Tampilkan postingan dengan label kultweet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kultweet. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Maret 2015

Lee Kuan Yew



1. “Erie, what do you thing if becomes your leader?” Tanya Prof. Limlingan, salah satu dosen favorit di AIM Philipina


2. “Why not, Sir?” ucap saya spontan. Suasana kelas di Asian Institute of Manegement di tahun 1997 itu bergemuruh |

3. “Great”, teriak beberapa student. Sambil yang lain mengepal tangan dan mengacung jempol. “Yessss” seru mereka bertalu-talu |

4. Usai kelas saya diadili beberapa teman, khusus dari yang berlatar government. Jawaban itu agaknya membuat risih sebagian dari kami


5. Saya katakan: “Renungkan. Mengapa Professor bertanya begitu, pasti ada sesuatu tentang Indonesia?”

6. Dan benar saja. Di tahun 1997, ASEAN dilabrak Krismon. Yang lain pulih. Kita tidak. Entah. Apakah Prof Limlingan paham tanda-tanda zaman


7. Andai Lee digaji Rp 10 miliar/bulan. Setahun Rp 120 miliar. Asal Indonesia bisa melejit berkali lipat dibanding Singapura, kenapa tidak?


8. Gaji segitu barangkali masih di bawah penghasilan Ronaldo, Messi, atau Jose Morinho. Padahal yang ini cuma urusan sepak-menyepak bola


9. Lulus FH Cambride Uni, jadi bekal luar biasa bagi Lee muda. Interaksi di Inggris, juga tak ternilai harganya 


10. Sebab pikiran-pikirannya untuk majukan Singapura makin matang saat kuliah di Inggris. Usai kuliah Lee dirikan Partai Aksi Rakyat, 1954

11. Karir politik ini bukan sekadar ikut-ikutan latah. Sebab di Indonesia sudah lahir beragam partai sejak Merdeka tahun 1945 |

12. Melalui partai yang dibangun merancang masa depan bangsanya. Saat menang Pemilu 1959, Ia jadi perdana menteri, usia 36 tahun

13. Dalam buku From Third World to First, Lee uraikan sukar-sukarnya bawa Singapura. Misal, mengubah kebiasan warga yang meludah dimana-mana

14. Tak mudah yakinkan rakyat agar bangkit percaya diri. Dari kampung kumuh jadi kota modern gemerlap sebagai salah satu pusat bisnis dunia

15. Dengan sub judul: “Indonesia – From Foe to Friend”, di buku itu awalnya tempatkan Indonesia sebagai musuh. Lugas, tak gentar

16. Berbeda dengan Malaysia yang juga disub-judulkan: “Ups and down with Malaysia”. Malaysia bukan musuh. Mitra dari awal hingga kini

17. juga menulis buku lain. Tapi tak ayal, buku From Third World to First adalah karya terbaik dan terbesar |

18. Ada sekitar 25 testimoni pembesar dunia pada buku itu. Semua memuji bagaimana mendedikasikan hidupnya untuk Singapura

19. Di antaranya Koffi Anan, Rupert Murdoch, George Bush, Margareth Thatcher, Jacques Chirac, Helmut Kohl, Tony Blair dan Henry Kissinger

20. Dari Asia : Keichi Miyazawa (Jepang), Kim Dae jung (Korsel), Prem Tinsulanonda, Chuan Leekpai (Thai), Tun Daim Zainuddin (Malaysia)

21. Tak satupun testimoni dari Indonesia. Why? Indonesia memang negeri terbesar di Asteng. Cuma bagi , mungkin “gede-gede bo’ong”

22. Dinna Wisnu menulis: “ sosok yang kontroversi juga. Sebab sistem yang dibangunnya mampu mengontrol rumah tangga warga”

23. Dengan keyakinan “terserah apa kata orang”, jalankan Operation Cold Store tahun 1963. Dia tangkapi 100-an aktivis kiri

24. “Bila sayap kiri menang, kita tahu apa yang akan terjadi. Bila kita menang, mereka hidup tenang dengan roti dan telur di penjara” (LKY)

25. Pers dibungkam. Lahan-lahan disita demi pembangunan. Buat pengadilan keluarga. Agar ortu bisa tuntut anak yang telantarkan diri mereka

26. Kehidupan di Singapura sangat teratur dan serba terdaftar. Tak ada data pribadi termasuk harta pribadi yang tak terdeteksi |

27. Hanya dengan rumor semata, korupsi bisa dikejar hingga kemanapun. Tak ada ampun bagi koruptor di negeri Merlion ini |

28. Fasilitas publik dibuat sebaik-baiknya dan bersih tertata, standar mutu tinggi. Tak ada keraguan siapapun untuk bisnis dengan Singapura

29. Singapura negara modern. Tapi Lee tak risih dan tak takut didemo atau disindir negeri lain karena tempatkan anak pertamanya jadi PM

30. 31 tahun jadi PM. Lalu Menteri Senior ketika PM diserahkan pada Goh Chok Tong |

31. 14 tahun kemudian jabatan PM diserahkan pada Lee Hsien Loong. Anak pertama ini biasa dipanggil BG Lee. (BG singkatan Brigadir General)

32. Di era ini, tetap punya pengaruh kuat. Dari jabatan Menteri Senior berubah menjadi Menteri Mentor |

33. Ho Ching, isteri BG Lee didudukkan sebagai puncuk pimpinan Temasek, super holding BUMN Singapura. Wajar muncul isu-isu miring

34. Tapi Ho Ching menjawab sindiran itu: “Saya tak peduli pada apa yang dikatakan orang tentang diri saya sebagai menantu Lee Kuan Yew”



Senin, 26 Januari 2015

Ganasnya Serakah by Erie Sudewo

▶ Orang egois itu tak langsung merugikan, cuma “nyebelin”. Dia tak peduli pada lingkungan. Asyik dengan dirinya, seolah tak ada orang lain

▶ Ego punya kakak. Siapa? Serakah alias tamak. Beda dengan ego, tamak itu sudah ambil hak orang lain. Posisinya rugikan orang lain

▶ Ego pun punya adik. Siapa? Kikir alias pedit. Orang yang tamak, tandemnya kikir. Tamak dan kikir jadi saudara tak terpisahkan. 11 12 lah

▶ Korupsi itu karena serakah. Serakah itu halalkan segala cara. Maka hasil korupsi itu pasti haram. Tak ada korupsi yang halal

▶ Dalam kehidupan sehari-hari, tamak dan kikir terwujud pada perilaku rentenir. Di zaman Soekarno, mereka dinamakan “lintah darat”. Kini?

▶ Dulu singkatan CSR = Corporate Social Responsibility. Kini CSR lebih menjadi Corporate Social Reporting | #GanasnyaSerakah

▶ Serakah dan kikir itu menyatu. Saat dorong konglomerat sebagai lokomotif, kita minta terapkan strategi trickle down effect (TDE)

▶ Metode TDE itu begini. Ibaratkan ada gelas kosong. Lantas isi dengan air. Ketika penuh, air pun tumpah dan merembes ke sekitarnya

▶ Arti rembesan, itulah yang diminta negara menghidupkan usaha kecil di sekitarnya. Strategi yang dipilih negara sudah baik dan benar

▶ Ini pas dengan nasihat bijak yang mengatakan: “Tidak mungkin batu besar bisa tegak berdiri tanpa ditopang batu-batu kecil lainnya”

▶Ternyata TDE cuma indah di atas kertas. Pada prakteknya yang terjadi adalah trickle up effect (TUP). Bagaimana itu? #GanasnyaSerakah

▶ Saat air penuh dan hendak tumpah, ternyata bibir gelas ditinggikan. Hendak tumpah lagi, bibir gelas ditinggikan. Terus terus dan terus

▶ Bibir yang ditinggikan itu, tak lain adalah anak perusahaan sendiri. Dibangun untuk perbesar skala bisnis dan perusahaan mereka sendiri

▶ Keserakahan ratusan pengusaha tenggelamkan bangsa. Hati-hatilah dengan sifat rakus. Rakus itu tak akan pernah selesai | #GanasnyaSerakah

▶ Rasulullah SAW: “Sudah diberi satu gunung emas, minta gunung emas lainnya” | #GanasnyaSerakah #CharacterBuilding

▶ Mahatma Gandhi: “Bumi ini cukup untuk 7 generasi. Tapi tidak cukup untuk 7 pengusaha yang serakah” | #GanasnyaSerakah #CharacterBuilding

Bukan Pejabat Bajingan. >> by Erie Sudewo

▶ Di Venezeula ada Hugo Chavez, yg telah wafat. Di Bolivia ada Eva Morales. Uruguay punya Jose Alberto Mujica Cordano. Panggilannya Pepe

▶ Tahun 60 hingga 70-an, Pepe jadi gerilyawan Tupamaros. Kelompok sayap kiri yang terinspirasi Revolusi Kuba

▶ Pepe tertembak 6 kali. Mendekam di penjara terisolasi selama 14 tahun. Dia bebas tahun 1985 ketika Uruguay kembali ke demokrasi

▶ Sejak 2010, Pepe resmi menjadi Presiden Uruguay. Apa yg hebat dari presiden yg satu ini? Kita simak di bawah ini | #BukanPejabatBajingan

▶ Rumah Pepe Cordano sederhana. Presiden sebuah negara ini, rumahnya cuma dijagai dua orang polisi & Manuela, anjing berkaki tiga.

▶ Jemuran pakaian pun tergantung di luar. Sedang air bersumber dari sumur kecil dari ladang di sebelah rumahnya | #BukanPejabatBajingan

▶ Sebagai presiden, gajinya besar. Lebih dari 2x lipat gaji Presiden Jokowi. Gaji Pepe US $ 12.500/bulan. Sekitar Rp 119 juta/bulan

▶ Gaji itu dia bagi 2. Yang 90% untuk rakyat, yang 10% utk dirinya. Baginya cukup dengan Rp 11 juta/bulan, hidup bersama keluarga

▶ “Saya dijuluki presiden termiskin di dunia. Cuma saya tak pernah merasa miskin. Saya hidup cukup dari apa yg ada sekarang ini”, katanya

▶ Baginya orang miskin itu orang yg bekerja keras sepanjang hari. Tujuannya agar bisa pertahankan gaya hidup mewah dan berlebih-lebihan

▶ Sebagian orang, hidup sederhana apalagi miskin, bukan pilihan. Banyak orang terpaksa hidup miskin karena kondisi | #BukanPejabatBajingan

▶ Sedang Pepe justru memilih sederhana, di tengah kemewahan yang disediakan untuknya. Sebagai presiden, apapun bisa diraihnya

▶ Pepe juga tak menolak materi. Gaji pun tidak ditolak. Hanya diambil sekadarnya, 10% saja untuk bisa hidup bersama keluarga

▶ Dia pilih sederhana, karena tak mau diperbudak materi. Dia sadar bahwa kemewahan tak akan mampu terus digapai | #BukanPejabatBajingan

▶ Baginya kesederhanaan itu kunci ketenangan hidup. Maka dia bisa hidup tanpa mobil mewah, pakaian branded dan makan di resto

▶ Orang yang bekerja keras untuk pertahankan kemewahan, baginya itu orang miskin. Padahal kebutuhannya telah terpenuhi dari kemarin

▶ Mobil pribadi Pepe cuma VW Beetle biru. Keluaran tahun 1987. VW butut itu ditawar Rp 12.2 M oleh syeikh dari Arab

▶ Pepe terkenal karena kesederhanaannya. Dia lebih suka tinggal di rumah pertanian milik istrinya, Topolansky, daripada di istana presiden

▶ Saat dilantik jadi presiden, Maret 2010, kekayaan Pepe hanya US$ 1.800 = Rp 21,9 juta | #BukanPejabatBajingan #CharacterBuilding

Baajingan berseragam >> by Erie Sudewo

▶ Ingat, adil itu tempatkan sesuatu pada fitrahnya. Dengan akal manusia harusnya bisa usung fitrah adil. Tapi nafsu syahwat ingin yg lain

▶ Binatang tanpa akal, yang harusnya tak bisa usung konsep keadilan, justru malah selalu adil dalam hidupnya | #BajinganBerseragam

▶ Ayam tak berakal tetap bisa adil. Jagai sesuatu pada tempatnya. Perut ayam ya hanya terima beras. Raskin atau Raja Lele, tak soal

▶ Perut ayam pun aman. Karena tak terima suap, jiwa ayam tenteram. Sepanjang sejarah ayam, belum pernah ada ayam bunuh diri karena stress

▶ Mengapa manusia tak bisa tempatkan sesuatu pada fitrah, seperti ayam jagai keadilan? Padahal manusia diberi akal dan kecerdasan tinggi

▶ Manusia jadi tak adil, itu karena tak bisa jaga nafsu syahwatnya. Nafsu ini yang jerumuskan manusia jadi tak adil | #BajinganBerseragam

▶ Apa beda bajing dan bajingan? Bajing cuma makan kelapa. Dia tak beralih makan coklat, meski dibujuk atau disuap emas sekarung ...

▶ Bajingan? Hahaha… Bajingan itu melahap apapun, dimanapun, kapanpun, dan siapapun | #BajinganBerseragam ~ #CharacterBuilding

▶ Bajingan yang bukan siapa-siapa, skala rusaknya kecil. Tapi jika sebagian bajingan itu berseragam, inalillahi … kerusakaannya dahsyaaat

▶ Curang itu sikap yang tak tempatkan pada tempatnya. Dengan curang dia rusak dirinya. Dia dzalimi diri, tak adil pada dirinya

▶ Curangnya ubah jadi uang, rezeki. Rasulullah SAW katakan: “Yang dimakan jadi kotoran. Yang dipakai akan usang. Yang abadi disedekahkan”

▶ Uang tak halal bagai bara Neraka. Yang dimakan, merusak tubuh dalam. Yang dipakai, membakar kulit. Yang disimpan, merusak semua simpanan

▶  Orang yang tak adil pada diri sendiri, bisakah tegakkan keadilan? Jika orang berseragam bisa adil, masyaa Allah, bahagianya negeri ini

▶ Keadilan ibarat fondasi. Tanpa fondasi, apapun yang dibangun di atasnya cuma sandiwara. Inilah rumah pasir. Dibangun tanpa fondasi

Diri sendiri = Musuh >> by Erie Sudewo

✔ Guru saya berkata: “Kita selalu lihat pihak lain yang jadi musuh. Kita sangka musuh-musuh itu yang akan merusak. Itu su'udzdzon namanya”

✔ “Kita rasa dan bahkan haqqul yakin mereka yang jadi musuh. Padahal kita tak sadar, ternyata diri kita yang jadi musuh besar”

✔ Su'udzdzon memang tak baik. Tapi tak semuanya itu buruk. Ada yg namanya su'udzdzon produktif. Apa itu? Curigai dirsen (diri sendiri)

✔ Lihatlah! Tiap saat kita dirusak oleh yang kita miliki. Orang bawah dirusak kemiskinan, hasad, dengki dan iri hatinya. Mudah tersulut

✔ Orang pandai dirusak oleh cara berpikirnya. Ilmunya yang tinggi, master dan doktor dari luar negeri, posisikan dirinya jadi merasa pandai

✔ Orang atas dirusak oleh pangkat, jabatan dan kekuasaannya. Protes apalagi tak setuju, itu dianggap pembangkang. Musti dienyahkan

✔ Orang populer dirusak oleh parasnya yang cantik dan ganteng. Harus sering dipoles. Wajah jadi segalanya. Lebih penting ketimbang iman

✔ Musuh di luar diri kita memang mudah diketahui. Tapi tak sadar kita dirusak oleh ilmu, pangkat, harta, nama dan ketenaran diri sendiri

✔ Kita rasa itu adalah kejayaan, bukan kerusakan. Hati-hati, kita tertipu oleh kesuksesan yang kita raih dan kita sangka baik-baik saja

✔ Hati-hatilah dengan jabatan. Jabatan punya saudara kembar yang tak kalah bahayanya. Apa itu? Kekuasaan | #DiriSendiri=Musuh

✔ Hati-hatilah dengan kekuasaan. Mengapa? Sebab saat kita punya kuasa, apapun mudah kita dapatkan. Tak diminta pun datang

✔ Kekuasaan itu tergantung orang di belakangnya. Di tangan orang baik, kekuasaan jadi berkah dan barokah. Kebaikannya berlipat-lipat

✔ Di tangan orang jahat, kekuasaan jadi horor yang paling menakutkan. Daya rusaknya bisa hancurkan apapun yang menghalangi

✔ Di tangan orang sopan tapi jahat, kekuasaan jadi tirani. Diam tapi mencekam. Tanpa terlihat, yg dianggap lawan tiba-tiba ditelan bumi

✔ Di tangan orang kasar dan jahat, kekuasaan perlihatkan wujud dzalimnya. Yang dianggap musuh dibantai. Musuh sebenarnya? Diri sendiri

✔ Tahu arti Indon? Artinya seperti yang mereka bilang: “Ada bangsa yang suka merusak bangsanya sendiri”. Itulah artinya

✔ Kita marah pada mereka. Pertanyaannya: “Mengapa kita tak marah pada diri sendiri?” Maka marahlah pada diri sendiri | #DiriSendiri=Musuh

✔ Hati-hati dengan diri kita. Curigai dia. Plato bilang: “Jika kita bisa taklukkan diri sendiri, itulah kemenangan terbesar dlm hidup”

✔ Anda laki-laki? Berarti anda kepala keluarga. Anda berkuasa penuh. Anda beri keluarga uang halal atau haram, itu pilihan anda

✔ Anda perempuan? Anda kepala tumah tangga. Baik buruknya anak, terutama ada di ibu. Saat ibu terima uang haram, tamatlah keluarga

✔ Keluarga yang dibiayai uang korupsi, sesungguhnya keluarga itu dirawat api Neraka. Tampaknya membangun, padahal terus dipanggang

✔ Jika ini pilihan, mengapa ini yang dipilih. Padahal jelas: “Lindungi dirimu dan keluargamu dari jilatan api Neraka" | #DiriSendiri=Musuh

✔ Api Neraka bukan musuh. Musuh terbesar kita adalah DIRI KITA SENDIRI. Kita yang jerumuskan dalam jilatan Neraka. Na’udzubillah mindzalik

Selasa, 13 Januari 2015

Pemaaf >> by Erie Sudewo

1. Pemaaf itu sifat terpuji. Tapi tak semua orang mudah lakukan. Gengsi jadi penghambat. Inti gengsi, embel-embel gelar atau potensi diri

2. Orang cerdas, tak mudah minta maaf. Begitu juga dengan yang kaya, keluarga terhormat dan berkedudukan. Sulit minta maaf atau memaafkan

3. Minta maaf memang bukan hal mudah. Padahal yang salah, wajib minta maaf. Mengapa wajib, ya karena ybs keliru, dzalim, menyakitkan

4. Jika yang bersalah enggan minta maaf, apalagi tak bersalah. Maka saat hak-nya dilanggar, weleh, org begini dzalimnya lebihi orang biasa

5. Minta maaf berat, apalagi memberi maaf. Pemberi maaf, biasanya tak bersalah. Dia bisa didzalimi, disakiti dan diinjak kehormatannya

6. Orang yang minta maaf, sesungguhnya jadi terhormat. Semoga dia dapat satu kebajikan. Setidaknya dia minta maaf karena mengakui kesalahan

7. Posisi #Pemaaf, tentu harusnya lebih mulia. Sebab dia bisa maafkan orang yang dzalim padanya. Maka wajar dia bisa dapat banyak kebajikan

8. Dalam  konteks rahmat Allah SWT, yang meminta dan memberi maaf, sama-sama dapat kucuran rahmat. Silaturahim yang rusak dirajut kembali

9. Yang lebih mulia lagi, sudah tak bersalah malah meminta maaf. Duluan lagi. Ini ciri orang yang kuat imannya. Perilaku nabi dan rasul

10. Saat sosok Rasulullah SAW kembali dihujat, kali ini oleh mingguan satire, Charlie Hebdo di Paris, sikap umat pun diuji lagi | #Pemaaf

11. Reaksi umat beragam. Ada yang diam tak mau tahu. Ada yang berupaya ma'ruf. Ada juga yang bereaksi keras. Bahkan kantor itu pun diserbu

12. Padahal tabloid satire itu tak hanya lecehkan Nabi Muhammad SAW. Tokoh lain seperti Nabi Isa, Paus dan pemuka negara, juga sering diejek

13. Meski mungkin geram juga, mereka tak menyerang kantor. Yang jadi soal, mengapa sebagian umat Islam selalu yang bereaksi paling keras

14. Pertanyaannya, sikap keras itu bukankah jadi bumerang? Kita yakin bahwa Islam merupakan ajaran yang ma'ruf. Tapi sikap kita? | #Pemaaf

15. Pinjam istilah Emha Ainun Najib, sesungguhnya sense of humor umat sedang diutak-atik | #Pemaaf | #CharacterBuilding

16. Saat anda dimaki-maki, apa reaksi anda? Down, tak terima, protes, atau bahkan membalas makian. Pilihan sikap, cerminkan kualitas diri

17. Pesan Rasulullah SAW: “Ahsin ilaa man asaa a ilaika”. Berbuat baiklah engkau kepada orang yang berbuat buruk kepadamu | #Pemaaf

18. Kita diingatkan untuk teladani Rasulullah SAW. Untuk itu kita sibak lagi helai-helai perjalanan kehidupan sehari-hari Rasulullah SAW

19. Di Sirah Nabawiyah, kisah ke-1 Rasulullah SAW dihina, dimaki-maki, dilempari batu, kotoran di Thaif. Bagaimana reaksi Sang Junjungan?

20. Jangankan membalas dengan melempar batu dan kotoran, Rasulullah SAW balik memaki pun tidak. Tetap sabar, ma'ruf dan coba memahami

21. Justru Malaikat Jibril tawarkan diri guna membalikkan kota Thaif. Rasulullah SAW bukan hanya mencegah, malah mendoakan | #Pemaaf

22. “Jika orang tuanya belum mau mengenal Islam, semoga anak cucu mereka yang akan mengenal dengan lebih baik tentang Islam”.

23. Kisah ke-2, ada orang Yahudi yg selalu memaki, memfitnah, melempari kotoran pada Rasulullah SAW tiap kali lewat di depan rumah si Yahudi

24. Suatu hari saat lewat, Rasulullah SAW merasa janggal. Tak ada makian seperti biasa. Setelah tanya sana sini, ternyata si Yahudi sakit

25. Rasulullah SAW pun menjenguk. Si Yahudi kaget dan tersedu-sedu menangis melihat Rasulullah SAW datang membawa bingkisan untuknya

26. Si Yahudi malu sekali. Sebab bukan teman-temannya yang menjenguknya, melainkan orang yang selalu jadi sumber olokannya setiap hari

27. Kisah ke-3 pengemis buta keturunan Yahudi yang selalu disuapi Rasulullah SAW. Saat disuapi itu, dia memfitnah Muhammad SAW | #Pemaaf

28. Suatu hari si Yahudi disuapi Abu Bakar. Dia segera bereaksi. Dia bilang: “Ini bukan orang yang biasa menyuapi saya” | #Pemaaf

29. Abu Bakar berkata: “Yang biasa menyuapi engkau adalah Muhammad SAW. Kini dia sudah tiada, berpulang ke Rahmatullah” | #Pemaaf

30. Si Yahudi kontan kaget. Ternyata orang yang selalu difitnah adalah orang yang justru selalu menyuapi dirinya | #Pemaaf

31. Tanpa sadar, si Yahudi berujar: “Dia orang mulia. Dia mulia”. Abu Bakar tak kuasa tahan air mata, menangis bersama si Yahudi | #Pemaaf

32. Abu Bakar menangis mengingat akhlak Rasulullah SAW yang begitu halus. Kehalusan lengannya pun tak bisa digantikan lengannya | #Pemaaf

33. Akhir kisah, baik si Yahudi yang sakit dan yang buta, akhirnya memeluk Islam dengan sebab akhlak Nabi Muhammad SAW | #Pemaaf

34. Penduduk Thaif pun jadi pemeluk Islam. Sikap ahlak terpuji dan doa Rasulullah SAW berbuah hasil. Itu tauladan uswah kita, bukan?

35. Perhatikan 2 kisah di atas, mengapa orang Yahudi dan mengapa bukan orang Baduy? Ada banyak hikmah bisa dipetik. Hari lain kita dalami ya

Minggu, 07 Desember 2014

Anjing Dalam Rumah >> Erie Sudewo

1. Kondisi rumah itu cerminkan apa? Itu cerminkan diri para penghuninya. Penghuni yg rapih, harusnya rumahnya pun tertib | #AnjingDalamRumah

2. Penghuni yg tak peduli hendak tampil spt apa, juga tampak dari rumahnya. Urus diri yg tak sampai 100 kg sulit, apalagi rumah kan

3. Kondisi rumah di manapun bisa diketahui ketika mulai masuk. Ada yang bersih, tertata rapih, hingga tak ada aneka barang yg bergeletakan

4. Otomatis ketertiban dan kebersihan rumah itu mengerem bahkan siapapun orang yang gemar melempar benda seenaknya | #AnjingDalamRumah

5. Memasuki rumah yang tertib seperti ini, kita bisa bayangkan sosok penghuninya. Terpelajar dan terdidik | #AnjingDalamRumah

6. Nah ada juga rumah yang agak kacau. Atau memang kacau. Bahkan ada yg amat kacau. Seolah perlu pemadam kebakaran untuk merapihkannya

7. Selain penghuni, tamu-tamu yang masuk langsung pening kepala. Bau rumah juga jadi tak sedap. Kondisi rumah pun yang tak sehatlah

8. Aroma tak sedap bersatu-padu. Ada makanan basi di tempat sampah. Pasti ada juga tumpahan makanan di sofa, lantai, dan meja makan

9. Jika rumah ini dihuni pula oleh seekor atau beberapa ekor anjing, bau amisnya membuat perut tamu-tamu jadi mulas dan ingin muntah

10. Bicara anjing ini jadi satu bab khusus dalam Islam. Dibanding kucing, bagi manusia memelihara anjing jauh lebih bermanfaat

11. Kucing nyaris tak bermanfaat. Kucing cuma menarik, lucu dan cantik. Tiap bulunya mengandung jutaan toxoplasma yg berbahaya bagi manusia

12. Sedang anjing amat besar manfaatnya. Di kutub, anjing jadi penghela kereta salju. Di peternakan, anjing pun jadi penjaga domba-domba

13. Di kepolisian, anjing jadi pengendus nomor wahid barang-barang dadah. Juga jadi pelacak dan pemburu orang jahat | #AnjingDalamRumah

14. Di rumah-rumah, banyak sekali anjing jadi penjaga andal. Di dunia perburuan, anjing pun jadi pemburu babi yg tak dapat diganti perannya

15. Begitu banyak manfaat anjing, itu jadi tanda tingkat kecerdasannya. Mudah dilatih karena kecerdasan di atas  rata-rata binatang lain

16. Dengan peran yg begitu hebat, tapi tetap saja Islam melarang #AnjingDalamRumah. Mengapa? #CharacterBuilding

17. Rumah yg di dalamnya ada anjing, baunya memang jadi amis dan memualkan. Namun tuan rumah mengapa tak merasa terganggu?

18. Ada 2 alasan. Ke-1 karena memang sudah terbiasa. Ibarat masuk WC, beberapa saat saja kita tak lagi kebauan karena sudah terbiasa

19. Dan ke-2, ini menurut hasil penelitian. Majikan yg terkena jilatan anjing, aromanya sudah sama dengan bau anjingnya | #AnjingDalamRumah

20. Ini pula jadi jawaban, mengapa pemilik anjing tak pernah lagi digonggong anjingnya. Bukan hanya karena sudah kenal, tapi karena jilatan

21. Jilatan itu permanenkan aromanya melekat di majikan. Dan air liur anjing yg melekat ini tak akan pernah bisa hilang | #AnjingDalamRumah

22. Jilatan anjing ini, hanya bisa hilang dengan 7 kali digosok dengan pasir atau tanah. Pasir/tanah itu pun bukan yg sudah dipakai

23. Bau itu tak bisa hanya dibersihkan dengan mandi cuma 1 kali. Nah jika tiap hari dijilat anjing, terbayang berapa kali/lama utk bersihkan

24. Memang anjing yg berada dalam rumah, air liur dan keringatnya menempel di  lantai, dinding, karpet, meja, kursi/sofa, tempat tidur

25. Membersihkan air liur dan keringat anjing yang menempel di benda apapun di dalam rumah hingga “bersih siih siiih” adalah mustahil

26. Inilah yg jadi alasan mengapa Rasulullah SAW berpesan: “Malaikat Rahmat tak akan masuk rumah yg di dalamnya dihuni anjing”

27. Mengapa tak mau masuk? Karena air liur anjing itu najis. Mengapa najis? Sebab anjing itu dasarnya spt babi, kotor hidupnya

28. Sebersih-bersihnya anjing dirawat, manakala diberi kesempatan ke luar rumah, habitnya tuntun anjing makan busuk, bangkai dan kotoran

29. Bagi muslim mesti hati-hati dengan hal ini. Jangan pelihara anjing di dalam rumah. Hindari jilatan anjing, baik ke pakaian apalagi kulit

30. Anjing yg berkeliling rumah, pasti menebar najis. Maka masihkah ada tempat yg bebas najis hingga bisa digunakan untuk shalat?

31. Boleh jadi rumah yg dihuni anjing itu apik dan tertata rapih. Bisa jadi juga harum baunya karena selalu disemprot wewangian

32. Namun itu tetap kulit saja. Permukaanya seolah bersih. Esensinya tetap najis. Jangan lupa Malaikat Rahmat pun enggan masuk

33. Bagaimana dengan memelihara anjing di luar rumah/halaman? Boleh. Dan jangan sekali pun beri kesempatan anjing itu masuk rumah

34. Jangan anggap sepele hal ini. Sebab banyak keluarga muslim yg memelihara #AnjingDalamRumah | #CharacterBuilding

35. Bagi yg memelihara anjing, awalnya memang sepele. Karena kasihan dan rasa sayang dan lucu, anjing kecil pun dipelihara di rumah

36. Sedari kecil anak-anak pun jadi biasa bergaul dijilati anjing. Maka maafkan, bukankah anak ini dibiasakan telah dinajisi anjing

37. Mudahkah nanti ingatkan anak-anak tentang najis ini. Sejak dini hingga dewasa akrab dengan anjing. Mudahkan memisahkannya kelak?

38. Selama bergaul dengan anjing, bisakah shalatnya anak ini diterima? Padahal shalat itu dikerjakan berpuluh tahun hingga dewasa

39. Bisakah doa diterima ketika di tubuh ada najis? Padahal semua rezeki yg dicari halal dan thayib. Tapi ada yg tersepelekan. Najis anjing

40. Tak ada anak yg keliru jika bukan karena kekeliruan orang tuanya. Jangan gara-gara seekor anjing, soalnya terbawa hingga Yaumil Akhir

41. Mumpung masih ada waktu. Berbenahlah. Tiada hari tanpa perbaikan. Kita songsong mentari esok pagi, Selasa 9 Des 2014

Jumat, 05 Desember 2014

FPI menulis...

1. Musuh diatas angin, karena para Ulama lemah..!

2. Sejumlah kecil ulama tersisa yang saleh, saat ini mereka hanya membisu dari kebenaran, mereka adalah orang-orang yang mencari-cari alasan

3. seperti karena lemah, sedikit pendukung, dan berdalih dengan rukhshah (keringanan).

4. Mereka berdalih bahwa seseorang tidak akan dibebani dengan sesuatu yang tidak kuat dijalaninya.

5. Dengan demikian, para ulama itu telah meninggalkan kewajiban beramar maruf nahi munkar, mereka terombang-ambing…

6. dalam mengambil posisi kebenaran atau bahkan pelan-pelan mengganti, mengubah, dan menjual dien dan janji Allah dengan harga murah.

7. Para ulama mundur dari memimpin gerakan Islamiyah dan Jihad, Mereka memilih berpangku tangan

8. sehingga gerakan pun menjadi sesat, bahkan mereka mencaci gerakan yang sesat itu yang juga diakibatkan oleh ulah mereka sendiri.

9. Akibatnya umat pun keluar dan menjauh dari mengikuti mereka. Inilah faktor mematikan yang merusak kesalehan dan…

10. keselamatan umat inilah yang menjadi sebab utama musuh masih tetap berada di atas angin.

11. Mayoritas ulama & pemimpinnya menarik diri dari pertarungan, sbg gantinya mereka masuk berbagai bidang yg dibentuk oleh musuhnya sendiri

12. Sehingga da'i dari Jamaah Islam terhebat pun malah berubah menjadi dai ber “ideologi Amerika” atas nama demokrasi dan sikap moderat.

13. Sang da'i pun mencari dasar landasan dan nash dengan mengganti manhaj agar bisa menghapus militansi.

14. Banyak tokoh Jamaah Islamiyah yang malah berubah menjadi kaki tangan intitusi penguasa khianat.

15. Bahkan mereka menjabat sebagai menteri dan anggota legislatif di parlemen, dan…

16. ikut hadir dalam pesta pesta hidangan bersama penguasa dalam setiap kesempatan. -Abu Mush’ab As Suri-

Rabu, 03 Desember 2014

Pujian dan Bentakan. >> Erie Sudewo

1. Jangan anggap sepele komunikasi dengan anak. Baiknya anak dianggap saja seperti orang di kantor. Ortu jadi bisa hargai eksistensi mereka

2. Dengan menghargainya di rumah, anak-anak jadi tumbuh sehat dan jadi cenderung hargai ibu/bapak. Juga hargai dirinya sendiri

3. Tapi jangan banyak memuji. Itu sama buruknya dengan tak ada pujian. Banyak pujian, buat anak jadi pusat jagad raya | #PujianDanBentakan

4. Dengan banyak pujian, bisa-bisa anak malah tak disiapkan hadapi dunia. Akan selalu ada org yg lebih pintar, cantik, mampu dan lebih hebat

5. Banyak pujian buat anak jadi perengek ketika di sekolah atau di tempat asing. Anak menciut nyalinya. Sebab banyak anak yg lebih keren

6. Dan ingat, jangan memuji sesuatu yg memang seharusnya mereka lakukan. Narsis hanya baik utk gurauan | #PujianDanBentakan

7. Ortu pun jangan membentak apalagi memaki-maki. Ini menghancurkan mental anak secara langsung. Ada dua dampak ikutan | #PujianDanBentakan

8. Ke-1 jika ternyata anak kuat mental, anak akan tetap bisa tumbuh baik. Tapi kira-kira berapa banyak? Sebab anak bagai kain putih, polos

9. Ke-2, bentakan dan makian buat anak remuk mental. Anak jadi takut salah. Inisiatif jadi mati. Sedari dini anak dikerdilkan orang tuanya

10. Anak jadi pemurung, minder, dan selalu terkucil dengan teman-temannya. Nah anak seperti ini yang akan jadi bahan bullying

11. Jika tak dibully teman, dia yang bullying dirinya. Saat hendak lakukan sesuatu, hatinya berbisik: “Ah jangan-jangan ...”. Gagal terus.

12. Seiring pertumbuhan dirinya, anak hanya akan jadi pengekor. Dalam tim pun pikirannya lebih baik tak punya peran. Sulit jadi pemimpin

13. Ke-3 bentakan dan makian sebaliknya bisa juga membuat anak jadi tahan banting. Sedari dini anak sudah dipermak setiap hari oleh bapaknya

14. Kata-kata pedas, bahkan tendangan dan tamparan sudah bagian hari-hari. Jika ini dijumpai di luar rumah, itu malah jadi sparring partner

15. Anak tahan banting, bisa tumbuh jadi liar atau jadi hebat. Liarnya ketika dia dendam pada ortu. Jalanan jadi penyempurnanya

16. Anak ini bukan hanya mudah terjebak di kehidupan tak sehat. Namun jangan-jangan malah bisa jadi salah satu pemimpin di keliaran itu

17. Itulah jika dia cerdas, keberanian dan tahan bantingnya antar dirinya jadi pemimpin geng. Tak ada yg ditakuti. Ortu sukses didik liarnya

18. Anak yg tahan banting, jika tak dendam pada ortu, jadi positif. Hantaman justru tumbuhkan dirinya sehat. Ini kebalikan dari yg liar

19. Hantaman bapak, itu jadi pupuk penyubur mental leadershipnya. Harusnya remuk malah tidak. Anak tumbuh dewasa dan ma'ruf

20. Tiap dihantam bapak, dirinya malah bertafakur. Ambil hikmah. Dia perbaiki diri. Di saat itu pula, dia mungkin malah kasihan pd bapaknya

21. Mengapa orang tuanya meledak-ledak emosinya. Bagi anak yg bukan pendendam, dia jadikan ini sebagai pelajaran berharga. Bekal kelak

22. Ketika dia menikah, dia tak akan berbuat seperti apa yg dilakukan bapaknya. Dia rasakan keluarga tertekan dan stress | #PujianDanMakian

23. Tetapi karena positifnya, semua bisa dia redam. Cuma anak ini pun akan berpikir. Tentu tak semua orang bisa begitu. Maka tak dia tiru

24. Jadi keluarga adalah tempat paling strategis. Bisa positif, bisa negatif. Bisa juga spt keluarga normal yg lain. Ya biasa-biasa saja

25. Positifnya keluarga jadi tempat pendidikan terbaik ahlak dan karakter. Keluarga yg sadar hal ini, akan lahirkan anak berakhlak/karakter

26. Dimanapun anak-anak ini tak jadi beban. Dia disenangi. Kata-katanya tak menyakitkan. Jika leadershipnya muncul, dia jadi problem solver

27. Maka beruntunglah keluarga ini. Yang harus disyukuri, ibu bapaknya cenderung baik, jujur, selalu positif, dan hargai beda pandangan

28. Negatifnya, keluarga ternyata juga jadi tempat terbaik penghancuran akhlak dan karakter. Sejak dini anak-anak dirusak orang tuanya

29. Bapak koruptor saja, otomatis seluruh sisi kehidupan keluarga dirusak. Barang yg tak halal digunakan sehari-hari | #PujianDanBentakan

30. Ortu pemarah, pentingkan diri sendiri, tak peduli dan tak hargai anak, itu semua adalah cara-cara yg otomatis hancurkan sendi karakter

31. Ibu bapak bertikai hingga membanting barang, menggedor pintu, bahkan hingga fisik, itu jadi contoh perilaku negatif | #PujianDanBentakan

32. Keluarga tak pernah makan malam bersama, ini juga layukan suasana. Tak ada waktu istimewa bagi keluarga. Masing-masing asyik sendiri

33. Pdhal makan malam adalah waktu bercengkerama keluarga. Waktu paling nyaman berbagi cerita seharian tadi. Ada curhat, dialog dan solusi

34. Dengan demikian anggota keluarga bisa tahu pekembangan masing-masing, saling isi, saling kontrol. Dan rasa persaudaraan semakin erat

35. Ingat saudara sekandung itu seumur hidup. Sampai kapanpun tetap ada ikatan sedarah. Harusnya sesama saudara saling membantu

36. Nah orang tua yg super sibuk, punya waktukah makan malam bersama? Mungkin bisa saja. Jadwalkan seminggu 2 kali, misalnya

37. Pertanyaannya ketika sekali dua kali tak dipatuhi tak mengapa. Ketika terus-menerus, anak-anak yg terlecehkan pun jadi rusak perasaannya

38. Saat ortu hendak undang anak makan malam, anak-anak tak peduli. Ortu kaget. Sekian tahun tak jumpa, ternyata anak-anak telah jadi asing

39. Makan malam yg bisa berperan sbg pemantau terabaikan. Anak ternyata sudah tak lucu spt dulu. Bahkan kini siap adu argumen galak dgn ortu

40. Keluarga, ah keluarga. Tak disangka. Ternyata dari sana kehidupan kita sehari-hari berawal. Sampai besok kamis 4 Des 2014. Semoga!

Selasa, 02 Desember 2014

Redam Rengekan #2. >> by Erie Sudewo

1. Merengek dan mengamuk itu satu paket. Hati-hati. Kembali diingatkan, ini akan jadi senjata andalan yg sangat ampuh perdayai orang tua

2. Anak yang sudah bisa komunikasi, kadang histeris sambil teriak: “Aku mau matiii”. Orang tua tak perlu panik. Apalagi ibu | #RedamAmukan

3. Cara menanganinya, tenangkan anak dengan benamkan kepalanya dalam pelukan ortu. Bisikan sambil kita peragakan: “Ambil napaaas”

4. Yang tak boleh dilupakan ortu, ingatlah selalu pada Allah SWT. Anak adalah titipan. Dengan mengingat ini, ortu pun segera mafhum posisi

5. Lantas ingat tujuan berkeluarga. Saat sama-sama latih diri sujud ada anggota keluarga yg up set, tak segera dimarahi/maki-maki/dihabisi

6. Bagaimana mungkin saat membawa penumpang sujud pada Allah, tapi kita sendiri malah lakukan hal negatif di hadapanNya? #RedamAmukan

7. Mengingat itu harusnya ortu bisa tentramkan diri. Anak pun tak dimiliki. Ortu cuma mengantar/didik. Ortu tak bisa sewenang-wenang

8. Dengan ingat Allah, semua terpasrah pada Allah. Dengan yakini Allah sumber dari segala sumber ketenangan, ortu pun bisa kuasai diri

9. Sambil belai kepala anak dlm dekapan, bacakan lembut An Naas & Al Falaq. Tujuannya minta perlindungan dari segala gangguan

10. Bila masih sesunggukan, biarkan dan beri anak waktu. Sambil ortu tetap lafalkan asmaul husna yg diingat. Sisipkan salawat. Lantas doa

11. Baca lahaula wala quwatta illah billahil aliyil adzim. Bismillah, katakan: “Mengapa musti teriak-teriak. Ibu/bpk pingin tahu deh”

12. “Mengamuk dan teriak tak akan selesaikan masalah. Sekarang, besok dan selamanya tak akan selesai. Baiknya bilang, apa perasaanmu?”

13. Mengamuk memang tak bisa didiamkan. Makin cepat bersikap, makin cepat amukan hilang. Didiamkan, amukan bakal ambil alih peran

14. Yakinkan anak agar mau bicara. Ini butuh konsekuensi. Kesabaran ortu. Komitmen, konsisten, serta harus mau mendengar | #RedamAmukan

15. Bilang pada anak dengan lembut: “Inginkan sesuatu harus dg bicara. Bukan dengan merengek apalagi mengamuk” | #RedamAmukan

16. Tegaskan tak semua keinginan bisa dipenuhi. Lalu jelaskan beda kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan didahulukan. Keinginan nomor sekian

17. Harus diingat, ajak anak dialog. Katakan: “Gunakan kata-katamu. Bicaralah. Ibu/bpk siap mendengar, jika kamu mau bicara” | #RedamAmukan

18. Rewel atau masih mengamuk juga, orang tua yg mesti punya cadangan sabar super banyak. Kunci di orang tua, bukan anak | #RedamAmukan

19. Saat anak mau bicara, itu kemajuan besar. Anak sudah bisa tenang. Baiknya ucapkan ucapkan terimakasih padanya karena telah mau bicara

20. Saat hendak ke luar rumah, jelaskan aturan pula untuk tak merengek dan mengamuk. Apa yg boleh dan tidak. Melanggar, beri sanksi/penalti

21. Dan sanksi/penalti harus dilakukan. Jika tidak, anak segera belajar lagi. Ternyata ibu/bpk tetap sayang. Maka anak akan langgar lagi

22. Mengapa anak mengamuk, banyak penyebabnya. Ini tidak disadari oleh ortu. Di antaranya ke-1 anak merasa lapar. Rasa lapar itu gangguan

23. Orang lapar jadi sensitif, mudah tersulut. Bayi lapar langsung menangis. Anak lapar merengek yg akhirnya bisa mengamuk | #RedamAmukan

24. Di masyarakat, perut yang kelaparan, bisa kalahkan bisikan hati nurani. Yg haram dihalalkan. Bila perlu sikat, curi, atau rampok

25. Ke-2 anak cepat mengamuk karena merasa kelelahan. Rasa lelah pun sensitive. Tercolek sedikit, tiba-tiba anak bisa mengamuk

26. Ke-3 frustasi karena kalah bermain. Atau main tebak-tebakan dengan saudara yg lain. Apalagi sudah kalah jadi bahan ejekan dan bullying

27. Ke-4 saat di toko mainan tiba-tiba tutup. Orang tua harus tahu dan memberi tahu/peringatan 10 atau 5 menit sebelum toko mainan ditutup

28. Ke-5 anak tiba-tiba menjerit karena lagi asyik bermain tapi diminta bergegas. Baiknya ortu pun beri peringatan beberapa saat sebelumnya

29. Ke-6 hati-hati ketika anak-anak yg kesal karena tak bisa keluar dari jebakan permainan. Dia bisa marah-marah dan mengamuk juga

30. Ke-7 ada anak yg juga mengamuk karena merasa tak diperhatikan, tak dihargai dan tak dihormati | #RedamAmukan | #CharacterBuilding

31. Ke-8 yg lebih banyak lagi adalah anak yg ketakutan tanpa sebab. Anak bisa histeris karena tak ada orang tua di sampingnya | #RedamAmukan

Jumat, 28 November 2014

Komunikasi dengan Anak bag.1. >> by Erie Sudewo

1. Jangan anggap sepele komunikasi. Komunikasi keluarga itu hal paling strategis guna pendidikan karakter anak-anak | #CharacterBuilding

2. Kita kupas “Teknik Dasar Bicara pada Anak” ala Nanny 911. Sesuatu yg kita abai sehari-hari, tapi ternyata maknanya dalam dan amat berarti

3. Ke-1 turunkan tubuh kita sejajar anak. Bisa duduk, jongkok, atau berlutut. Pilih mana yg kira-kira paling nyaman dan aman bagi tubuh anda

4. Jangan anggap sepele jongkok. Orang Eropa dan Amrik susah sekali jongkok. Kenapa? Karena bukan kultur mereka | #KomunikasiDenganAnak

5. Pernah lihat pemain basket NBA berjongkok? Dengan postur tinggi besar, begitu jongkok, mereka bisa terguling karena hilang keseimbangan

6. Why harus sejajar? Simak psikologisnya. Orang di atas, cenderung merasa lebih tinggi, leluasa, di atas angin, berkuasa dan bisa mengawasi

7. Sebaliknya orang bawah merasa di dasar, terpasung, tak leluasa, tak nyaman, ada dalam pengawasan | #KomunikasiDenganAnak

8. Ke-2 “tatap matanya” saat bicara. Jangan melotot tapi pancarkan rasa kasih sayang. Bila perlu pegang dagunya lembut, arahkan ke anda

9. Melotot itu lebih dekat pada emosi. Rasa marah itu terpancar dari sorot mata. Siapapun termasuk anak-anak, dapat merasakan hawa marahnya

10. Tatapan lembut itu bukan hanya tenangkan diri dan sejukkan jiwa lawan bicara, namun juga tentramkan hati ybs | #KomunikasiDenganAnak

11. Ke-3 “dengarkan”. Jadi pendengar yg baik itu bukan perkara gampang. Apalagi harus mendengar suara dari anak yg notabene anak sendiri

12. Sebagai orang tua, justru efek psikologis itu yg menyulitkan orang tua bisa jadi pendengar yang baik bagi anak-anaknya sendiri

13. Saat dialog yg harus diingat, mereka anak-anaj yg masih bersih, polos dan lugu. Maka tak ada anak bandel jika bukan karena orang tuanya

14. Ke-4 “hormati anak”. Anak punya perasaan dan privacy. Saat hal ini dijaga, mereka akan belajar menjaga perasaan dan privacy orang lain

15. Ketika anak dihormati, eksistensi mereka jadi terasa utuh. Ini merangsang proses pendewasaan dan tanggung jawab pada diri mereka

16. Soal privacy juga harus dijabarkan. Ada wilayah pribadi yang tak bisa diintervensi. Ada pula wilayah publik yg siapapun leluasa di situ

17. Ke-5 “jangan remehkan anak”. Meremehkan bisa jadikan anak tutup diri. Dampaknya bisa panjang. Rasa minder yang terus terbawa

18. Dengan meremehkan, anak tak lagi minat bicara, nyatakan pendapat/usul. Dialog dua arah terpangkas. Hubungan pun jadi tak sehat

19. Hati-hati pula ketika membandingkan antara anak satu dg lainnya. Yang mesti diingat, masing-masing anak punya kelebihan dan kekurangan

20. Ini bisa didiskusikan antara ortu dan anak. Atau dibahas secara terbuka. Yg paling penting arahkan anak utk mengenal potensi diri

21. Hindari cela kekurangan anak. Apalagi di depan saudaranya. Itu akan jadi bahan ejekan. Anak-anak mudah sekali mem-bullying saudaranya

22. Saat anak saling ejek, atasi segera. Jangan biarkan berlarut. Ibarat bangun tim sepak bola, tiap anak harus kompak saling memperkuat

23. Ke-6 “leluasakan anak agar bicaranya mengalir”. Jangan lupa anak ini punya perasaan juga. Mengabaikan hal ini bisa fatal akibatnya

24. Saat anak emosi, katakan: “Apa yg membuat kamu marah?” Pada anak yg lebih kecil, bisa diminta: “Coba ikuti ibu”. Perlahan dituntun

25. Ketika bisa utarakan alasan mengapa anak marah dg ikuti kata ibu, jelas itu kemajuan besar. Segera puji dia, dorong moril semangatnya

26. Anak kecil biasanya cuma merengek. Maka tetap saja ajak bicara meski belum bisa bicara. Ini latihan komunikasi | #KomunikasiDenganAnak

27. Komunikasi adalah bagian amat penting. Dan rengekan tak bisa jadi senjata. Saat kita ikuti rengekannya, komunikasi dikuasai perengek

28. Ke-7 “jika anak emosi, usap punggungnya”. Usapan dg kasih sayang, pasti terasa beda getarnya dg yg asal usap. Ini meredam emosi memuncak

29. Bila anak histeris, peluklah dia. Perlahan tenangkan dirinya. Minta dia ambil napas dg dicontohkan. Saat sudah tenang, mulailah bicara

30. Ke-8 “ubah nada suara sesuai sikon”. Waktu senang, nada suara tetap dikontrol. Tak perlu ekspresif banget. Serta minta anak tetap tenang

31. Waktu suasana emosional, nada suara musti tetap tenang, lembut tapi tegas. Saat anak mulai memukul, pegang dg lembut dan bawa menjauh

32. Rasulullah SAW berpesan: “Jangan tertawa hingga terbahak-bahak”. Apa makna di balik pesan itu? Pesannya: “kuasai diri”

33. Orang yang terbahak-bahak, cerminkan bbrp hal. Ke-1 senangnya buat dia tak kuasai diri. Happy bangeeet seolah dunia sudah digenggam

34. Cermin ke-2, terbahaknya memang cari perhatian. Dia tak sadar, bahwa dia orang yg tak peduli sekitarnya. Tak peka, tak pandai merasakan

35. Cermin ke-3 saat dapat musibah, orang ini cenderung juga tak bisa kuasai diri. Meledak-ledak, bisa fatal. Seolah dia yg paling menderita

Rabu, 26 November 2014

Penyesalan. >>. By Erie Sudewo

1. “Mamah, Ayu gak sekolah, sakit lagi?” tanya ayah pada isterinya. “Ya Pah, dia demam lagi”, jelas sang ibu | #Penyesalan

2. “Jangan lupa hubungi dokter biasanya, ya Mah”, ujar suaminya sambil bergegas menuju bandara di antar pak supir | #Penyesalan

3. Tiap dua minggu, sang ayah harus ke Kalimantan. Dua tiga hari bermalam di sana guna mengurus bisnis batu baranya | #Penyesalan

4. Sang isteri juga mesti segera berbenah. Sebelum ke Surabaya, pagi pukul 9 dia harus pimpin rapat tim marketing promosikan produk baru

5. “Bibi, nanti kalau demam Ayu tak turun, segera telepon dokter yg biasa ya. Tadi saya sudah hubungi, dia segera datang jika ditelepon”

6. Setelah dua tiga kali memegang dahi Ayu, sang ibu pun meluncur diantar supir kantor menuju Gedung Equity Tower di SCBD, Jakarta

7. Ayu Lestari yg sakit masih tertidur. Usia anak satu-satunya ini baru 6 tahun. Duduk di SD kelas 1. Sekolahnya tak jauh dari rumah

8. Sampai siang suhu Ayu tak juga turun. Dalam demam tinggi, kadang Ayu mulai menggigau. Bibi jadi amat khawatir | #Penyesalan

9. Bibi segera mengontak dokter. Ba'da Ashar Ayu sudah berbaring di RS. Di ruang ICCU, Ayu segera ditangani tim dokter | #Penyesalan

10. Ayu memegang tangan bibi yg menemani kuat-kuat. Seolah tak mau pisah. Dipandangi bocah yg selama ini seolah jadi anaknya sendiri

11. Ibu Bapak Ayu sudah dihubungi, tapi baru esok mereka bisa datang. Begitu pesan di ujung telelpon | #Penyesalan | #CharacterBuilding

12. Alhmdulillah panas Ayu mulai turun. Pk 22 malam Ayu dipindahkan ke kamar anak-anak VIP. Satu tempat tidur dengan seperangkat sofa

13. Pagi sampai siang kondisi Ayu makin pulih. Tapi bersamaan dengan kedatangan ibu di jelang Magrib, demam Ayu mulai meninggi lagi

14. Ruangan hening. Selain bibi, Ayu kini ditemani ibunya. Cuma bunyi jarum jam yg terdengar berdetak-detak. Ibu masih mengutak-atik HP

15. Tiba-tiba Ayu berkata: “Bibi, mamah papah sayang aku kan yaaa?” Bibi lirih menjawab: “Bibi dah sering bilang, mamah papah sayang Ayu”

16. Tapi ibu Ayu jelas kaget. Sebab baru pertama mendengar putrinya bertanya. “Iya dong, sayang. Ibu sayang pada Ayu”, kata ibunya

17. Namun masih dengan mata terpejam dan dalam panas yang tinggi, Ayu bertanya: “Bibi, siapa ini yg bilang sayang sama Ayu?” | #Penyesalan

18. Belum sempat ibu Ayu menjawab, bibi telah mendahului: “Iya itu ibu Ayu. Ibu sudah disini. Itu bukti ibu sayang kan sama Ayu”

19. “Aaah, bibi selalu bohong. Emang aku gak tau. Mamah papah cuma sayang sama kantornya. Sama aku nggak. Iya kan, biii!” kata Ayu

20. Bagai palu godam, ibu Ayu terhantam kaget mendengar igauan anaknya. Tak menyangka anaknya berkata seperti itu | #Penyesalan

21. “Bibi, ini tangan siapa pegang aku. Tangannya dingin Bi. Aku pingin pegang tangan bibi,” kata Ayu sambil menyingkirkan tangan ibunya

22. “Ini mamah, sayang”, kata ibu Ayu terburu-buru. “Ah gak mungkin. Mamahku sibuk sekali. Kemarin aku sakit, mamah juga gak ada”

23. Kata-kata Ayu menghunjam lagi. Kini ibunya betul-betulan shock. HP ibu terjatuh. Bibi yg memegangi lengan Ayu, mengusap perlahan-lahan

24. “Bibi, minggu kemarin katanya mamah papah mau ajak aku jalan-jalan. Tapi gak jadi kan. Mamah papah malah reuni sekolahan” | #Penyesalan

25. “Bi, aku sayang mamah papah. Tapi mamah papah gak sayang. Aku iri sama Rini dan Wati, selalu dianter mamah papah mereka. Aku pingin bi”

26. Tiba-tiba pintu terbuka, ayah Ayu masuk sambil ditemani dokter. “Siapa yg datang itu Bi?” tanya Ayu masih sambil terpejam | #Penyesalan

27. “Hallo, ini Papah Ayu”, jawab bapak sumringah. Tapi tampak lantas bingung. Suasana koq hening, asing dan agak mencekam | #Penyesalan

28. Saat dirinya bertanya-tanya, tiba Ayu mengoceh: “Tadi ada ibu-ibu mengaku mamahku. Sekarang ada bapak-bapak mengaku papahku”

29. “Bohong. Aku ga mau dibohongi lagi. Papahku kan bibi juga tauuu. Selalu sibuk. Maka ga mungkin papahku ada di sini sekarang”

30. “Tangan ini kasar sekali. Aku ga tahu tangan siapa ini koq pegang-pegang aku”, kata Ayu lagi sambil menggeser tangan bapaknya

31. Ayu melanjutkan: "Iya kan, Biii. Kalo aku minta ditemani, selalu saja mamah papah bilang sibuk. Pekerjaan di kantor banyak sekali”

32. #Penyesalan mulai merayapi hati kedua orang tua Ayu. Selama ini ternyata caranya salah. Mereka memang siapkan semua kebutuhan Ayu

33. Tapi bukankah itu hanya untuk tebus kesalahan-kesalahan karena kesibukan. Mereka hibur Ayu dengan hadiah, siapkan fasilitas dan materi

34. Mereka pun baru sadar. Ayu hampir tak pernah meminta apapun. Ayu pun diam dan menunduk ketika melihat ibu bapaknya siap-siap ke kantor

35. Jadi selama ini anaknya memendam kerinduan kasih sayang orang tua. Jadi anaknya hanya butuh sentuhan orang tua. Aaah Ayu! #Penyesalan

36. Ibu Ayu segera memeluk tubuh anaknya. Tapi tiba-tiba Ayu menolak lagi. Katanya: “Siapa ini yg peluk aku. Koq kaku dan jadi sakit dadaku”

37. Ibu Ayu kembali terhenyak. Selama ini ia memang jarang memeluk Ayu. Waktu kecil dulu, menggendongnya pun ibu Ayu ragu-ragu | #Penyesalan

38. Ibu Ayu khawatir. Pakaiannya jadi lusuh. Khawatir juga harum parfumnya bisa rusak jika tiba-tiba Ayu kecil pipis waktu digendong

39. “Bi, nanti kalo mamah papah datang. Bilang ya. Aku sayang mereka”. Senyum mengembang di bibir Ayu. Panasnya makin tinggi | #Penyesalan

40. Inaa lillaahi wainnaa ilaihi rooji'uun. Pukul 21.10 Ayu menghembuskan nafas terakhir. Ibu Ayu pingsan. Bapak Ayu tertegun berdiri

41. Pukul 7 pagi saat jenazah Ayu dimandikan, wali dan teman sekelas Ayu datang. Bertaziah sambil wali kelas menyerahkan secarik kertas

42. Tulisan karangan Ayu. Yang dikisahkan Ayu di depan kelas 4 hari yang lalu. Teman-teman Ayu juga mendapat tugas yg sama | #Penyesalan

43. Judul tulisannya: “Aku sayang mamah papah”. Gemetar ibu Ayu membaca. Di situ Ayu bercerita tentang jalan-jalan Ayu dg mamah papah

44. Ibunya tahu, itu cuma karangan. Karena selama ini mereka memang hampir tidak pernah berjalan-jalan bersama anak satu-satunya ini

45. Di akhir cerita Ayu menulis: “Mah, aku pingin ke tempat yg belum dikunjungi orang. Karena jauuuh, biar aku dulu yg lihat, ya Mah

46. Dan kini Ayu Lestari, anaknya, benar-benar mendahului. Habis sudah air mata ibu Ayu. Kertas berisi karangan Ayu tertetesi air ibunya

47. Uang cuma bisa beri kekayaan, tapi tak bisa beli kebahagiaan. Uang bisa beli obat paten, tapi tak bisa beli kesehatan dan kehidupan

48. Karir yg dikagumi, ternyata tak jadikan keluarga berprestasi. Malah karir bukan hanya minta pengorbanan, namun anak pun jadi korban

Selasa, 25 November 2014

PRT bukan budak. >> by Erie Sudewo

1. Dalam keluarga, sosok PRT amat disepelekan. Saat ada, tak digubris eksistensinya. Bahkan salah sedikit, habis di-bullying majikan.

2. Perhatikan PRT itu bekerja utk bantu beresi urusan orang tua di rumah. Termasuk bantu keperluan anak. Juga semua pekerjaan rumah.

3. Lalu jangan lupa, karena bekerja bantu orang tua dan bukan pada anak2, tak boleh PRT habis dimaki/dimarahi oleh anak2 di rumah.

4. Ini harus diingatkan pada anak2. Untuk siapa dia bekerja. Tanpa penjelasan, maka anak2 di rumah telah dirusak ahlaknya.

5. Eksistensi PRT amat terlecehkan. Saat tak ada, keluarga, terutama ibu, blingsatan.Yg isteri bekerja, stressnya bisa tambah berkali lipat

6. Di positioning, PRT punya 2 sisi kontradiktif. Ke-1 perannya amat vital. Ke-2, anomalinya tetap ditempatkan sebagai “pelengkap penderita”

7. Perannya vitalnya tampak saat mudik Lebaran. Sebagian majikan pun pindah ke hotel. Mereka tak bisa lagi kerjakan pekerjaan Inem.

8. Atau mereka terpaksa bayar “PRT dadakan”. Apa boleh buat. Tarif antara Rp 100 – Rp 200 ribu musti disisihkan. Kali sekian hari

9. Lihat pekerjaan PRT. Remeh temeh & gawean yg tak mau disentuh tuan rumah. Spt bersihkan WC, sampah, selokan, bangkai tikus dll.

10. Padahal kotoran di WC dan sampah2, itu produk sendiri. Tapi keluarga tak mau urus. Berarti tanggung jawab juga telah dirusak sejak dini

11. Hitung punya hitung, pekerjaan PRT ternyata pekerjaan yg paling banyak &beragam di rumah. Teknis yg rutin, serta tidak pernah selesai

12. Dari belakang hingga depan. Dari lantai bawah hingga genting rumah. Bangun sebelum majikan bangun. Tidur setelah majikan tidur.

13. Dalam kerja bakti RT, dia pun jadi andalan. Bisa ganti majikan. Atau jika majikan ada, dia langsung ambil alih yg dikerjakan majikan.

14. Dengan peran vital, mengapa sosok PRT tetap disepelekan. Pesan bijak: “Apa yg kamu anggap hina, belum tentu hina di hadapan Allah”

15. Coba bandingkan. Mulya mana antara lengan kanan & kiri? Banyak orang bilang, lengan kanan lebih mulya. Alasannya?

16. Sebab lengan kanan lakukan hal2 positif. Lengan kiri sebaliknya. Bahkan kultur kita, memberi atau menerima dg lengan kiri, PENGHINAAN!

17. Perhatikan. Salah satu hasil dari kultur feodal kita, jarang sekali orang Indonesia yg kidal. Kultur kita tak izinkan peran lengan kidal

18. Tanpa sadar kultur feodal kita matikan orang kidal. Karena dianggap tak sopan, kita miskin akan keunikan & prestasi orang2 kidal.

19. Dan simak. Pernahkah lengan kiri protes pada saudara kanannya? Sejak lahir hingga jelang wafat, lengan kiri lakukan bersih2 yg kotor.

20. Karena sudah jadi job, lengan kiri komitmen, konsisten, &focus pada apa yg telah jadi tugasnya. JOB-nya jelas, tak ada penyimpangan.

21. Karena komit & konsisten ini, di hadapan Allah, apakah lengan kiri lebih hina drpd yg kanan? #CharacterBuilding

22. Justru karena tangani hal2 kotor yg tak pernah dilakukan lengan kanan, bisa jadi lengan kiri lebih mulya ketimbang lengan kanan.

23. Bagaimana rasanya bila anak di rumah mau bantu pekerjaan yg biasanya diselesaikan PRT? Keharuan, simpati, & kehormatan akan muncul.

24. Maka pada sebagian majikan, boleh2 saja anda hina. Tapi tanpa PRT, bisakah pakaian, mobil, sepatu, rumah dll bersih, teratur & rapih?

25. Sebagian majikan yg lebih sadar, sudah hargai PRT. Tak sedikit PRT disayang2. Bahkan diberi gaji lebih. Tapi toh PRT keluar juga.

26. Majikan tak sadar. Sebagian PRT kini telah berubah cara berpikirnya. Mereka sekarang bisa memilih pekerjaan.

27. Kerja di garment atau jadi buruh pabrik, kini lebih disukai oleh pemuda/pemudi desa. Ngapain jadi PRT yg dimaki2 majikan.

28. Dulu PRT hampir tak beda dengan budak. Jika menginap di majikan, kerja nyaris 24 jam. Bahkan ada yg berbulan2, gajinya tak juga dibayar

29. Kultur feudal kita tempatkan PRT tak lebih dari “abdi dalem”.  Jika sudah begini, nasib PRT akhirnya tergantung “belas kasih majikan”.

30. Bahkan hingga wafatpun, barangkali ada yg tak dibayar hak2nya. Keluarga dan anak2 tak bakal berani menuntut pada majikan ortunya.

31. Banyak majikan yg tak mau tahu bahwa PRT itu adalah profesi. Tapi lebih banyak lagi PRT yg tak tahu bahwa PRT memang sebuah profesi.

32. Maka kini PRT bisa pilih majikan. Bisa pilih rumah. Bisa pilih yg sedikit anak. Bisa pilih juga mana majikan yg kikir & yg dermawan.

33. PRT pun kini banyak memilih bekerja di Msia, Spore, apalagi Hongkong. Jangan dibayangkan lagi PRT di LN seperti mbok2. #PRTbukanBudak

34. Banyak di antara mereka yg cantik, elegan, tutur katanya terstruktur, terpelajar & terdidik. Sebab tak sedikit mereka juga sarjana.

35. Di Hongkong, PRT dari Indonesia bahkan membentuk organisasi2. Tiap Sabtu & Ahad mereka berkumpul di Victoria Park.

36. Jangan kaget, mereka banyak juga yg memilih laptop Apple ketimbang Samsung. Tampilan juga tak kalah dg majikan.

37. Bahkan ada beberapa PRT, yg sambil sekolah jadi guru. Lalu kemudian mereka magang praktek di sekolah2 bergengsi di Hongkong.

38. Saatnya hargai PRT. Caranya hapus kultur feodal di rumah. Sebab feodal inilah “pembunuh karakter” nomor wahid di rumah.

Cemburu >> by Erie Sudewo

1. Suami isteri bekerja juga sering membuat “sengkrang-sengkring”. Akhirnya mereka sama-sama merasa terganggu dan resah sendiri | #Cemburu

2. Isteri sudah kembali ke rumah tapi masih dicari orang. Ada perlu minta tanda tangan atau kesepakatan bisnis kantor | #Cemburu

3. Karena jabatan tinggi, org datang ke rumah bukan cari suami. Maka bgmn hendak layani suami. Dari sisi posisi kerja, suami di bawah isteri

4. Karena transaksi bisnis, kadang malam pun isteri keluar rumah.Yg  jemput teman pria kantor/mitra bisnis. Bgmn hati suami tak guncang

5. Yg berkunjung memang tampak perkasa. Katakanlah six pack. Bagaimana bisa tahu, ya menebak aja. Karena bodynya “kereeen bangeeet”

6. Lalu yang buat kesemsem juga. Ternyata sudah perkasa, di perusahaan posisinya direktur marketing. Atau malah, pemiliknya | #Cemburu

7. Jika sudah begini, isteri sebagai bagian kantor, bagaimana hendak menolak mesti layani makan malam boss dan partner bisnis | #Cemburu

8. Begitu juga suami. Ketika duduk di ruang keluarga, tiba-tiba HP berbunyi. Malam ini perlu tanda tangan dan tak bisa ditolak | #Cemburu

9. Yang muncul sekretaris perusahaan. Apakah ada corporate secretary wanita yg wajahnya tak sedap dipandang. Harum lagi wanginya | #Cemburu

10. Ketika muncul di rumah, pesonanya runtuhkan kecantikan isteri. Sontak isteri pun terbakar cemburu hebat | #Cemburu | #CharacterBuilding

11. Lebih-lebih ketika sekretaris ditugasi menjemput bapak. Hadiri resepsi resmi dengan partner bisnis. Bgmn rambut isteri tak berdiri tegak

12. Sekali dua kali tak soal. Jika terus-terusan, problem makin akuuut. Apalagi ini dilakukan di luar daerah yg perlu menginap. Who knows?

13. Di awal-awal kerja dulu, tak masalah. Malah kita sokong. Seiring waktu, berhati-hatilah. Sebab di akhir kerja, bisa runyam urusannya

14. Suatu saat, suami senyum saja lihat isteri cemberut ogah-ogahan layani. Pikir suami, ya namanya capek seharian di kantor | #Cemburu

15. Cuma suami kaget pula, roman di wajah isteri berubah setelah terima telepon. Padahal saat itu lagi cemberut pada dirinya | #Cemburu

16. Akhirnya suami pun naik pitam. Sebab senyum isteri sontak lepas sambut tamu lelaki yg tiba-tiba muncul di ruang tamu. Malam-malam lagi

17. Isterinya ogah-ogahan dan cemberut ke suami. Tapi terima tamu, senyum ramah sekali. Buat suami, dia lelah. Buat tamu ini, koq zegeeer

18. Ini bukan hanya #Cemburu. Kegondokan di awal makin memuncak dibakar curiga. Bibit “Perang Vietnam” bertambah di keluarga

19. Bagusnya Perang Vietnam berakhir baik. Maksudnya? Mereka tak terbelah jadi dua Vietnam. Perang ini diakhiri jadi saudara | #Cemburu

20. Nah hati-hati Perang Vietnam dalam keluarga. Damaikan pertikaian keluarga amat sulit. Ini persoalan yg paling pelik di jagat raya

21. Suami isteri kerja pun musti pandai padankan jadwal. Suatu saat suami cuti, eh isteri tak bisa. Giliran isteri cuti, suami tak dapat.

22. Dongkol muncul. Kecurigaan bersemai. Jangan-jangan sengaja menghindar karena ada apa-apa di kantor. Suasana keluarga tambah runyam

23. Suami isteri sukses, masing-masing punya mobil dan supir. Suami ke hilir, isteri ke hulu. Sebagai orang penting, punya agenda sendiri

24. Dan jantung pun terasa mau copot. Mereka jumpa di tempat makan. Suami dengan teman wanita kantor. Isteri pun dengan teman lelaki bisnis

25. Tegur sapa di tempat makan jadi kaku. Yang akhirnya jadi ribut di rumah. Jika ributnya meledak, bisa dibayangkan seperti apa praharanya

26. Rumah tak lagi nyaman. Solusinya, entah mengapa justru mereka malah makin tenggelamkan diri di pekerjaan kantor | #Cemburu

27. Pulang semakin larut. Otomatis tegur sapa berkurang. Anak bisa rasakan ada yg tak beres. Akhirnya anak pun cari ketenangan di luar

28. Dalam kemelut begini, yg tak boleh adalah mendiamkan. Diam di sini salah langkah. Harus diklarifikasi segera tapi dengan ma'ruf

29. Curiga boleh. Tapi jangan langsung menghakimi. Ternyata saat belum salah langkah, keluarga lebih mudah diselamatkan | #Cemburu

30. Ketika sudah salah langkah, nah apakah kita bisa terima dan maafkan? Bagi keluarga sujud, masalah dapat dibahas dengan ma'ruf | #Cemburu

31. Bagi keluarga yg tak sujud, masalahnya bisa jadi lebih kompleks. Nah semoga bisa kita kupas lagi esok Rabu 26 Nov 2014 | #Cemburu

Tugas Jomblo >> by Erie Sudewo

1. Sengaja masih kita kupas bab keluarga. Bahan baik bagi jomblo, yg sudah nikah, yg merasa aman, yg punya masalah bahkan yg telah pisah

2. Tak satupun manusia tak punya masalah. Rasulullah SAW yg dijamin Surga pun punya. Tugas kita semua, mesti perbaiki akhlak masing-masing

3. Jomblo punya soal, jelas. Yang sudah berkeluarga, apa lagi. Tapi jika tak tahu tujuan berkeluarga, apakah sebaiknya tetap menjomblo saja?

4. Jomblo musti sujud. Yg sudah menikah juga harus sujud. Tanpa SUJUD, manusia ibarat bangkai berjalan. Hidup sia-sia. Yg ini jangan dicoba

5. Tak sujud, kelak ditanya. Keluarga tak sujud, pertanyaan lebih kompleks. Berat tidaknya pertanyaan, tergantung positioning di keluarga

6. Sujud itu tak lain IMAN. Ini hidayah, musti dirawat. Jangan hanya berharap hidayah itu anugerah. Musti dicari-cari juga. Jangan lalai

7. Ingat pesan Rasulullah SAW: 'Siapa yang mendekat ke Allah selangkah, Allah datang sehasta. Berjalan ke Allah, maka Allah berlari pdnya'

8. Saat sujud jadi komando, soal seberat apapun insyaa Allah jadi ringan. Yang rumit jadi mudah. Yang kompleks jadi sederhana | #TugasJomblo

9. Jomblo yg sujud insyaa Allah mafhum. Jodoh itu urusan Allah SWT. Nah mumpung masih pada jomblo, sebaiknya perbaiki diri lebih baik

10. Ini bagi yang belum. Yg sudah merasa baik akhlak/karakternya, ya tinggal dimantaaabkan. Sembari lirik-lirk jodoh, waktu jadi tak sia-sia

11. Bisa jadi ini hikmah yg bisa dipetik. Mungkin Allah tunda jodoh. Sebab saat akhlak belum siap, keluarga yg dibangun bisa masalah nanti

12. Mumpung masih jomblo, kita sepakat perkuat tauhid, iman, akhlak dan karakter. Saat jomblo berakhlak wafat, khusnul atau su’ul khatimah?

13. Saat tak sujud, seluruh waktu bukan hanya sia-sia. Tapi semua jadi mudharat. Jika punya kebaikan, balasannya ditunai di dunia

14. Hati-hati jangan sampai Allah ridho dalam murka-Nya, istidraj. Semua kebaikan dibalas di dunia. Di akherat tiada kebaikan sebiji sawipun

15. Al Ashr ingatkan. Demi masa. Manusia dalam keadaan rugi. Kecuali yg beriman, berbuat baik, saling menasihati dlm kebenaran dan kesabaran

16. Pesan Rasulullah SAW: “Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara”. Ke-1 untuk apa waktu mudamu sebelum tuamu | #TugasJomblo | #CharacterBuilding

17. Ke-2 waktu sehat sebelum sakit. Ke-3 waktu luang sebelum sempit. Ke-4 waktu kaya sebelum miskin. ke-5 waktu hidup sebelum mati

18. Orang bijak menambahkan: “Waktu kuat sebelum lemah. Waktu menjabat sebelum pensiun. Waktu aman sebelum terancam” | #TugasJomblo

19. Nah harusnya mereka yg jomblo punya motto: “Gunakan waktu jomblo sebelum nikahmu”. Bukan macem-macem. Mantabkan tauhid dan akhlak

20. Nah hati-hati. Usai ijab Kabul, tak ada yang hanya dengan doa, tiba-tiba keluarga bisa “sakinah mawaddah warrahmah” dengan sendirinya

21. Apa beda mengajar dan mendidik? Mengajar itu transfer pengetahuan. Seperti hitung miliaran, bisa dilakukan tanpa pegang uangnya

22. Mendidik itu latihan berakhlak, karakter. Yg pertama beradab/akhlak siapa? Pendidik. Pendidik tak berakhlak, gbgana bisa didik keluarga

23. Mengajar itu knowledge/pengetahuan. Mendidik itu karakter/akhlak. Knowledge is power. But character is more | #TugasJomblo

24. Maka siapapun yg menanam Tauhid, insyaa Allah ahlak jadi baik. Siapa yg perilakunya berkarakter, dia tak akan lakukan kerusakan

25. Perilaku korupsi, karena dia tak bisa jujur. Orang curang, tak yakin Allah ada. Jika percaya, dia fasik. Jadi rusak Tauhidnya

26. Maka Tauhid dan akhlak, memang harus diajarkan sejak dini. Dini ini bukan hanya cuma dalam konteks waktu masih kecil/anak-anak

27. Sebab ada juga yang beriman setelah dewasa. Nah begitu tersadar, segera mantabkan Tauhidnya. Jangan ujug-ujug kenalkan syariah

28. Syariah itu adalah pengetahuan. Bagaimana transaksi bagi hasil, misalnya. Tapi tanpa Tauhid dan akhlak, ilmu syariah hanya jadi pajangan

29. Jika tak jadi pajangan, tanpa akhlak yg baik, ilmu syariahnya tetap jerumuskan. Dia jadi sombong karena merasa “ahli ekonomi syariah”

30. Orang yg banyak uangnya, bisa ditaruh semua di bank syariah. Tapi tanpa akhlak, niat bagi hasilnya hanya utk diri sendiri

31. Artinya dia paham bagi hasil, tapi dia tetap tak bisa atasi rasa egois dan tamaknya. Dia ingin nikmati semua rezekinya sendirian

32. Banyak orang shalat, tapi korupsinya jalan terus. Ini namanya STMJ. “Shalat Terus Mencuri Jalan” | #TugasJomblo | #CharacterBuilding

33. Siapa yg Tauhidnya belum dibenahi. Lalu cuma diajari syariah, dia bisa terjebak. Yg diketahui hanyalah kekeliruan orang lain

34. Saat orang lain curang, dia balas dg lebih curang. Yg tak pakai jilbab, disindirnya. Dia merasa dirinya seolah lebih suci dan lebih baik

35. Pengetahuan tanpa akhlak, rusak. Akhlak tanpa pengetahuan, pincang. Pengetahuan berbasis akhlak, namanya “sudah gaharu cendana pula”

36. Mendidik diri itu perjuangan tanpa henti. Padahal cuma berjuang atasi diri sendiri. Saat berkeluarga, dia musti didik keluarga. Kompleks

37. Maka mumpung masih jomblo, saatnya perbaiki tauhid, akhlak dan karakter. Saat ini dilakukan, siapa tahu Allah mudahkan jodoh. Semoga!

Jumat, 21 November 2014

Obyektif vs Subyektif >>. By Erie Sudewo

1. Suami isteri yang bekerja mesti proporsional. Maksudnya tak usah terlalu “kantor maniac”. Sebab apa yakin kantor serius perhatikan kita?

2. Ada contoh pilu. RUPS tak lagi pilih dirut lama. Saat dirut ybs tinggalkan kantor, dia dicegat. Hanya untuk menahan mobil dinasnya

3. Itu mobil kantor, jelas. Tapi sikap seperti itu, tentu tak etis pada orang yang berjasa juga besarkan perusahaan. Anda tahu itu dimana?

4. Itu di perbankan syariah. Jika yang namanya syariah saja bersikap demikian, logikanya bagamana lagi dengan yang tak kenal syariah

5. Karyawan bisa datangkan uang karyawan disayang. Tak bisa datangkan uang atau tak lagi menjabat, karyawan ditendang

6. Saat kita tak lagi di kantor, banyak yg siap gantikan. Saat kita tak di rumah, adakah yg siap gantikan atau apakah kita siap digantikan?

7. Rumah tak terawat, biasanya jadi kotor dan berantakan. Tapi mudah bersihkannya. Siapkan upah, banyak orang mau bersihkan

8. Tapi rumah tangga yang “setengah hati” dirawat, mudahkah dibenahi? Kecuali oleh suami isteri ybs, nyaris tak satupun orang lain bisa

9. Sekali lagi. Banyak orang yg siap diupah bersihkan rumah kotor. Tapi hampir tak ada yg mau terlibat beresi kemelut rumah tangga orang

10. Bisa jadi suami isteri ybs, justru lari dari kemelut rumah tangganya. Tenggelamkan diri di kantor. Larut malam baru tiba di rumah

11. Puluhan tahun suami isteri kejar karir. Sayangnya keluarga terlupakan. Rumah tangga yang begitu indah pun redup. Tak ada kesan

12. Karena tak beri makna, suami isteri yg super sibuk akhirnya tempatkan keluarga malah jadi beban. Menghambat karir yang terus memuncak

13. Akhirnya sadar atau tidak, keluarga memang tak lagi penting dalam kehidupan. Seperti di laptop, tuts “delete” keluarga siap ditekan

14. Karir dan keluarga mesti dirawat. Caranya mesti diseimbangkan. Mati-matian berkarir, keluarga terancam. Pilih keluarga, karir selamat

15. Setidaknya karir suami masih bisa terus menanjak. Sedang karir isteri tetap selamat, meski tak lagi harus melejit spt sebelumnya

16. Rumah tangga tak dirawat, fungsinya sungguh-sungguh hanya jadi tempat rehat sejenak. Seperti tidur di hotel, kebendaan saja. That’s all

17. Di sisi lain, lebih banyak lagi suami isteri bekerja yg masih butuh keluarga. Cuma itu dia, musti dirawat dg lebih berhati-hati

18. Soal anak, diskusi mereka selalu keluhan penjagaannya. Tapi toh isteri tetap disuruh bekerja. Atau isteri sendiri yang pilih bekerja

19. Soal PRT, lagi-lagi hanya sampai di keluhan. Akhirnya daripada tak ada yg urus rumah, siapapun yg jadi PRT diterima. Rumah jadi rawan

20. Aneh. Di kantor, suami isteri tak sembarang terima karyawan. Kualifikasi ketat. Di rumah, apa ada kualifikasi terima PRT?

21. Karena sibuk, kriteria jadi PRT dinomorsekiankan. Dengan harapan dan doa, semoga PRT yg terakhir ini bisa lebih baik. “Nir” jaminan

22. Di kantor, suami isteri dapat layanan baik. SOP-nya jelas. Exellent services. Memang ini yang mereka usung demi perusahaan

23. Di rumah, kondisi berbeda. SOP rumah tangga adalah kasih sayang. Sesulit apapun, tetap harus kedepankan sabar dan mengalah

24. Di kantor, perusahaan bisa bangkrut terapkan sabar dan mengalah. Di rumah, keluarga bisa berantakan terapkan SOP obyektif

25. Di perusahaan, pemilihan direktur ditentukan ketat oleh RUPS. Di rumah, pilih pasangan hidup, sebagian berdasar “rasa hati”

26. Di kantor obyektif jadi komando. Di rumah subyektif pegang kendali. Saat direktur melenceng, pecat. Di rumah, leluasa KO pasangan hidup?

27. Terkadang suami tak senang isteri tak beri layanan baik. Nah bagaimana mau baik, isteri pun pulang juga sudah sama-sama letih

28. Isteri pun terkadang tak terima protes suami. Pikir isteri: “Ini suami paham gak sih. Aku kan baru pulang. Sama-sama lelah, aaah!”

29. Dalam bandingkan kantor dan rumah, bijak ingat pepatah lama: “Lain lubuk lain ikannya. Lain padang lain belalang ”

30. Artinya kantor punya logika sendiri. Sedang rumah pun nuansa sendiri, tak bisa disamakan spt kantor. Ada sama dan bedanya

31. Persamaannya mungkin banyak. Aturan rumah bisa dibuat seperti kantor. Memilih pasangan hidup pun bisa seketat rekrut direktur kantor

32. Inti beda, terutama di balik “how to”-nya. Di kantor, obyektif tak kompromis. Di rumah, subyektif dg kasih sayang. Ini “jiwanya”

33. Begitulah dinamika keluarga. Yang baik, perkuat. Yang salah niat, luruskan. Yang masalah, kembali sujud. Tak ada yang tak punya soal

34. Hidup ini adalah persoalan. Dengan sujud, 'ladang-ladang' jadi sebab  #CharacterBuilding

35. Saat meranggas, sabarlah, ihtiar, dan berdoa. Saat subur, bersyukurlah. Terus berbenah menjadi lebih baik

36. Selagi hayat masih dikandung badan, jangan putus rahmat. Ya Allah, limpahkan hidayah rahmat-Mu.

Rabu, 19 November 2014

Uang Bukan Segalanya. >> by Erie Sudewo

1. Suami isteri bekerja tentu punya hal positif negatif. Yang semua itu, awalnya kembali pada niat. Maka musti clear apa niatnya?

2. Yang tanpa niat seperti apa? Misalnya isteri diputuskan bekerja hanya karena ada peluang, Atau daripada tak ada kegiatan

3. Daripada tiada kegiatan, ini menguak kondisi kebanyakan keluarga kini. Niat berkeluarga bukan untuk sujud berjamaah dan bangun peradaban

4. Hari ini banyak yang menikah dengan alasan sederhana. Misal: sudah dewasa, daripada terjerumus, sudah bekerja dan lanjutkan tradisi

5. Tak bisa dipungkiri, suami isteri bekerja lebih didorong karena motif penghasilan. Dengan uang diharap kebutuhan keluarga aman

6. Suami isteri bekerja bisa jadikan keluarga kaya. Tapi uang tak bisa beli keselamatan, ketenangan dan kebahagiaan | #UangBukanSegalanya

7. Uang bisa beli dan perhebat tampilan rumah. Tapi uang tak bisa selamatkan, tenangkan dan bahagiakan rumah tangga | #UangBukanSegalanya

8. Tak percaya? Coba simak. Uang memang bisa beli rumah mewah. Tapi uang tak bisa membeli rumah tangga | #UangBukanSegalanya

9. Uang bisa beli tempat tidur yang empuk nan lembut. Tapi uang tak bisa beli nyenyak dan indahnya mimpi kala tidur | #UangBukanSegalanya

10. Dengan uang mereka bisa beli TV dan radio tercanggih. Tapi mereka tak bisa beli kesenangan sesungguhnya. Yang ada sekadar hiburan

11. Dengan uang mereka bisa beli obat untuk anggota keluarga yang sakit. Tapi mereka tak akan pernah bisa beli yang namanya sehat

12. Dengan uang mereka bisa ubah rumah jadi tempat tinggal idaman. Tapi mereka tak bisa beli ketentraman | #UangBukanSegalanya

13. Uang bisa dipakai beli semua fasilitas rumah untuk senangkan hati. Tapi ternyata uang tak bisa beli kenyamanan

14. Uang bisa beli sajadah dan bangun mushollah apik di rumah. Tapi uang tak bisa beli khusyu', apalagi Surga | #UangBukanSegalanya

15. Dengan uang mereka bisa bayar satpam dan penjagaan super ketat. Tapi mereka tetap tak bisa beli ketenangan hidup | #UangBukanSegalanya

16. Uang bisa beli “kepatuhan satpam”. Tapi tak bisa beli “loyaitas satpam” | #UangBukanSegalanya | #CharacterBuilding

17. Jika ada masalah, suami isteri yang kaya bisa beli hukum. Tapi mereka tak bisa beli “keadilan dan kebenaran” | #UangBukanSegalanya

18. Uang bisa beli “kedok wajah”. Tapi uang tak bisa beli “wajah sesungguhnya” | #UangBukanSegalanya  | #CharacterBuilding

19. Uang bisa poles wajah jadi cantik nan manis. Tapi uang tak bisa beli akhlak, karakter, atau perilaku yang baik | #UangBukanSegalanya

20. Uang bisa beli tubuh siapapun. Tapi sumpah uang tak bisa dan pasti gagal ketika beli cinta | #UangBukanSegalanya | #CharacterBuilding

21. Uang bisa membeli dan membiayai transplantasi hati. Tapi uang tak bisa membeli hati nurani | #UangBukanSegalanya | #CharacterBuilding

22. Uang bisa beli segala macam bahan makanan. Tapi uang tak bisa beli kehidupan | #UangBukanSegalanya | #CharacterBuilding

23. Uang bisa beli sekolah terbaik untuk anak-anak. Tapi uang tak bisa beli masa depan anak-anak | #UangBukanSegalanya | #CharacterBuilding

24. Uang hanya bisa beli jasad atau phisik. Tapi uang selamanya tak akan pernah bisa beli jiwani | #UangBukanSegalanya | #CharacterBuilding

25. Maka sadarkah hai para pemburu uang. Uang hanya bisa jadikan kita kaya atau miskin. Tapi uang tak bisa beli selamat dan bahagia

26. Nah suami isteri yang bekerja, renungkanlah. Jika mengejar karir, posisi, uang dan popularitas, untuk apa mesti berkeluarga.

27. Sebab keluarga pasti jadi penghambat karir. Tak ada anak-anak yang rela keluarganya dihancurkan ibu bapak yang ambisius kejar karir

28. Suami isteri musti belajar arif bijaksana. Membangun “rumah tinggal” beda dengan membangun “rumah tangga” | #UangBukanSegalanya

29. Banyak developer bisa bangun rumah hunian yang indah. Tapi tanyakan: “Mudahkah membangun satu saja rumah tangga yang harmoni?”

30. Banyak juga orang yang ahli “financial planning”. Tapi hampir tak terdengar ada orang yang klaim dirinya ahli “family planning”

31. Di tangan ibu bapak yang bijak, uang bisa dipakai memoles rumah indah memikat. Juga bisa dipakai perkuat harmonisasi rumah tangga

32. Tak salah suami isteri bekerja. Tapi kini silakan bertanya: “Haruskah utamakan karir ketimbang keluarga?”
#UangBukanSegalanya