Senin, 25 September 2017

Jika PKI Bangkit... Asma Nadia

"Jika PKI Bangkit, Memangnya Kenapa?"

Tulisan Asma Nadia

REPUBLIKA.CO.ID, Pertanyaan yang tampak sederhana, sesederhana cara berpikir orang yang mengungkapkannya.

Untuk menjawab, mungkin kita perlu menelaah lagi sejarah dan fakta yang ada di lapangan.

Saya tidak akan bercerita tentang peristiwa bulan Oktober di tahun 1945, ketika kelompok pemuda PKI membantai pejabat pemerintahan di Kota Tegal, menguliti serta membunuh sang bupati. Tak cukup di situ, mereka menghinakan keluarganya. Kardinah, adik kandung RA Kartini yang menikah dengan bupati Tegal periode sebelumnya, termasuk salah satu korban. Pakaian wanita sepuh itu dilucuti, kemudian diarak dengan mengenakan karung goni.

Betapa saat rakyat Indonesia tengah berjuang melawan penjajah, ketika arek-arek Suroboyo berebut merobek bendera merah putih biru di Hotel Yamato, lalu bertarung menghadapi sekutu pada 10 November, di belahan lain sebulan sebelumnya, sejumlah pejuang turut berdarah-darah dalam pertempuran lima hari di Semarang, membredeli tentara Jepang, PKI justru merusak tatanan bangsa di mana-mana. Menggerogoti dari dalam.

Anasir PKI bergerak merebut kekuasaan di Slawi, Serang, Pekalongan, Brebes, Tegal, Pemalang, Cirebon, dan berbagai wilayah lain. Menghilangkan nyawa anak bangsa dan tokoh pejuang. Bupati Lebak dihabisi, tokoh nasional Otto Iskandardinata diculik dan dieksekusi mati bahkan keberadaan jenazahnya menyisakan misteri. Sultan Langkat dibunuh serta hartanya dijarah. Bahkan Gubernur Suryo, tokoh sentral dari peristiwa di Surabaya juga dibunuh PKI.

Ketika tokoh PKI Amir Syarifuddin Harahap berhasil menjadi Perdana Menteri di tahun 1948, arus bawah PKI merasa mempunyai kekuatan. Muso memproklamirkan Republik Soviet Indonesia, beraliansi komunis. Dan lebih parah lagi dalam Perjanjian Renville, dengan mudah Amir Syarifuddin menyerahkan begitu banyak kekuasaan pada Belanda dan memasung wilayah Indonesia.

Keganasan PKI makin membabi buta.
Saya sebenarnya tidak hendak bercerita tentang peristiwa di Gontor. Ketika setiap pagi menjelang, satu per satu kyai diabsen dan nama yang disebut serta-merta disembelih. Atau kisah Haji Dimyati, aktivis Masyumi yang digorok lehernya sebelum dimasukkan ke sebuah sumur bersama korban pembantaian lainnya.

Juga tentang kesaksian Isra dari Surabaya yang ayahnya diseret ke sawah sembari dihajar beramai-ramai hingga jasadnya tidak berbentuk lagi; hancur, habis terbakar, dan dimakan anjing. Sang anak terpaksa memungut potongan tubuh ayahnya satu per satu dan dimasukkan kaleng.

Atau cerita Moch. Amir yang empat sahabatnya sesama aktivis dakwah disiksa dengan dipotong kemaluan dan telinga mereka hingga ajal menjemput. Atau testimoni Suradi saat para kyai dimasukkan loji lalu dibakar. Yang berhasil keluar tak lantas bebas, melainkan dibacoki. Pun saya sejujurnya tidak ingin mengisahkan kesaksian Mughni yang melihat tokoh Islam dari Masyumi di Ponorogo diciduk dan dinaikkan truk. Telinga kakaknya dipotong, lalu dibuang di sumur tua.

Juga tentang Kapolres Ismiadi yang diseret dengan Jeep Wilis sejauh 3 km hingga wafat. Setelah tentara dibunuhi, gantian polisi dilibas. Kemudian pejabat, ulama, serta para santri.

Pascagerakan komunis berhasil dihentikan di tahun 1948, pada 1965 PKI kembali beraksi.
Buya Hamka, Ketua MUI pertama dan para ulama lainnya dipenjara. Mereka difitnah oleh kalangan PKI yang saat itu sangat dekat dengan pemerintah berkuasa. Tak hanya menerima siksaan setiap hari, Buya Hamka memperoleh ancaman akan disetrum kemaluannya.

Deretan kisah mengiris hati di atas pernah saya baca, tapi tidak akan saya ceritakan sebagai jawaban atas pertanyaan itu. Karena mungkin hanya dianggap serpihan dari peristiwa kecil.

Tapi, kini mari kita lihat apa yang terjadi jika komunisme berkuasa.
Di Uni Soviet, sekitar 7 juta orang tewas dalam Revolusi Bolsevik dipimpin oleh Lenin. Di masa Stalin 20 juta orang terbunuh untuk memuluskan program komunisme.

Salah satu cara komunisme bertahan adalah, melestarikan tidak adanya perbedaan pendapat, dan jika berbeda sebaiknya dibunuh, berapa pun jumlah korban yang dibutuhkan.

Di Kamboja, sekitar 2 juta orang atau sepertiga jumlah penduduk dibantai untuk mengukuhkan kekuasaan komunis. Di Cina jumlah korban meninggal dalam revolusi diduga mencapai 80 juta.

Jadi, jika PKI bangkit, memangnya kenapa?
Pertanyaan seperti ini lebih baik dijawab dengan pertanyaan.
JIka PKI pernah mengkhianati kemerdekaan bangsa, apa jaminan mereka tidak akan mengulanginya?
Jika baru mempunyai sedikit kekuasaan saja sudah membantai begitu banyak orang, apa yang terjadi jika memegang kekuasaan besar?

Jika komunisme dilatih tidak bisa berbeda pendapat, lalu di mana letak kebebasan?
Dan yang terpenting dari semua itu, jangan berteriak korban. Mengutip Ahmad Mansur Suryanegara, PKI di Indonesia bukan korban, mereka pelaku. Atau istilah Agung Pribadi dalam buku Gara-Gara Indonesia, ini saatnya rekonsiliasi, kita bisa maafkan, tapi jangan lupakan sejarah pembantaian yang dilakukan PKI.

Buya Hamka, Soekarno dan Pramoedya

*BUYA HAMKA,  SOEKARNO dan PRAMUDYA ANANTA TOER*

Soekarno dan Pramudya Ananta Toer adalah 2 orang yg paling jahat perlakuannya thdp Buya Hamka semasa era 60an.

Soekarno, yg bertemu Buya saat mrk msh sama2 berusia 30an, dan berteman baik sjk saat itu, tiba2 berubah di usia senja. Gara2 ideologi NASAKOM yg diusung Soekarno, dua kawan ini terpaksa harus berbenturan.

Buya Hamka yg seorang ulama, tidak pernah mengkritik dgn kata2 pedas. Ia selalu mengkritik dgn bahasa halus dan berwibawa. Tapi itu tidak menghalangi Soekarno utk "menghukum" beliau. Berbagai serangan balik dilancarkan Soekarno utk memukul dan menjerembabkan mantan sobatnya ini.

Berbagai fitnah mulai ditebar Soekarno, dan puncaknya adalah fitnah bhw Buya Hamka, ulama yg lembut dan berwibawa ini, sedang merencanakan pembunuhan Presiden Soekarno! *Tuduhan yg gila dan terlalu mengada-ada.*

Tapi apa boleh buat. Perintah presiden adalah titah mutlak. Buya pun ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Berbagai tindakan kejam dan sadis dialami Buya di penjara.
Kulit disulut rokok.

Badan direndam ke air, dan sesekali bak air tsb dialiri listrik.
Dll *tindakan keji ala PKI dilakukan thdp Buya. Semua atas sepengetahuan Soekarno.*

Tak hanya disitu.
Buya yg seorang penulis, biasa mendapat penghidupan keluarga dari hasil royalti buku2nya yg berjumlah puluhan. Saat beliau di penjara, seluruh buku-buku karyanya disita pemerintah. Termasuk buku yg baru saja selesai dicetak. Fresh from the oven. Tak luput dr sitaan.

Tak hanya buku2 agamanya saja yg dilarang. Bahkan sampai buku-buku novel yg ditulisnya 30an tahun lalu, tak luput dari sitaan pemerintah Soekarno. *'Di Bawah Lindungan Kabah', 'Merantau ke Deli',* yg bernuansa roman pun kena operasi sita. Otomatis, biaya hidup buat istri dan anak-anak Buya pun terhenti. Istri buya mulai harus menjual perhiasan-perhiasan miliknya demi menyambung hidup.

Adapun Pramoedya Ananta Toer..
*Tak kalah jahat juga ia dalam memfitnah Buya Hamka.*
Melalui media-media miliknya, ia menuduh Buya begini dan begitu. *Mulai dari menuduh Buya melakukan plagiarisme, sampai menebar propaganda bhw Buya berencana membunuh Presiden Soekarno.*
Pramoedya dan Soekarno. Dua sekawan yg kompak dlm memfitnah Buya Hamka, lawan politik mereka.

Sampai akhirnya berakhirlah masa-masa kelam di penjara itu. Alhamdulillah OrLa akhirnya berakhir. Pemerintahan pun berganti. Sang presiden baru akhirnya melepaskan Sang Ulama dari penjara. Di saat inilah momen-momen epik dalam kehidupan 3 tokoh ini terjadi.
-----------------------
"Tok tok tok"..
pintu rumah Buya diketok sepasang orang asing. Laki dan perempuan. Mereka pun menyampaikan maksud kedatangannya.

*"Maaf Buya. Ayah saya menyuruh saya datang ke Buya, meminta tolong buya untuk mengajar Islam ke pacar sy ini. Dia non-muslim, buya. Ayah saya tidak mau punya mantu non-muslim, jd dia harus masuk islam dulu. Harus belajar islam dulu. Dan kata ayah, dia harus belajar Islam langsung ke ahlinya. Yaitu Buya.."* kata si gadis

Buya mengernyitkan kening. Heran. Dan kemudian bertanya, *"siapa ayahmu, nak?"*
Malu-malu si gadis menjawab..
*"Pramoedya Ananta Toer, buya.."*

Buya tercenung sejenak. Lalu tersenyum lebar. Wajah herannya berubah ceria. Dipersilakan pasangan itu masuk, dan pelajaran Islam pun mulai dijadwalkan.

Ya, Pramoedya Ananta Toer yg itu.
Yg dulu memfitnah beliau.
Yg dulu tak henti-hentinya menebar hoax ttg beliau di media-media besar miliknya.
Yang dulu adalah pendukung utama Nasakom dgn hawa komunisnya.

Tak disangka, ia keder juga saat anak gadisnya naksir lelaki non-muslim. Ketar ketir ia. Rupanya, sedikit iman msh ada di hatinya, yg membuatnya melarang si anak nikah, kecuali bila suaminya mau masuk Islam. Tak tanggung2, guru Islam yg dipilihnya adalah guru terbaik yg dimiliki Indonesia saat itu. Yaitu Buya Hamka...
Mantan lawan politiknya dulu..

Buya Hamka tersenyum.
Ia menyambut baik permohonan Pramoedya. *Walau Pramoedya tidak pernah berkata "maaf",* tapi datangnya si anak, bagi Buya adalah isyarat bhw Pramoedya menyesal, dan minta maaf padanya.
---------------------
Kisah lain adalah datangnya surat. Langsung dr presiden Soeharto. Dadakan. Isi suratnya adalah:
*"Mohon Buya utk menjalankan amanat terakhir Soekarno. Yaitu mensholatkan jenazahnya"*

Buya mengernyit. *"Dia sudah meninggal?"* Tanya beliau pada utusan presiden. Segera setelah yakin, ia pun langsung berkemas, dan melesat ke rumah duka. Menjalankan amanat terakhir Soekarno. Ya, di jelang ajalnya, mantan lawan politiknya ini memang sempat berkata, *"kalau aku mati, tolong jenazahku disholatkan oleh Buya Hamka."*

Beberapa kawan Buya saat itu protes. Buat apa mensholatkan Soekarno ? Dia sdh berlaku kejam terhadap Buya. Dia penjarakan Buya. Dia siksa Buya di penjara. Belum lagi dia cabut nafkah buat keluarga Buya. Kurang kejam apa dia ? Kenapa kok Buya mau-maunya sholatkan jenazahnya?

Buya hanya tersenyum.
Katanya, *"Saya bersyukur atas peristiwa penjara itu. Kalau bukan krn di penjara, Tafsir Al Azhar karya sy mungkin tidak akan pernah ditulis. Karya itu ditulis saat sy merasa tertekan di penjara." Katanya lembut. MasyaAllah, buyaaa...*

Ya, masterpiece Buya Hamka, Tafsir Al Azhar, mmg ditulis semasa beliau di penjara. Siksaan demi siksaan yg diterimanya membuatnya lebih dekat dan lebih dekat lagi dengn Al Quran, dan menginspirasinya utk menulis tafsir tsb. *Tanpa siksaan berat yg diterimanya tiap hari, mgkn ia juga tidak akan terpikir utk menulis karya legendaris ini.*
-----------------------
Dari Buya Hamka, kita belajar tentang kearifan. Tentang akhlak seorang muslim. Tentang sifat ramah dan pemaaf. Tentang berfikir positif di segala situasi.

Tidak mudah utk bisa menjadi pemaaf, bila kita berada di posisi Buya, yg kerap difitnah, bahkan disiksa fisik.

Tapi inilah Buya HANKA. yang pemaaf dan berjiwa besar. Seperti Nabi Muhammad saw yg pemaaf, saat babak belur ber-darah2 dilempari batu oleh warga Thaif. Saat malaikat gunung menawari beliau utk balas dendam, dengan cara membenamkan penduduk Thaif dlm bencana longsor, nabi malah melarang. Alih2 balas dendam, beliau malah mendoakan hidayah bagi orang2 yg telah menyiksanya ini. Sungguh sikap pemaaf yg epik..
Yg mampu diserap sempurna oleh Buya HAMKA.

Tidak mudah pula berpikir positif, bila kita mendapat siksaan hidup luar biasa keras.

Umumnya kita selalu mengeluh. Dan mengeluh. Dan mengeluh.

Lalu mulai mengumpat, mengutuk, dan mencerca orang yg sudah menjerembabkan kita pada siksaan berat ini.

*"Jarang sekali ada orang yg bisa memanfaatkan kondisi tertekan itu utk bisa lebih dekat lagi pada Allah, pada Alquran. Lebih jarang lagi yg mampu menulis karya masterpiece di tengah kondisi spt itu. Only one in a million person. Dan Buya Hamka adalah salah satu manusia langka itu."*

MasyaAllah, pancaran iman beliau memang luar biasa.
Islam bukan sekedar agama ritual buatnya. Namun betul2 diserap sempurna dlm akhlaknya sehari-hari. Akhlak seorang muslim sejati.

Pancaran iman ini pulalah yg membuat 2 orang yg memusuhinya, berbalik merindukannya.

Ya, siapa sangka..
Dua orang yg pernah memfitnah dan menyiksanya, malah justru mengakui kapasitas iman dan ilmu beliau. Dan malah meminta tolong 2 hal vital dalam kehidupan pribadi mereka?

Ini tidak akan terjadi,
Seandainya dulu di masa bermusuhannya, Buya kerap melontarkan cercaan, olok-olok, dan kata2 pedas. Ya, buya mmg hanya melontarkan kritik thdp Nasakom saja. Tidak pernah ia menyerang pribadi 2 orang ini. MasyaAllah..
----------------------
*"Salam kami untukmu, Buya HAMKA."*
*'Betapa kami rindu pada sosok teduh sepertimu.'*
*'Engkau bagaikan salju yg mampu meredam sangarnya geliat api..'*

*'Engkau bagaikan mentari pagi yg mampu mengubah gelapnya malam menjadi terang ceria..'*

*'Engkau bagaikan embun yg mampu menyejukkan hati yg luka dengan sentuhan iman.'*
*'Seandainya engkau masih hidup, buya HAMKA.......'*

Moga bermanfaat.

Copas

Hutang dan Riba

15 Alasan Kenapa Anda Selalu Dililit Hutang & riba

Salah satu cara agar anda dapat keluar dari lilitan hutang adalah dengan memahami mengapa anda berhutang pada saat pertama kali.

Dengan anda memahami dengan baik, setidaknya Anda bisa mengantisipasi dari awal sebagai tindakan pencegahan agar mengambil keputusan berhutang bisa anda batalkan karena resiko dan dosa yang anda akan tanggung lebih besar (dosa teringan 36x zina dan menzinahi ibu kandung) daripada barang yg akan anda miliki.

Berikut inilah beberapa alasan yang saya share  mengapa anda bisa terlilit dengan hutang dan dosa riba yang bisa Anda pertimbangkan beberapa kali sebelum mengambil keputusan untuk berhutang.

1. Anda membeli barang-barang yang tidak terlalu anda butuhkan.

Berhentilah membeli barang-barang menurut kat hati anda! Jika perlu hindarilah pergi ke mall! Sebab mall adalah sumber hutang pribadi anda. Tidak ada alasan memanjakan diri anda dengan membeli barang-barang bermerk yang sebetulnya tidak anda butuhkan.

2. Anda menggunakan kartu kredit untuk membeli barang-barang yang anda tidak mampu membelinya secara tunai.

Jika anda tidak dapat membeli secara tunai hari ini, jangan membelinya! Sesederhana itu rumusnya.

3. Anda berpikir bahwa merek produk tertentu menandakan status sosial, ’ngetrend’, gaya dsb.

Mobil membawa anda dari suatu tempat ke tempat yang lain. Dompet adalah tempat menyimpan uang dan surat-surat penting anda. Kacamata hitam melindungi mata anda dari sinar matahari. Kaos menjaga anda tetap hangat. Jika anda selalu membayar sangat mahal untuk produk-produk tersebut demi status sosial, ‘ngetrend’ atau gaya, dibanding dengan fungsinya itu sendiri, berarti anda dalam masalah.

4. Anda membeli mobil baru setiap beberapa tahun.

Lihat poin saya sebelumnya. Mobil berfungsi mengantarkan anda dari suatu tempat ke tempat yang lain. Jika anda membeli sebuah mobil baru setiap beberapa tahun meskipun mobil lama anda masih berfungsi dengan sangat baik, maka anda sedang berusaha keras untuk mengesankan ‘sesuatu’ yang salah pada orang-orang… dan anda sendiri sedang dalam proses menuju pada kebangkrutan.

5. Anda membeli sesuatu yang sebetulnya bisa anda pinjam atau sewa.

Poinnya adalah jika anda hanya sesekali menggunakan barang tersebut, kenapa anda tidak meminjam dari teman anda atau menyewanya saja? Sebagai contoh, saya hampir saja membeli sebuah tangga lipat yang mungkin saya hanya pergunakan setahun 1-2 kali, padahal saya bisa meminjamnya dari orangtua saya.

6. Anda membayar harga normal untuk setiap barang/jasa yang anda beli.

Anda dapat menghemat sampai 10 juta rupiah setiap tahun jika saja anda mau menunggu membeli barang/jasa dan berbelanja pada outlet-outlet yang memberikan discount.

7. Anda memiliki (atau menyewa) rumah lebih besar dari yang anda butuhkan.

Ketika anda membeli atau menyewa rumah lebih besar dari yang anda butuhkan, anda berarti akan membuang uang untuk membayar biaya bulanan yang lebih mahal, biaya pemeliharaan yang lebih tinggi dan membeli ‘barang-barang’ untuk mengisi ruang yang kosong.

8. Anda tidak memiliki rencana anggaran.

Apakah anda berasumsi bahwa jika anda menunggu dan mencari uang lebih banyak, maka keuangan anda akan membaik dengan sendirinya? Jika anda berpikiran seperti itu maka anda salah besar! Diperlukan pembuatan rencana anggaran yang serius untuk menghilangkan hutang-hutang anda serta mulai membangun kekayaan. Jadi mulailah membuat rencana anggaran sekarang!

9. Anda tidak mengoptimalkan modal yang anda miliki.

Anda harus membuat kesempatan uang anda untuk membuat uang kembali (leverage). Setiap modal yang anda miliki, tidak peduli seberapa kecil, harus dipergunakan untuk investasi. Jika modal anda tidak diinvestasikan, maka uang anda akan kehilangan nilainya karena faktor inflasi.

10. Anda menikah dengan pasangan yang ’shopping oriented’.

Anda tidak akan keluar dari lilitan hutang jika anda menikah dengan seseorang yang selalu membelanjakan uang yang anda hasilkan. Jadi tolonglah belahan jiwa anda tersebut untuk bertanggung jawab terhadap keuangan, kecuali jika anda ingin menjalani hidup lebih berat di masa mendatang.

11. Anda tidak pernah dibekali pendidikan dasar tentang pengaturan keuangan.

Ilmu keuangan bukan insting yang dibawa sejak lahir. Anda harus cukup mendapatkan bekal pendidikan tentang pengaturan keuangan, entah itu lewat pendidikan formal atau otodidak. Jika tidak, anda tidak akan kemana-kemana, tetap dalam lilitan hutang.

12. Anda memiliki mental ’ingin cepat kaya’.

Hanya 0.01% orang yang memiliki kekayaan secara instan, contohnya warisan orang tua. Sisanya sebesar 99.99%, kekayaan tidak akan datang secara instan. Jadi jika anda menghabiskan waktu dan uang anda untuk melakukan skema ’ingin cepat kaya’, yang terjadi justru hutang akan melilit anda.

13. Anda memiliki kebiasaan dan mentalitas yang buruk.

Mabuk-mabukan dan judi adalah contoh yang sempurna dari sekian banyak kebiasan buruk, dimana anda memilih untuk menukar kesenangan jangka pendek/sesaat dengan kesengsaraan jangka panjang, yaitu hutang dan ketidaknyamanan.

14. Anda banyak menyia-nyiakan waktu anda sendiri.

Mereka mengatakan “waktu adalah uang”, dan saya tambahkan disini waktu lebih berharga dibandingkan uang. Waktu adalah hal terbesar dalam kehidupan. Uang yang hilang, dapat dicari kembali, namun waktu tidak tergantikan. Jadi jika anda gagal mengatur waktu anda, maka sudah pasti anda akan gagal mengatur uang anda … dan anda akan gagal juga dalam setiap aspek kehidupan anda. Jadi fokuskan waktu dan energi anda pada hal-hal yang penting, lupakan yang lain.

15. Anda tidak menjaga kesehatan anda.

Jagalah selalu tubuh dan pikiran anda tetap sehat! Masalah-masalah kesehatan akan menguras uang anda dan jika ini berkelanjutan, maka sudah dipastikan anda akan mengalami masalah keuangan jangka panjang.

Ingatlah selalu bahwa hutang dapat dihindari dan dihilangkan. Hanya membutuhkan sedikit usaha, pendidikan dan determinasi untuk membuat semuanya menjadi mungkin. Seperti telah saya utarakan, hiduplah dengan sederhana. Jangan menggunakan uang untuk mengesankan orang lain. Jangan hidup dengan anggapan bahwa kekayaan selalu diukur dengan materi. Kelola uang anda dengan bijak sehingga uang tidak mengatur anda.

Silahkan  dipraktikan dan dipertimbangkan. Semoga kita smua bisa terbebas dari jerat hutang dan riba.. aamiin

Fakta Sejarah

Fakta sejarah yang mendekati kebenaran..

Dari berbagai versi, versi ini yang menurutku paling rasional didukung pidato kenegaraan Soekarno dan fakta-fakta sejarah lainnya.

Peristiwa G30S berawal dari informasi yg dibawa oleh Subandrio dari Mesir pada tgl 15 Mei 1965 tentang adanya Dewan Jenderal (Dokumen Gilchrist).

Sukarno menanggapi isu ini dgn serius. Pada tanggal 25 Mei 1965, Sukarno memanggil para Menteri Panglima Angkatan untuk meminta kejelasan tentang adanya Dewan Jenderal.

Pada kesempatan tersebut, Letjen Ahmad Yani selaku Menpangad dgn tegas menyatakan bahwa Dewan Jenderal tidak ada, yang ada adalah Dewan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) yg bertugas memberi masukan atau pendapat kepada Menpangad tentang kepangkatan dan jabatan Perwira Tinggi di tubuh angkatan darat.
Bahkan Jenderal Nasution juga memastikan bila Dewan Jenderal memang tidak ada.

Merasa kurang puas dgn penjelasan Jenderal Ahmad Yani dan Jenderal Nasution, Sukarnopun berusaha mencari kejelasan lebih lanjut. Sukarno memberi perintah pd Brigjen Sjafiudin (Pangdam Udayana) untuk mencari tahu nama2 yg dimaksud, lalu didapat 9 nama.

Inilah ke 9 nama yg disodorkan Brigjen Sjafiudin :
1 Jenderal AH Nasution (Menko Pangap/KASAB),
2 Letjen Ahmad Yani (Menpangad),
3 Mayjen R Soeprapto (Deputy II Menpangad)
4 Mayjen MT Haryono (Deputy III Menpangad)
5 Mayjen S Parman (Asisten I Menpangad bidang Intelejen)
6 Mayjen Djamin Ginting (Asisten II Menpangad bidang Operasi)
7 Brigjen DI Panjaitan (Asisten IV Menpangad bidang Logistik)
8 Brigjen Sutoyo (Inspektur Kehakiman AD)
9 Brigjen Sukendro (Asintel Mayjen S Parman).

Akhirnya Sukarno memberi sinyal untuk menindak mereka tapi bulan berganti bulan tak ada perkembangan.

Lalu atas bisikan PKI, Sukarno menemukan ide yg dianggapnya cemerlang (menurut pikirannya berdasarkan pengalaman Lenin, Stalin, Mao Tse).
Berdasarkan rekomendasi dari Brigjen Sabur, Sukarno memberi perintah kepada Letkol Untung  untuk menindak para Jenderal.

Ditentukanlah tanggalnya dan dipilihlah bulan Oktober dgn alasan Sukarno ingin mensejajarkan diri dgn Sovyet & China yg sdh lebih dahulu terkenal dgn Revolusi Oktobernya.
Dalam beberapa kesempatan Sukarno selalu menyebut peristiwa G30S  dgn istilah “GESTOK”.
Sukarno menolak penggunaan istilah Gestapu atau G30S.

Sesuai perencanaan, Operasi penindakan para jenderal mulai dijalankan. Supply persenjataan diperoleh dari Marsekal Oemar Dhani yg merupakan Menpangau waktu itu.
( TNI AU baru melaporkan kehilangan senjata setelah senjata2 tsb disita lewat pertempuran di wilayah Lubang Buaya).

Berdasarkan kesaksian keluarga para jenderal yg menjadi korban, ternyata pada malam kejadian telepon selalu bordering tiap jam hanyak untuk menanyakan keberadaan para jenderal, apakah ada di rumah atau tidak.

Pada dini hari pukul 4.00 Wib operasi penindakan para jenderal pun dijalankan. Satu persatu para jenderal diculik dari rumah mereka masing-masing.

Namun operasi penindakan para jenderal ini Gagal Total karena ternyata Nasution berhasil meloloskan diri
Walau tahu kalo operasi penindakan para jenderal Gagal, namun operasi tetap dijalankan.

Pada pagi harinya Letkol Untung mengumumkan berita sebaliknya melalui RRI. Letkol Untung memberitakan kesuksesan Dewan Revolusi menghabisi para jenderal yg dianggap menghalangi Revolusi yg dicanangkan Sukarno. Pengumunan ini ternyata mendapat sambutan diberbagai daerah, seperti Jogjakarta, dimana Kolonel Katamso dan Letkol Sugijono diculik dan dibunuh. Bahkan dibeberapa daerah, para anggota PKI & simpatisan PKI mulai menebar ancaman yg membuat rakyat menjadi kian ketakutan.

Dalam persembunyiannya, jenderal Nasution mengakui kalo dirina merasa gamang dlm menentukan siapa kawan dan siapa lawan yg sebenarna.  Akhirnya Nasution memilih KOSTRAD sbg tempat berlindung walau diketahui sebetulnya sbg Benteng Pengendali Keamanan Ibukota adalah KODAM JAYA. 

Menjelang sore sekitar pukul 4 lewat akhirnya jenderal Nasution masuk ke Markas KOSTRAD.
Jenderal Nasutionpun memberi perintah kepada Mayjen Suharto untuk mengambil alih komando TNI AD. Menindak lanjuti perintah jenderal Nasution, Mayjen Suharto mengirim telegram keseluruh Kodam memberitahukan tentang selamatnya jenderal Nasution dan memerintahkan untuk bersiaga penuh.

Mayjen Suharto pun memberi perintah kepada Kolonel Sarwo Edhie untuk segera merebut RRI & menguasai Halim (daerah Lubang Buaya yg merupakan tempat pelatihan militer para Pemuda Rakyat). 

Sejarah mencatat, dari 3 Menteri Panglima yg tersisa hanya Menpangal Laksamana RE Martadinata yg menjenguk Jenderal Nasution saat berada di Kostrad pasca kejadian.

Usai mendengar kesaksian Jenderal Nasuton, Laksamana RE Martadinata menyatakan sikap TNI AL yg mendukung TNI AD untuk melawan PKI.
Namun sayang, sikap ini justru membuat karier militernya tamat, karena pada tgl 21 Februari 1966, Laksamana RE Martadinata dicopot jabatannya sbg Menpangal.

Ternyata selamatnya Jenderal Nasution waktu itu, menjadi petaka bagi Sukarno dan PKI, apalagi saat ditangkap, Letkol Untung memberi daftar 60 nama prajurit Cakrabirawa yg terlibat langsung.

Harap diingat, pada malam peristiwa Letkol Untung memberi memo kepada Sukarno saat seminar para Arsitek. Setelah membaca memo tsb Sukarno menyelipkan ucapan yg dikutip dari kisah Ramayana/Mahabrata tentang membunuh saudara kandung demi pencapaian tujuan. 

Perlu diketahui, sehari sebelum peristiwa terjadi ternyata Sukarno sdh menjanjikan posisi Menpangad kepada Mayjen Mursjid yg merupakan orang nomor 2 di Kemenpangad waktu itu. Mayjen Mursjid adalah Deputy I Menpangad yg tdk turut menjadi target saat itu padahal Deputy II & Deputy III turut menjadi korban saat itu.

Para Antek2 PKI yg berkedok Sukarnois mencoba memelintir peristiwa G30S dgn mengabaikan “Selamatnya” Jenderal Nasution.
Padahal beliaulah yg membuat semua skenario & rencana Sukarno menjadi berantakan.

Lalu tindakan Sukarno yg justru mencopot jabatan Jenderal Nasution dari jabatannya sbg Menko Pangap/Kasab, semakin memperkuat kecurigaan akan keterlibatan Sukarno.

Tindakan pencopotan ini seolah menunjukan kalo Sukarno Gak Suka kalo Nasution berhasil selamat.

Pasca peristiwa pembunuhan para jenderal di Lubang Buaya, situasi Eskalasi politik di Indonesia semakin memanas. Rakyat mulai turun kejalan menuntut pembubaran PKI tapi Sukarno seolah tak bergeming membela keberadaan PKI.
Bahkan saat berpidato didepan Front Nasional tgl 13 Februari 1966, di daerah Senayan, Sukarno kembali dgn lantang memuji PKI dgn mengatakan, “Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI”.

Mendengar pidato Sukarno yang keukeuh membela PKI, tuntutan mahasiswa dan rakyat semakin menguat untuk melengserkan Sukarno. Menghadapi tuntutan mahasiswa dan rakyat yang semakin meluas, akhirnya Sukarno mengeluarkan SP 11 Maret ditahun 1966, yang isinya memerintahkan Letjen Suharto sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat untuk segera mengendalikan situasi dan keadaan dengan mengambil tindakan yang dianggap perlu demi menjaga keamanan dan kestabilan pemerintahan. Namun Sukarno cukup cerdik dengan menyelipkan perintah untuk menjaga dan menjamin keselamatan pribadinya. Sukarno menyelipkan perintah menjaga dan menjamin keselamatan pribadinya dengan menyematkan berbagai gelar yang disandangnya.

Berdasarkan SP 11 Maret, Letjen Suharto mulai mengadakan pembersihan atas unsur-unsur PKI di pemerintahan termasuk menangkapi beberapa menteri dan pejabat yang terlibat PKI. Tindakan Letjen Suharto mendapat kritikan dari Sukarno yang ditanggapi Suharto dengan memasang dirinya sebagai tameng untuk menjaga nama baik Sukarno.

Pasca terbitnya SP 11 Maret, situasi keamanan Negara mulai kondusif dan terkendali. Gejolak demontrasi anti pemerintah mulai mereda.
Namun situasi kembali memanas saat Sukarno mengawini gadis belia, Heldy Jaffar yang berusia 18 tahun dibulan Mei 1966. Perkawinan ini menjadi puncak kemarahan rakyat dan menjadi bukti “Ketidak Pedulian” Sukarno terhadap kondisi dan situasi Negara. Rakyat melihat ternyata Sukarno lebih mementingkan kepentingan pribadinya dibanding kepentingan Bangsa dan Negara.

Akhirnya tuntutan rakyat dijawab oleh MPRS yang diketuai oleh Jenderal AH Nasution.
Pada bulan Juni 1966, Sukarnopun diseret ke SU MPRS untuk dimintai pertanggung jawaban. Inilah awal kejatuhan Sukarno dimana 2 nota pembelaannya yang diberi judul Nawaksara I dan II ditolak oleh MPRS. Mandat Sukarno sebagai Presidenpun dicabut MPRS pada bulan Maret 1967. Selanjutnya MPRS memilih dan mengangkat Letjen Suharto sebagai Plt Presiden.

Terlukis kesan ketidak relaan di wajah Sukarno atas pencopotan dirinya dari kedudukan Presiden.
Berdasarkan Tap MPRS no 33 tahun 1967, MPRS memerintahkan kepada Plt Presiden, Jenderal Suharto untuk melakukan proses hukum kepada Sukarno sesuai ketentuan hukum yg berlaku, namun Suharto hanya mengenakan status Tahanan Rumah tanpa pernah berusaha mengajukan Sukarno untuk diadili.

"Mikhul Dhuwur Mendhem Jero" menjadi alasan Suharto agar Bangsa Indonesia tdk memperlakukan Sukarno seperti pesakitan/pecundang. Sikap Suharto ini dipertegas dgn pidatonya di depan Sidang MPRS pd tahun 1968, agar kita lebih baik mencurahkan tenaga & pikiran dlm menghadapi masa depan bangsa Indonesia dibanding mempermasalahkan masa yg lalu.

Pada kenyataannya, Suharto memang tidak pernah mengajukan Sukarno kedepan sidang pengadilan manapun. Bahkan sebagai bentuk penghormatan, pada tahun 1986 Suharto memberikan gelar Pahlawan Proklamasi kepada Sukarno & Hatta.
Mendirikan Tugu Proklamasi untuk menghormatinya serta menyematkan nama Sukarno-Hatta pada nama Bandara Internasional Indonesia.

Dan terakhir, Suharto menyematkan foto Sukarno-Hatta pada lembaran uang kertas Rp.100.000,-

NB : 2 Nama dari 9 nama jenderal yg menjadi target operasi berhasil selamat karena pada malam kejadian tidak berada ditempat/dirumah.
Mayjen Djamin Ginting berada di Medan saat peristiwa terjadi.
Brigjen Sukendro berada di luar Jakarta saat peristiwa terjadi.
Pasca peristiwa, Mayjen Djamin Ginting turut berlindung di Markas Kostrad bersama Jenderal AH Nasution.

Kronologis Kejadian G30S diatas ditulis oleh  beberapa mantan aktivis 66. Bagi Buzzer JASMEV/PROJO & Orang2 yg Sok Ngaku Sukarnois, saya persilahkan untuk membantah Kronologis diatas dengan cara menulis Kronologis Kejadian sebagai pembandingnya.
Saya persilahkan kalian untuk memasukan semua tuduhan kalian kepada pak Harto, tapi saya ingatkan untuk tidak melupakan situasi selamatnya jenderal Nasution yg berlindung ke Markas Kostrad waktu itu.

Bila kalian masih tidak mampu untuk menuliskannya maka berarti kronologis yg ditulis para mantan aktivis 66 diatas adalah BENAR & TIDAK TERBANTAHKAN.

Di copy dari fb nya Agus Santoso..wallahua'lam..

Sumur Tua PKI

Tere Liye: Sumur Tua PKI, Kebencian Macam Apa yang Tega Adiknya Dibantai

Berita Islam 24H - Kebencian sebesar apa yang bisa membuat kita membunuh orang lain, lantas dilemparkan ke dalam sumur? Dan kebencian sebesar apa lagi yang membuat seorang kakak kandung membiarkan adiknya dibunuh, dilemparkan ke dalam sumur tua?

Ini adalah kisah seorang Jenderal bernama S. Parman, dan seorang petinggi Politbiro CC PKI bernama Sakirman. Kalian boleh jadi tidak tahu, dua orang ini bersaudara kandung. Yeah, mereka bersaudara, tapi berbeda pemahaman dalam banyak hal.

Siswondo Parman (S. Parman) lahir 4 Agustus 1918, jauh sebelum Indonesia merdeka. Dia anak pintar, masuklah ke sekolah kedokteran Belanda, jika nasib menentukan lain, dia akan jadi dokter yang hebat. Tapi Jepang datang ke Indonesia, mengambil-alih kekuasaan Belanda, keadaan kacau balau, S Parman banting setir akhirnya bekerja untuk polisi militer Kempeitai Jepang. Tidak lama bekerja, dia ditangkap serdadu Jepang karena diragukan kesetiaannya. Tapi S Parman cerdas, dia dibebaskan, dan justeru dikirim belajar intelijen oleh Jepang.

Setelah kemerdekaan, S Parman bergabung dengan TKR (Tentara Keamanan Rakyat), karirnya moncer, prestasinya banyak, termasuk yang perlu dicatat, dia pernah menggagalkan rencana pembunuhan yang hendak dilakukan kelompok Raymond Westerling, APRA-Angkatan Perang Ratu Adil. Tahun 1951, S Parman dikirim ke Amerika, sekolah di sana. Juga pernah dikirim ke London, sebagai atase militer Indonesia. S Parman adalah tentara yang brilian dalam urusan intelijen, posisi terakhirnya sebelum meninggal adalah soal intelijen.

Sekarang kita bahas kakaknya. Siapa itu Sakirman? Wah, juga tidak kalah menterengnya, lahir tahun 1911, terpisah 7 tahun dengan adiknya, Sakirman adalah jenius dalam keluarga, dia lulusan "Technische Hooge School" (THS), sekarang ITB. Insinyur Sakirman, adalah elit Politbiro CC PKI. Sejak sebelum masa kemerdekaan, Sakirman terlibat dalam banyak peristiwa penting, meski sipil, seorang insinyur, dia pernah menyandang pangkat Let Kol dalam pemerintahan awal-awal kemerdekaan.

Tapi berpuluh tahun kemudian, dua bersaudara ini ternyata berbeda jalan. Sangat berbeda.

S Parman, yang jelas terlatih dalam bidang intelijen, tahun 1960-an, habis-habisan menolak ide pembentukan kekuatan kelima. Dia tidak mau jutaan rakyat, petani dan buruh tiba-tiba diberikan senjata. Menurut S Parman, itu sungguh strategi licik yang amat membahayakan. Ada udang dibalik batu. Itu rakyat yang mana? Sekali jutaan rakyat itu membawa senjata, crazy sekali, Indonesia bisa menjadi lautan perang saudara, darah tumpah di mana-mana. Tidak akan ada yang bisa mengontrol mereka.

Kakaknya, Sakirman, justeru punya pendapat berbeda. Sebagai elit Politbiro CC PKI, dia habis-habisan menggelontorkan ide tersebut agar direstui penguasa. Elit PKI tahu persis, hanya TNI yang masih menjadi penghadang ide besar mereka mengambil-alih kekuasaan, maka apapun harus dilakukan untuk menyingkirkan TNI, termasuk fitnah keji sekalipun, seolah-olah TNI-lah yang hendak mengkudeta pemerintah. Pancasila tidak relevan lagi, itu bisa diganti dengan paham lain.

S Parman dan Sakirman menjadi seteru politik yang nyata. Dua kakak-adik itu menjadi musuh. Satu TNI, satu PKI.

Hari itu, entah kebencian sebesar apa yang membuat seorang kakak kandung tega melihat adiknya masuk dalam daftar Jenderal yang diculik. Hari itu, Jenderal S Parman dibawa hidup-hidup ke sebuah sumur tua, di sana dia ditembak tanpa ampun, kemudian dilemparkan masuk ke dalam sumur dingin itu. Jasadnya yang sudah menyedihkan, ditemukan beberapa hari kemudian. Sungguh, kebencian sebesar apa yang bisa membuat kita memutus tali persaudaraan?

Apakah sama dengan 39 tahun lalu, ketika lebih dari 1,2 juta rakyat negeri seberang, Kamboja juga tewas oleh kekejaman pasukan Khmer Merah. Kelompok KOMUNIS, yang berusaha mengangkangi seluruh negeri, mengambil kekuasaan dari pemerintah di bulan April 1975. Sebagian dari rakyat Kamboja mati karena kelaparan, menderita sakit dalam kecamuk perang yang disebabkan pasukan Khmer Merah, dan tidak sedikit yang tewas karena disiksa, ditembak mati, terserah apa maunya si komunis.

Kenanglah peristiwa ini. Kisah S Parman dan Sakirman, dua saudara kandung, yang berbeda pemahaman, dengan ending menyesakkan. Hari ini, S. Parman menjadi nama banyak jalan besar di negeri ini. Kita boleh jadi lupa sejarahnya, tapi ijinkan saya mengingatkan kalian, agar kita lebih seimbang dalam mengenang sesuatu....

Oleh Tere Liye

Tambahan referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Sakirman
https://id.wikipedia.org/wiki/Siswondo_Parman

Sejarah PKI

*INILAH SEJARAH YG TDK BOLEH DI LUPAKAN OLEH KITA SEMUA.*

*Tgl 31 OKT 1948 :*
Muso di Eksekusi di Desa Niten Kec. Sumorejo Kab. Ponorogo. Sedang MH.Lukman dan Nyoto pergi ke Pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).

*Akhir NOV 1948 :*
Seluruh Pimpinan PKI Muso berhasil di Bunuh atau di Tangkap, dan Seluruh daerah yg semula di Kuasai PKI berhasil direbut, antara lain : Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lain'y.

*Tgl 19 DES 1948 :*
Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.

*Tahun 1949 :*
PKI tetap TIDAK dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan Rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.

*Awal JAN 1950 :*
Pemerintah RI dgn disaksikan puluhan ribu masyarakat yg datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan Pembongkaran 7 Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi para Korban, di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 Kerangka Mayat yg 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 Kerangka Mayat yg semuanya berhasil diidentifikasi. Para Korban berasal dari berbagai Kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.

*Tahun 1950 :*
PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.

*Tgl 6 AGU 1951 :*
Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua Senjata Api yg ada.

*Tahun 1951:*
DN Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yg sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.

*Tahun 1955 :*
PKI ikut Pemilu Pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.

*Tgl 8-11 SEP 1957 :*
Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang–Sumsel Mengharamkan Ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua Mantel organisasinya, tapi ditolak oleh Soekarno.

*Tahun 1958 :*
Kedekatan Soekarno dgn PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan Pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI.

*Tgl 15 FEB 1958 :*
Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi Mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun Pemberontak kan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.

*TGL 11 JUL 1958 :*
DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.

*Bulan AGU 1959 :*
TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun Kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.

*Tahun 1960 :*
Soekarno meluncurkan Slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yg didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dgn demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.

*Tgl 17 AGU 1960 :*
Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustus 1960 tentang "PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia)" dgn dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam Pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.

*Medio Tahun 1960 :*
Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dgn keanggotaan mencapai 2 Juta orang.

*Bulan MAR 1962 :*
PKI resmi masuk dalam Pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.

*Bulan APR 1962 :*
Kongres PKI.

*Tahun 1963 :*
PKI Memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dgn Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yg terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara” melawan Malaysia.

*Tgl 10 JUL 1963 :*
Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tgl 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.

*Tahun 1963 :*
Atas Desakan dan Tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH.Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH.Isa Anshari, KH.Mukhtar Ghazali, KH.EZ. Muttaqien, KH.Soleh Iskandar, KH.Ghazali Sahlan dan KH.Dalari Umar.

*Bulan DES 1964 :*
Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yg didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.

*Tgl 6 JAN 1965 :*
Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1/KOTI/1965 tgl 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah Memfitnah PKI.

*Tgl 13 JAN 1965 :*
Dua Sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) Menyerang dan Menyiksa Peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kec. Kras Kab. Kediri, sekaligus melecehkan Pelajar Wanitanya dan juga merampas sejumlah Mushaf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya

*Awal Tahun 1965 :*
PKI dgn 3 Juta Anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).

*Tgl 14 MEI 1965 :*
Tiga Sayap Organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut Perkebunan Negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dgn Menangkap dan Menyiksa serta Membunuh Pelda Soedjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.

*Bulan JUL 1965 :*
PKI menggelar Pelatihan Militer utk 2000 anggotanya di Lanud Halim PK, dgn dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara”.

*Tgl 21 SEP 1965 :*
Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tgl 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.

*Tgl 30 SEP 1965 Pagi :*
Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.

*Tgl 30 SEP 1965 Malam :*
Terjadi Gerakan G30S/PKI atau disebut GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) : PKI Menculik dan Membunuh 6 Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT.Haryono, Letjen S.Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal AH. Nasution. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yg sedang bertugas menjaga Rumah Kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yg bersebelahan dgn Rumah Jenderal AH.Nasution. PKI jg menembak Putri Bungsu Jenderal AH.Nasution yg baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yg berusaha menjadi Perisai Ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pd tgl 6 Oktober 1965.
G30S/PKI dipimpin oleh Letkol Untung yg membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah Perwira ABRI (TNI/Polri) dari berbagai Angkatan, antara lain :

TNI AD : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Inf A. Latief.

TNI AL : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi.

TNI AU : Men/Pangau Laksda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono.

POLRI : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.

*Tgl 1 OKT 1965 :*
PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yg telah mengambil Alih Kekuasaan.

*Tgl 2 OKT 1965 :*
Letjen TNI Soeharto mengambil alih Kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dari PKI.

*Tgl 6 OKT 1965 :*
Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak bahkan Terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.

*Tgl 13 OKT 1965 :*
Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di Seluruh Jawa.

*Tgl 18 OKT 1965 :*
PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kec. Gambiran, lalu mengundang Anshor Kec. Muncar untuk Pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yg menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah Keracunan mereka di Bantai oleh PKI dan Jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa/Kec. Cluring Kab. Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yg dibantai, dan ada beberapa pemuda yg selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi Saksi Mata peristiwa. Peristiwa Tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.

*Tgl 19 OKT 1965 :*
Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.

*Tgl 11 NOV 1965 :*
PNI dan PKI bentrok di Bali.

*Tgl 22 NOV 1965 :*
DN Aidit ditangkap dan diadili serta di Hukum Mati.

*Bulan DES 1965 :*
Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.

*Tgl 13 FEB 1966 :*
Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”di Indonesia ini tdk ada partai yg Pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”

*Tgl 11 MAR 1966 :*
Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yg memberi wewenang penuh kepada Letjen TNI Soeharto untuk mengambil langkah Pengamanan Negara RI.

*Tgl 12 MAR 1966 :*
Soeharto melarang secara resmi PKI.

*Bulan APR 1966 :* Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.

*Tgl 5 JUL 1966 :*
Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditandatangani Ketua MPRSRI Jenderal TNI AH.Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran Paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

*Bulan DES 1966 :*
Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi Hukuman Mati pd tahun 1967.

*Tahun 1967 :*
Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di wilayah terpencil di Blitar Selatan bersama Kaum Tani PKI.

*Bulan MAR 1968 :*
Kaum Tani PKI di Blitar Selatan menyerang para Pemimpin dan Kader NU, sehingga 60 org NU tewas dibunuh.

*Pertengahan 1968 :*
TNI menyerang Blitar Selatan dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI. dari tahun 1968 s.d 1998 Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasiya dilarang di Seluruh Indonesia dgn dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966. Dari tahun 1998 s.d 2015

*Pasca Reformasi 1998*
Pimpinan dan Anggota PKI yg dibebaskan dari Penjara, beserta keluarga dan simpatisanya yg masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka merajalela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan Fakta Sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN Pejuang Kemerdekaan RI.

*Sejarah Kekejaman PKI yg sangat panjang, dan jgn biarkan mereka menambah lagi daftar kekejamanya di negeri tercinta ini.*

*Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua*

Rabu, 16 Agustus 2017

KBBI - P. Dudy

"Gitu Aja Kok Repot?"

Belakangan ini saya sering memuat tulisan ringan tentang kata baku atau kata tidak baku pada akun Facebook saya ini.

Setelah beberapa kali memuat tulisan seperti itu, saya sempat berpikir, "buat apa repot-repot?" "Pembaca mengerti juga toh kalo saya tulis kadaluwarsa (kata bakunya: KEDALUWARSA)?" "Jadi sekali lagi buat apa repot-repot?"

Selain itu, kata-kata baku mungkin juga terdengar "aneh" di telinga kita.
Contohnya, kata ekstrim terdengar lebih enak daripada kata EKSTREM (bentuk bakunya).
Belum lagi kata-kata baku lainnya seperti KONKRET (tidak baku: konkrit), USTAZ (tidak baku: ustad/ustadz), dll. Tidak hanya di kuping, di mulut pun kata-kata baku mungkin terasa janggal atau susah diucapkan.

Namun, jika kita berpikir lebih bijak, itu semua bukan tentang keanehan atau kejanggalan. Itu semua adalah soal kaidah berbahasa. Tulisan kreatif seperti puisi, cerpen atau novel misalnya, saya rasa, masih bisa diberi ruang untuk menggunakan kata tidak baku. Tapi tidak demikian dengan tulisan ilmiah. Kata bakulah yang harus kita gunakan di dalamnya.

Untuk percakapan sehari-hari, mengapa kita tidak mencoba menggunakan kata baku sebisa kita? Apa sih susahnya mengucapkan kedaluwarsa atau antre?

Jika memang ENGGAK (bukan ngga/nggak) biasa, ya sudahlah. Saya hanya ingin berbagi. Siapa tahu bermanfaat? "Gitu aja kok repot?"

Ghaib telah raib. Muncullah GAIB.

Lembab pun hilang. Tibalah LEMBAP.

Baterei hp Anda sudah usang. Belilah BATERAI yang baru.

Balsem sudah habis. Kita perlu BALSAM lagi.

Ada 12 bulan dalam satu tahun. Tidak ada Pebruari dan Nopember di dalamnya. Yang ada adalah FEBRUARI dan NOVEMBER.

Jangan frustasi karena itu bisa membuat orang lain FRUSTRASI. Jadi, jangan buat orang lain frustrasi dengan frustasi. Frustasi salah.

Anda tidak KREATIF jika masih menggunakan kreatifitas. Orang kreatif menggunakan KREATIVITAS.

Kami tidak menjual barang orisinil. Kami hanya menjual barang ORISINAL. Seratus persen asli.

Segeralah ISTIGFAR jika masih menggunakan istighfar. Jadi, agar tidak salah lagi, ingat istigfar.

Kita harus mengganti seprei yang kotor dengan SEPRAI yang bersih. Tidur di atas seprai yang bersih lebih enak.