalaman emosional yang dihasilkan oleh narsisisme dan bahaya aktual disekitarnya dapat menghasilkan tingkat kegelisahan, ....

○ ... kekhawatiran, dan ketidakpastian yang luar biasa.
#Psikologi #Diktator

○ Ada pertanyaan penting:

Dapatkah orang yg punya kecenderungan gangguan kepribadian narsistik menjadi #diktator ketika berkuasa?
#Psikologi

○ Para peneliti masih melakukan riset lanjutan, krn latar belakang #diktator beda meski ditemukan hal yg konsisten yaitu Narsistik
#Psikologi

Syarat Jadi Pemimpin

Nabi Muhammad bahkan memberi hak seorang budak utk jadi pemimpin, asalkan dia terpilih, sehingga jadi orang merdeka.

Nabi berkata, "Dengarkanlah dan taatilah jika seorang hamba sahaya dari Habasyah yg hitam legam diangkat jadi pemimpin kalian!" (HR Bukhori, Muslim, Ibnu Majah, dll.).

Ibnu Kholdun mengemukakan 4 syarat orang yg diangkat jadi pemimpin, yaitu:
berilmu pengetahuan,
berkeadilan,
berkompetensi dan
sehat jasmani-rohani.

1. Ilmu pengetahuan pemimpin harus di tingkat mujtahid (mampu membuat keputusan sendiri dg ketinggian ilmunya), bukan di tingkatan taklid (cuma mengikuti pendapat orang lain).

2. Pemimpin juga hrs adil. Sifat adil tdk dimiliki oleh orang fasik, yakni orang yg gemar melanggar ajaran baik agamanya.

3. Syarat kompetensi adalah keharusan berkemampuan menjalankan fungsi penegakan hukum, mampu mengatasi krisis politik, mampu menjaga agama dan mengatur kepentingan seluruh masyarakat secara umum.

4. Syarat sehat jasmani-rohani berkaitan dg pengaruh dan kemampuan pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya.

Seorang pemimpin juga tidak boleh terlalu cerdas karena berakibat pada pemberian beban2 kpd rakyat yg dituntut mampu mengikuti kecerdasan pemimpin itu, sehingga rakyat tdk mampu mengikuti kehendak pemimpinnya.

Artinya, pemimpin hrs mampu mengukur psikologi dan kemampuan intelektual serta kemampuan2 / ketidakmampuan lainnya. Seorang pemimpin harus mampu mengatasi kebutuhan rakyat yg paling lemah, baik lemah ekonomi, posisi sosial atau kaum minoritas yg hrs dilindungi, sebagaimana perintah Nabi,

"Hendaklah kalian berjalan menelusuri jejak orang2 yg paling lemah di antara kami!" (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Rabu, 26 Juli 2017

KBBI dr Dudy

■ Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
*kapital yang benar*

Pondasi itu tidak kuat. FONDASI ini kuat dan lebih kuat daripada pondasi itu. Jadi, gunakan fondasi ini seterusnya.

Anda salah memilih karir. Padahal, di luar sana ada banyak karier. Pilihlah KARIER yang sesuai dengan bakat dan minat Anda.

Orang yang katanya handal belum tentu andal. Kita memerlukan banyak orang sungguh-sungguh ANDAL yang bisa kita andalkan.

Jangan andalkan ijasah semata. Namun, IJAZAH tetap penting. Ijazah tetap diperlukan.

Anda tidak perlu antri. Tapi biasakan ANTRE. Budayakan antre. Itu artinya Anda tertib.

■ Anda ingin aktif? Perbanyaklah AKTIVITAS Anda. Hilangkanlah aktifitas yang tidak perlu.

Agar efektif, kita memerlukan EFEKTIVITAS. Bukan efektifitas.

Ayah dan ibu kita adalah ORANGTUA kita. Orang yang berusia 60 tahun ke atas adalah ORANG TUA. Jadi jika orangtua kita berumur 65, mereka adalah orang tua. Orangtua belum tentu orang tua. Begitu juga sebaliknya. Orang tua belum tentu orangtua.

Buang nafas. Tarik napas.

Saya tidak punya hutang. Tapi UTANG saya banyak.

■ Salah do'a bisa menyebabkan DOA Anda tidak dikabulkan. Doa yang benar akan didengar dan dikabulkan. Apa doa Anda hari ini?

APOTEK adalah tempat kerja apoteker. Apoteker meramu dan menjual obat di apotek. Lalu, apotik tempat kerja siapa?

Tolak ukur ditolak karena TOLOK UKUR diterima.

Indonesia memiliki lebih dari 30 PROVINSI. Tidak ada satupun propinsi di sana.

Saya tidak memungkiri, saya pernah menggunakan kata pungkir/dipungkiri. Ternyata saya salah. Sekarang giliran Anda. Anda pasti pernah memakai kata dipungkiri juga, kan? Jangan MUNGKIR, karena itu tidak bisa DIMUNGKIRI.

■ Silakan Anda periksa kata silahkan di kamus. Mungkin ada. Mungkin tidak ada. Jika ada, pasti bukan bentuk bakunya. Jadi, mulai hari ini silakan gunakan kata SILAKAN seterusnya.

Dr. Aang kini PRAKTIK di RS ini. Dia sudah lama tidak praktek di RS itu.

Jika Anda berfikir bahwa fikir itu tepat, Anda perlu BERPIKIR kembali. Fikir itu sesat. PIKIR itu tepat. Pikir (ucapkan dengan gaya Cak Lontong).

Tulisan ini bukan nasehat besar. Ini hanya sebuah NASIHAT kecil untuk saling MENASIHATI agar kita menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Tulisan ini sekadar untuk mengingatkan SEKADARNYA bahwa sekedar itu kurang tepat.

■ Kata benda (nomina) majemuk dalam Bahasa Indonesia pada umumnya ditulis terpisah. Misalnya, kamar mandi, rumah makan, dst. Ada pengecualian. OLAHRAGA ditulis dalam satu kata. Alasannya lucu. Jika ditulis terpisah (Olah Raga), Pekan Olahraga Nasional (PON) akan menjadi Pekan Olah Raga Nasional dan kependekannya adalah PORN. Anda tahu artinya, kan? Hihihi. 😊😊

■ Anda belum paham jika masih menggunakan kata faham. PAHAM ?

Angin ber(embus) dengan kencang. Hembus/hembusan/berhembus pun akhirnya hilang, ditelan kencangnya EMBUSAN angin.

Rubah, merubah, dan dirubah harus diubah dengan UBAH , MENGUBAH, dan DIUBAH. Kecuali berubah.

Bukan kami tidak mau bersilaturahim, karena kami diajarkan hanya untuk BERSILATURAHMI .

Anda mungkin bisa tidak perduli dengan diri sendiri, tapi Anda harus PEDULI dengan orang lain.

■ Anda adalah ANDA, bukan anda. Di manapun Anda berada, tetap Anda. Anda, di awal, adalah Anda. Di tengah, Anda tetap Anda. Di belakang, Anda tetap Anda.

Belajar bahasa itu enggak asik, tetapi ASYIK .

Rasa sukur tidak ada. Yang ada adalah rasa SYUKUR . Bersyukurlah.

Jika yang Anda maksud adalah segala sesuatu yang diberikan oleh Tuhan, buanglah rejeki atau rizki Anda. Tapi bersyukurlah atas REZEKI yang Anda terima.

Kita tidak memerlukan survey mereka. Kita bisa melakukan SURVEI atau SURVAI sendiri.

Jadilah orang SALEH . Jangan jadi orang salih, soleh, apalagi sholeh. Nanti Anda bisa salah.

■ Hai, kamu
Ya, kamu yang di sana
Tahukah kamu
Kamu telah mencuri perhatianku
Tapi aku bahagia
Simpanlah dia selamanya
Jika kamu mau

Hai, kamu
Ya, kamu yang di sana
Tahukah kamu
Kamu telah mencuri hatiku
Tapi aku bahagia
Simpanlah dia selamanya
Jika kamu mau

Hai, kamu
Ya, kamu yang di sana
Tahukah kamu
Kamu telah mencuri pikiranku
Tapi aku bahagia
Simpanlah dia selamanya
Jika kamu mau

Simpan semua itu
Karena telah kurelakan
PERHATIAN , HATI dan PIKIRANKU
Hanya untuk kamu

■ Iseng menjelang maghrib

"ENGGAK " enggak salah. Yang salah "nggak".

Saya mengimbau untuk tidak lagi menggunakan kata himbau, menghimbau, atau himbauan. Ini adalah IMBAUAN tentang penggunaan kata yang lebih tepat: IMBAU.

Aku terpesona bukan karena kamu mempesona tapi karena kamu MEMESONA.

Dia tidak ada disini tapi DI SINI dan tidak juga disana tapi DI SANA.

Kita tidak memerlukan analisa; kita memerlukan ANALISIS . Jadi kita harus MENGANALISIS, bukan menganalisa.

■ "The ability to write a successful essay begins with the ability to write a strong paragraph." -- Anonymous

Jangan pernah sepelekan kemampuan menulis sebuah paragraf yang baik dan benar. Kemampuan itu adalah prasyarat untuk kemampuan berikutnya: menulis esai. Dengan kata lain, jangan harap bisa menulis sebuah esai jika kita belum bisa menulis sebuah paragraf (dalam academic writing) dengan baik dan benar.

Kebanyakan calon penulis sering kali ingin segera bisa menulis esai atau artikel, sementara kemampuan menulis paragraf belum terasah. Kemampuan menulis harus dilatih secara bertahap, mulai dari paragraf, esai dan seterusnya. Jadi, jika ingin belajar menulis, mulailah dari sana. Pahami apa itu paragraf dan pelajari cara mengembangkan sebuah paragraf (secara akademis).

Paragraf adalah sekumpulan kalimat dengan satu ide pokok. Berapa kalimat? Ada yangmengatakan sebuah paragraf terdiri dari 5-10 kalimat. Ada yang mengatakan 8-12 kalimat. Bahkan ada yang mengatakan tidak kurang dari 13 kalimat tetapi sebaiknya tidak lebih dari 250 kata. Selain itu, paragraf terdiri dari tiga bagian: Kalimat Pokok/Utama (Topic Sentence), Kalimat Pendukung (Supporting Sentences), dan Kalimat Penutup (Concluding Sentence).

Menulis Topic Sentence juga memerlukan banyak latihan. Bagi sebagian orang, menuliskannya tidaklah mudah. Begitu juga dengan dua bagian lainnya. Ingin bisa menulis paragraf yang baik dan benar? Ayo gabung dan belajar bersama di Komentar (Komunitas Menulis Tangerang Raya).

Senin, 24 Juli 2017

Pelajaran Dari Adi Triasmara

*“SAH”: Kunci Rahasia Selesaikan Naskah*

Setiap orang pasti punya motifnya masing-masing dalam menulis. Betul?

Ada yang menulis karena…
- sekedar hobi
- mengisi waktu luang
- mengekspresikan perasaan
- dll

Nah, apapun motif dasar kita dalam menulis, saya tuh yakin kalo sebenarnya tulisan kita punya potensi dijadikan sebuah BUKU. Kita memiliki potensi untuk menjadi seorang PENULIS.

Yakin deh. *Nulis itu bukan masalah bakat kok, lebih ke masalah PEMBIASAAN.*

Sip ya?

Nah, masalahnya…

Sebelum mengubah tulisan kita menjadi sebuah buku yang kelak manfaatnya bisa dirasakan orang banyak, kita perlu bikin yang namanya nastar.

Eh, kok nastar sih. Hehehe.. 😅

Sorry, salah. Saya ulang.

Sebelum mengubah tulisan kita menjadi sebuah buku yang kelak manfaatnya bisa dirasakan orang banyak, kita perlu bikin yang namanya *N.A.S.K.A.H.* Yes, kita perlu punya sebuah *NASKAH* buku.

Semua buku berawal dari naskah. Kecuali buku nikah. Sepertinya kita lebih butuh calon, daripada naskah untuk buku yang satu ini. #SAH? Wkwkwk..

Gitu ya?

Kalo mau nerbitin buku ya siapin naskahnya dulu. InsyaAllah paham ya?

Sippp.. Lanjut! 😊

Nah, masalahnya (lagi)… banyak orang yang *kesulitan menyelesaikan naskah.*

Banyak penyebab kenapa kita kesulitan menyelesaikan naskah. Misalnya…
- buntu ide
- kesulitan bagi waktu
- hilang semangat
- dll.

*Coba bayangin…*

Dah pengen banget nerbitin buku, pengen banget jadi penulis, tapi naskahnya nggak selesai-selesai. Sakit banget ‘kan rasanya?

Ditambah lagi pengen nikah tapi belum ada yang ngajakin #SAH. Duh, pedih! :(

Tapi, tenang! Di kelas online malam ini, saya akan share satu *RAHASIA*.

Satu rahasia yang saya pakai untuk menyelesaikan naskah buku *SIMPLE & EASY ENGLISH* yang InshaaAllah akan mulai proses Pre-Order tanggal 31 Juli 2017 besok. 9 HARI LAGI!

Anyway, for your information, dari target menyelesaikan naskah 90 hari pada program BBC (Bikin Buku Club) – Inspirator Academy, berkat bimbingan dan arahan mas @BriliAgung, saya menyelesaikan naskah saya dalam waktu 63 hari. Yayyy! 😃

Saya mulai nulis naskah buku *SIMPLE & EASY ENGLISH* ini dari NOL pada tanggal 3 September 2016, dan selesai 150 halaman A4 pada 4 November 2016. Alhamdulillah…

Okay, langsung aja. Ini dia rahasianya!

Eh, lupa. Ini *RAHASIA* ya! Ssstttt… Jangan bilang siapa-siapa. Cuma buat kamu aja! Hihihi… 🤓👍🏻

***

*SAH! Inilah Rahasia Menyelesaikan Naskah!*

Mungkin kamu bingung apa itu SAH.

Mungkin juga kamu yang jomblo jadi baper karena lagi malem Minggu gini kok bahas SAH. Hehehe.. Tenang. Saya jelaskan ^^

#SAH ini adalah singkatan dari… *SEBUAH ALASAN HAKIKI*

Yes, untuk menyelesaikan naskah, kita perlu yang namanya sebuah alasan hakiki. Kalo menurut KBBI, *“Hakiki”* tuh artinya *”benar; sebenarnya; sesungguhnya”*

Jadi, buat menyelesaikan naskah, kamu butuh sebuah ALASAN YANG KUAT. Sebuah ALASAN YANG BENAR. Sebuah ALASAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH.

Jawab pertanyaan ini:
*“KENAPA SAYA HARUS MENYELESAIKAN NASKAH SAYA?”*

Paham?

Sip! Biar makin paham, saya jelaskan lebih lanjut…

Banyak orang yang menulis naskah, mulai dengan pertanyaan *WHAT*: “Naskah APA ya yang harus saya tulis?” 🤔

Setelah itu, mereka lanjut dengan pertanyaan *HOW*: “Hmm.. BAGAIMANA ya cara saya menyelesaikan naskah saya?” 🤔

Nggak salah memang, tapi saya percaya bahwa *#SAH*, pertanyaan *WHY* ini, jaaaaaaauuh lebih penting. *PENTING BET!*

Kenapa…
Kenapa…
Kenapa…

Di buku saya, *SIMPLE & EASY ENGLISH*, saya juga bahas hal ini (Ups! Bocoran!).

Saya ibaratkan pertanyaan WHY ini seperti bensin pada mobil.

WHY sebagai *bensin*.
WHAT sebagai *jenis mobil*.
Dan HOW sebagai *cara mengendarai mobil*.

Sebagus apapun mobil yang kita naiki (WHAT), sehandal apapun skill kamu dalam mengendarai mobil (HOW), kalau nggak ada bensinnya (WHY), ya nggak jalan. Betul?

Paham ya?

Sippp. Keren! 😊👍🏻👍🏻

*SEBUAH ALASAN HAKIKI*, bagi saya pribadi, adalah *sumber motivasi terbesar* untuk menyelesaikan sebuah naskah.

Alasan setiap orang tentu berbeda-beda. Saya pun punya ALASAN saya sendiri KENAPA saya harus menyelesaikan naskah saya.

WHY?
*Kenapa saya harus menyelesaikan naskah saya?*

Sekedar sharing, inilah #SAH saya saat mulai menulis naskah buku *SIMPLE & EASY ENGLISH*:

*Pertama,* saya ingin membahagiakan orang tua. Membuat mereka bangga dengan menjadi orang pertama di keluar besar yang bisa menulis buku dan diterbitkan secara nasional.

*Kedua,* saya ingin berbagi ilmu dan manfaat kepada lebih banyak orang yang ada di Indonesia. Dengan selesainya naskah saya dan diterbitkan secara nasional, saya akan dapat kesempatan untuk berbagi pada lebih banyak orang. Kelak InshaaAllah menjadi ilmu yang bermanfaat bagi sesama.

*Ketiga,* saya ingin menunjukkan pada adik, saudara, dan murid-murid saya (saya adalah guru SMP), bahwa “EVERYTHING IS POSSIBLE!”.

Saya ingin mereka tumbuh dengan IMPIAN mereka dan KEPERCAYAAN bahwa impiannya kelak akan menjadi kenyataan. Sama seperti saya yang Alhamdulillah bisa menggapai impian saya menjadi seorang penulis.   

Proses menulis naskah memang nggak mudah. Banyak tantangannya, banyak rintangannya seperti yang saya bilang di atas.

Tiba-tiba hilang ide, muncul rasa malas, susah membagi waktu, dan lain sebagainya. 😭

Saya pun juga merasakannya. Saya nggak akan bohong. Saya nggak munafik.

Tapi, saat saya mulai malas, saat saya mulai lelah, saat saya mulai ingin menyerah… Saya ingat-ingat lagi…

Saya ingat lagi *KENAPA SAYA MEMUTUSKAN* untuk menulis buku…

Saya ingat-ingat lagi *ALASAN SAYA* mulai menggarap naskah…

Saya ingat-ingat lagi *SEBUAH ALASAN HAKIKI* yang saya punya…

Alhasil, semangat mulai menggelora kembali :) Alhamdulillah…

***

Coba deh kamu bayangin…

😊 Dengan punya *#SAH*, kamu bisa terus punya semangat buat nulis.

😊 Dengan punya *#SAH*, kamu nggak gampang nyerah kalo tiba-tiba hilang ide.

😊 Dengan punya *#SAH*, kamu mau bangkit melawan rasa malasmu.

😊 Dengan punya *#SAH*, kamu akan berusaha meluangkan waktu untuk terus menulis.

😊 Dengan punya *#SAH*, kamu akan menikmati proses menulismu.

Nah, sekarang. Coba cari tahu… Apa #SAH yang kamu punya? :)

***

Wah, panjang juga yah! Hehehe… Biar panjang, tapi mudah-mudahan mencerahkan dan memberi manfaat yaa ^^ Aamiin… 🙏🏻

Anyway, itu aja yang bisa saya share di kelas malam ini. Intinya, temukan lah #SAH mu sendiri.

Nggak harus satu. Boleh dua, tiga, empat, lima, dan seterusnya. *Makin kuat #SAH nya, makin besar efeknya.*

Gitu ya?

Semangattttt! ^^

○ Tiap orang punya hambatannya masing-masing. Bagi saya pribadi, saat menyelesaikan naskah buku 'SIMPLE & EASY ENGLISH' saya kemarin, hambatan terbesar adalah masalah manajemen waktu dan energi.

Ini sekaligus menjawab pertanyaan berikutnya tentang mengatur waktu dari mas Rama ya.

Bagi saya, kalau mau menyelesaikan naskah, kuncinya satu:
*LUANGKANLAH WAKTU UNTUK MENULIS, bukan menulis di waktu luang.*

Kalau menulis di waktu luang, kita nggak akan punya waktu luang. Atauuu... Kita MENGANGGAP bahwa kita nggak punya waktu luang.

So, solusinya adalah luangkanlah waktu. Lihat lagi slot waktu yang kita punya. Lihat lagi rutinitas harian kita gimana. Siapkanlah diri untuk bangun lebih pagi atau tidur lebih malam. Saya sendiri, memilih opsi yang pertama yaitu bangun lebih pagi.

Saya menulis di pagi hari sebelum memulaii aktivitas keseharian. Bagi saya, ini bekerja dengan baik. Kenapa? Karena saat pagi hari, pikiran masih FRESH dan badan belum lelah.

Intinya itu. LUANGKANLAH WAKTU, bukan menulis di waktu luang. Beda tipis, hasilnya jauh beda :)

○ Waalaikumsalam. Salam kenal Mba Sri. Solusinya, bagi saya pribadi, adalah dengan semakin sering berlatih. Semakin banyak menulis dan menulis. Kalau mentok, perbanyak referensi. Perbanyak baca. Dengan banyak baca, biasanya kita akan punya banyak bahan untuk ditulis. Dan dengan semakin banyak berlatih dan menulis, maka akan semakin baik pula gaya kepenulisan kita.

○ Apa aja yang nyaman buat kita. Bisa puisi, bisa karangan cerpen, bisa biografi. Apapun yang bikin kita ENJOY jalaninnya. Saran saya, bikin blog juga. Rajin lah nulis di blog. Saya Alhamdulillah karena rajin nulis di blog pribadi saya aditriasmara.com, beberapa bulan yang lalu "ditemukan" oleh editor salah satu penerbit besar di Solo dan ditawari untuk menggarap naskah ^^

○ Yes, saya memang mendalami dunia belajar bahasa Inggris selama kurang lebih 8 tahun ke belakang. Itu bidang yang saya KUASAI.

Buat saya, yang ideal adalah gabungan antara hal yang kita KUASAI dan hal yang kita SUKA. Tulis deh. Kenapa hal yang kita KUASAI? Ya biar nulisnya nggak ngaco. Biar tulisannya nggak "kosong". Kenapa hal yang kita SUKA? Ya biar kita ENJOY nulisnya. Biar nggak stress.

Lebih baiknya lagi: HAL YANG KITA KUASAI + HAL YANG KITA SUKA + HAL YANG DIBUTUHKAN BANYAK ORANG. Dibutuhkan banyak orang karena ujung2nya naskah akan kita ajukan ke penerbit, dan pasti penerbit berpikir masalah penjualan yang erat kaitannya dengan potensi pasar.

Kalau mau membangun HABIT menulis sih bisa dengan apa saja. Pengalaman pribadi pun boleh. Tulis aja di sosial media. Boleh ^^

○ Saran saya, SAH nya jangan cuma mikirin pribadi aja. Tapi bikin SAH yang terkait juga sama orang lain. Kalau pribadi, misalnya "saya mau kaya". Boleh kok. Nggak salah. Tapii, biasanya kalau dikaitkan dengan orang lain juga, menurut pengalaman saya pribadi, efeknya lebih besar. Misal, "Saya mau nulis biar buku saya terbit nasional dan saya bisa membantu saudara-saudara saya yang ada di seluruh Indonesia untuk paham tentang hal yang saya tulis." Ini contoh aja.

○ Perlu sekali. Hehehe... Minimal, kalau saya, 3 orang. Mereka bertindak sebagai proof reader sebelum naskah saya kirim ke penerbit. Tugasnya ya memberi masukan dan megoreksi naskah kita dalam hal teknis. Kalau ditanya perlu atau tidak, bagi saya ya perlu banget.

○ Hallo, salam kenal juga mba. Boleh beda-beda, kok. Bebas. Nggak ada aturan yang mengharuskan satu tema. Tapi... Kalau saya pribadi, saya akan lebih memilih untuk fokus pada maksimal 3 hal (yang masih berkaitan). Kenapa? Agar orang yang berkunjung ke blog kita nggak bingung "kita itu siapa". Blog saya pribadi, temanya ada 3: Bahasa Inggris, Public Speaking, dan Self-Development.

Buat awal-awal, bebas nggak apapa. Tapi ke depannya, saran saya fokus mba. Itu kalau dari saya pribadi sih.

○ Bedakan waktu nulis dan waktu editing. Tulis aja semua. Tuangkan semuanya dulu sampai benar-benar habis. Kuras semua ide, tumpahkan semua dalam kata-kata. Setelah itu, biarkan beberapa hari. Kemudian, buka lagi naskahnya, baca lagi. Kalau memang harus dihapus ya hapus. Kalau nggak ya nggak usah. Biar nggak ragu, jangan pakai kacamata sendiri dalam lihat naskah. Minta orang lain kasih pendapat.

○ Untuk menutup kelas ini, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih banyak sudah meluangkan waktunya untuk nyimak materi #SAH di malam ini.

Saya doakan semoga kamu bisa segera menyelesaikan naskahmu ya! Aamiin 🤓

Oiya, sebagai penutup. Saya juga punya tantangan.

Silahkan ambil secarik kertas dan pena.

Tuliskan #SAH yang kamu punya. Alasan kenapa kamu HARUS menyelesaikan naskahmu.

Kalau sudah, boleh di foto dan di upload ke social media yang kamu punya. Kenapa? Biar banyak yang doain biar naskahmu cepet beres ^^

Nanti kamu bisa mention saya di Facebook ‘Adi Triasmara’ atau Instagram @aditriasmara.

Saya pamit,

Wassalamualaikum! 😊🙏🏻

Selasa, 18 Juli 2017

Arafat channel


Kita semua pasti merasa sangat beruntung telah memanfaatkan handphone dengan bijak dan penuh makna. Karena itu ajak sahabat dan keluarga agar mereka juga merasakannya.

Niatkan mengikuti perintah Nabi dalam hadist ini,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِه

"Seseorang baru disebut beriman, jika ia senang apabila saudaranya menerima kenikmatan seperti kenikmatan yang ia peroleh juga"

Cukup copy gambar di bawah ini dan share di media sosial dan group kita masing-masing ya ☺️

Bagi Anda saudaraku semua yang telah sukses menaklukkan puasa fardhu Ramadhan, dan puasa enam hari sunnah, maka di hari kedelapan Syawal ini izinkan kami ucapkan Selamat kepada Anda.

Karena menjalankan kefardhuan bukti kepatuhan kita kepada Allah, dan menjalankan kesunnahan bukti kepatuhan kita kepada Rasulullah.

Bukankah hidup ini memang diperuntukkan untuk Allah dan Rasul-Nya?