Tampilkan postingan dengan label all about me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label all about me. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 November 2014

[109]. DISINI saja ...

Disini... Aku bisa sembunyikan segala yang kumau... Segala yang memang tak kuinginkan untuk dibagi.                     

Disini.. Aku bisa menyendiri sepuas hatiku.. Tanpa kekuatiran akan tanya kenapa.
     
Disini....ku bisa puaskan alirkan air mataku...tanpa pandangan kasihan orang lain.
                                   
Disini... Kubisa diam dikesunyian.. Tanpa dihakimi siapapun.            

Disini... Kubisa memakai topeng sekehendakku...tanpa harus lukai hati siapapun.

Disini.... Bahagiaku utuh... Seutuh lara yang menggelayut diselanya..    

Disini... Kubisa bersekolah..dijadwal yang kutata sendiri...                

Disini...tak ada tatapan rendah dari yang merasa dituakan.                             

Disini... Sungguh , aku rasakan kemerdekaan yang sesungguhnya

Jakarta - Kamis, 6 November 2014

Selasa, 23 September 2014

[104]. FaMo

Aku selalu mengingat tiap detil yang telah kita lakukan. How you touched me, and every inch of your body.
Gosh... I missed you so much !

Hampir setiap hari, aku mencoba menulis tentang kamu.
Membayangkan kau ada bersamaku, dan aku bisa mendengar segala ceritamu.
Begitupun aku yg berbagi cerita padamu.
Rasanya ingin aku bisa berbagi hingga hal terkecil, tapi aku kemudian sadar that you hv a real life outthere. Not in here with me.

Begitulah kehidupan yang sudah terlalui. Di setiap realitas, ada hal yang bisa diterima atau tidak.
Mempunyai kesadaran seperti itu tidaklah mudah, karena butuh latihan dan pembelajaran tiada henti.

Aku sadar sesadar-sadarnya, bahwa aku mengharap lebih dari yang ada. Sesadar diriku bahwa jika hal itu tak tercapai, aku akan terluka.

Apapun yang diberi Allah selalu dibutuhkan persiapan dalam menerimanya.
Dulu, aku menganggap poligami hanyalah sesuatu yang hanya berakhir dengan menyakiti hati yang di duakan.
Semua selalu berkata bahwa hati itu tak bisa dibagi, bahwa cinta itu tak bisa dibagi.

Lalu aku mendapatkan kenyataan, seorang ibu bisa membagi cinta kasihnya kepada berapapun anaknya. kita juga bisa menyanyangi hewan dsb.
Semua bisa dilakukan selama ada ketulusan.
Itu saja.

aku sudah melihat bagaimana seorang anggota keluarga aku berpoligami, dan istri keduanya baru diketahui ketika beliau wafat dirumah perempuan itu.
Perempuan itu mengantar ke istri pertamanya. Dan terjadilah kehebohan.
Ayahku mengenal perempuan itu karena dulu adalah pegawainya. Dan perempuan itu memilih invisible karena tujuan 'keluarga'ku menikahinya murni untuk menolong dia.

Menjadi istri kedua membutuhkan double dalam segalanya. Keikhlasan, kebesaran hati juga. Dan jika itu tak dia miliki, yang terjadi hanyalah seperti memelihara api dalam sekam.

Aku menahan diri untuk tak banyak bertanya hal pribadi padamu. Bukan karena aku tak peduli, tapi aku berusaha untuk tahu diri akan siapa aku ini.

Aku menahan diri untuk tidak chat atau telphone padamu, sebesar apapun rinduku padamu.
Aku belajar dan terus belajar, walau hatiku berdarah-darah...

Aku terus mengingat bagaimana kamu memandangku, bagaimana kamu perlakukan aku... Yah, semua lekat di hatiku. Saat kau 'nilai' aku begini atau begitu. Layaknya hitung-hitungan untung dan rugi.

Mungkin bagimu , begitulah aku.
Tapi tidak bagiku. Sekali aku tautkan hatiku, aku tak lagi mampu melihat keburukan atau kekuranganmu. Bagiku kamu adalah sempurna.
Tak ada kata lain.

Aku telah alami penilaian itu dulu. Lelaki bernama P itu tau bagaimana aku.
Dia tidak menyangka sampai hal terkecil tentang dirinya aku perhatikan.
Tanpa dia minta, aku belikan segala kebutuhannya, dari baju dalamnya hingga makanan kesukaannya.

Ada saat ketika dia kehilangan pasiennya, aku cuma diam mengelus punggungnya. Melepas bajunya,sepatunya dan membersihkannya. Lalu aku biarkan dia terbaring dipangkuanku tanpa bicara hingga dia siap sendiri.

Rabu, 27 Agustus 2014

[103]. Jika aku mati.....

Anakku,
Semua yang hidup pasti juga akan mati diakhirnya.
Layaknya Muslim yang lain, ibumu ini selalu memohon pada Allah agar mati dalam keadaan Chusnul Chotimah.... In Shaa Allah aamiin.

Jika suatu hari nanti aku mati, sucikanlah aku , sholatkanlah aku dan kuburkanlah aku secara Islam. Jika memungkinkan , kuburkan aku dekat dengan ayahku. Namun jika aku jauh atau punya suami, biarkan suamiku yang menentukan dimana aku harus dikuburkan.

Jika suatu hari nanti aku mati, aku ingin semua anakku hadir menemani jasadku untuk yang terakhir kali di dunia. Maafkanlah segala kekurangan ibumu selama ini. Mintakan pula maaf kepada semua yang mengenal ibumu atas segala kekhilafan selama hidup.

Jika suatu hari nanti aku mati....
Kupinta kalian, anak-anakku Randy , Ayik dan Odie untuk saling menyayangi dan menghormati sesama saudara. Jangan ada kebencian atau pertikaian yang menjurus pada perpecahan. Ingat selalu, kalian saudara yang lahir dari kandungan yang sama. Jangan bedakan Odie hanya karena ia punya ayah yang berbeda dengan kalian, Randy dan Ayik. Apapun kekurangannya, bukan alasan untuk dibenci. Ingatlah, bahwa suatu hari nanti kalian akan punya anak dan akan mengerti bagaimana perasaan ibumu ini.

Jika suatu hari nanti aku mati....
Kupinta kalian anak-anakku agar MENJAGA SHOLAT dengan baik. JAGA AGAMA kalian, jaga AKHLAK kalian. Sesuaikan jalan hidup kalian sesuai dengan agamamu , bukan agamamu yang mengikuti gaya hidupmu.
Tak ada kehidupan yang berlimpah ketenangan dan keberkahan selain berpegang teguh pada agamamu. Allah SWT selalu jadikan yang UTAMA agar selamatlah kalian dunia hingga akhirat. InShaa Allah aamiin.

Berteguhlah pada KEJUJURAN. Punyalah PRINSIP agar tak mudah terombang-ambing oleh godaan duniawi. Jadikanlah SEDEKAH sebagai bagian dari keseharianmu. Penuhi hatimu dengan KEIKHLASAN dan jaga mulut kalian dari MENGELUH dan perkataan yang sia-sia. Jangan banyak BERCANDA agar HATImu TAK MATI, Karena bercanda bisa mematikan hatimu.

SALING MEMBANTU dalam kebaikan. Pada saudaramu atau pada siapapun.
Santunlah pada orang yang lebih tua, siapapun mereka.

Jika suatu hari nanti aku mati...
Kupinta kalian untuk terus jalin silaturahim pada seluruh keluarga, baik dari keluarga ibumu juga ayahmu. Jalin pula silaturahim pada sahabat ibumu juga ayahmu.

Jika suatu hari nanti aku mati...
Teruskan apa yang baik dari ibumu, buanglah yang buruk. Teruslah belajar, teruslah membaca. Ajarkan pula pada anak-anak kalian agamamu, shalat dan mengenal Alqur'an sedini mungkin.