Rabu, 17 Mei 2017

Maaf Umroh Kami Mahal #1


By. ReZha Rendy

Alhamdulillah..
Kemarin saya dan 175 jamaah PPA Tour and Training baru kembali dari tanah suci setelah umroh bareng juga sama mas Saptuari Sugiharto, Tri Widayanti, Setiyono Tiyo dan mas Aditya Nugroho.

Tiba-tiba ada japri dari gurunda Rendy Saputra..
"Assalamu'alaikum wr.wb afwan ana langsung japri anta sekalian klarifikasi sistem PPA bagaimana karena ana mau menyiapkan naskah tentang meledaknya ***** travel umroh murah. Kasihan kalau umat jadi  putus asa dengan orang sholih." ujarnya.

Masyaallah..
Mulianya dirimu kang sampai mikir kesana walau banyak orang yang terkadang tidak sejalan dan mengcounter balik.

Maaf saya ndak akan menyebut merek karena mereka adalah Saudara kita yang Allah tengah uji.. Siapapun bisa diuji dan kapanpun itu.

Sekalian saya menghimbau kepada siapapun terutama alumni PPA dan Sahabat Baitullah agar tidak JUALAN diatas penderitaan orang lain! Ngga berkah!

Kabar tentang masalah ***** travel juga sudah lama kami dengar dari agent besarnya. Kami malah berencana untuk mereka..

"Kawan2 direksi PPA.. Kira-kira kita bisa bantu apa ya?"
"Sebaiknya saat ini bantu doa mas.. Dan menjaga nama baiknya. Seeprtinya itu langkah tepat yang diambil PPA saat ini karena kita masih baru mas.. Belum mampu mengangkatnya."

Maka Kang Rendy Saputra meminta saya untuk menjelaskan bagaimana sistem PPA Tour and Training agar tidak kena fitnah juga..

Baik..
Bismillah..

Saya bagi sampai 2 part karena membahas PPA sampai kepada Travelnya itu tidak bisa diambil langsung dari ujung namun dari awal.

Membahas Umroh PPA tidak bisa terlepas dari training yang diselenggarakan oleh kami PPA Institute agar pemahaman kita sama.. dimana alhamdulillah dalam 2 tahun Allah sudah titipkan :
- Lebih dari 550 angkatan (6.600 jam terbang)
- Lebih dari 9000 alumni
- Ribuan testimoni keajaiban :
1. Hutang Milyaran LUNAS
2. Sakit parah sembuh
3. Bisnis melejit
4. Keluarga bahagia
5. Mendapatkan keturunan
6. Dll
- 9 Rumah Tahfidz
- 70 kota aktif se-Indonesia
- Diliput berbagai media, dll

Mengapa bisa demikian?

Karena yang kami bahas di kelas adalah ilmu Tauhid Aplikatif yang bisa digunakan disegala aspek kehidupan dengan izin Allah. Lengkapnya silahkan buka di www.polapertolonganAllah.com.

Nah alumni-alumni kami bilang..
"Mas PPA adakan lah umroh yang rasa PPA.."

Akhirnya kami mengadakan umroh PPA yang dalam 3x perjalanan bekerjasama dengan travel lain. Efeknya kita ndak bisa setting program rasa PPA tadi.. Sampai akhirnya kami sepakat untuk tidak lagi mengadakan umroh sampai Allah berkehendak lain.

Singkat cerita ada sepasang peserta PPA bernama pak Munawar dan bu Yanni Munawar yang saat itu tengah diuji hutang 3 Milyar dan Allah kehendaki selesai dalam waktu 3 bulan bahkan dipercaya oleh perusahaan besar di haramain menjadi orang kepercayaannya di Indonesia (cerita lengkapnya bisa langsung akses FB beliau atau baca buku Go-Rezekinya atau buku PPA nanti judulnya "Me Time").

Bahkan beliau dianugrahi kemudahan-kemudahan dan kemudian bilang..
"Mas saya mau wakafkan harta dan diri saya untuk mendirikan PPA Tour and Training"

Masyaallah..
Disanalah mulai kebaikan-kebaikan Allah bukakan dimulai dari perencanaan konsep PPA Tour yang dibicarakan di Mekkah oleh direktur PPA Kang Helmy, pak Munawar dan Manager msrketing Hotel Pullman zam2.

Kami ingin menghadirkan umroh yang bukan sekedar umroh namun dengan kualitas terbaik, harga terjangkau dan program yang mentransformasi diri.

Sebelum berangkat kami ingin jamaah menunggu di lounge VIP atau Ballroom hotel untuk kemudian terbang menggunakan Emirates.
Untuk Hotel Mekkah menggunakan Pullman Zamzam atau setara sedangkan hotel Madinah menggunakan Al Haram atau setara.

Bahkan mas Sonny Abi Kim membuatkan modeling umroh khas PPA sehingga umroh ini semakin sempurna dalam programnya dengan disertai receiver untuk membantu penyampaian materi training PPA.

Kami memang tidak ada niat punya travel atau ingin berbisnis umroh.. Kami hanya ingin menjadi sahabat dalam #MenemaniPerjalananCintaPadaNya detailnya bisa hubungi kami di 0812-2721-0399

Namun didapatlah kendala bahwa penyajian umroh demikian membutuhkan biaya tinggi yaitu 32 juta. Makanya maaf umroh kami termasuk MAHAL.

Bagaimana cerita selanjutnya sehingga kami bisa menyajikan umroh sampai harga paling rendah 15,5 jt sd 29 jt??

Bahkan dijamu langsung syaikh Sudasi

Dibahas di part 2 yah.. 😀

Total Sedekah #2

Sebelumnya saya sampaikan terima kasih buat Ustad Amang Syarifudin, Lc yang membuat saya semakin paham terhadap konsep sedekah yang menjadi bagian dari penguatan iman. Beliau bilangnya, "exercise of Iman" adalah sedekah.

Emang beneran. Di Al Baqarah ayat 1 sampai 3 kalau dirunut sampai ayat 3 yang akhir, buah dari iman kepada yang gaib adalah mau sholat dan mau infaq alias sedekah. Ini maksudnya gimana ya?
Gini, sholat kan waktunya tertentu. Pasti berbenturan dengan apa yang kita mau. Kalau kita pilih sholat, mau sholat, sungguh-sungguh tepat waktu, maka berarti kita utamakan Allah selalu.

Enak-enak tidur pagi ada sholat subuh. Enak-enak makan siang, ada sholat dhuhur. Enak-enak istirahat sore, ngaso sore, ada sholat ashar. Enak-enak jalan petang, ada sholat maghrib. Dan enak-enak bercengkrama malam, ada sholat isya.
Coba kita ngalah, mendulukan sholat, maka itulah buah iman, lulus imannya, dan bukti iman kepada yang gaib beneran, termasuk iman dan percaya penuh ke Allah, ke malaikat, ke akherat dan semua dalam rukun iman yang enam itu. Itulah ujiannya.

Dan tidak hari ini aja, tetapi setiap hari. Ya, besok lagi, lagi, dan lagi sampai kita mati. Bahkan waktu yang Allah beri ini adalah ujian buat kita, apakah untuk mengabdi dengan sholat tepat waktu, atau apakah kita malah lalai atau bahkan mendustakan kewajiban sholat dengan meninggalkannya begitu saja. Nauzubillah.

Jadi sampai mati, selama Allah beri kita waktu, ujian iman akan selalu menghadang dan semoga Allah kuatkan keputusan-keputusan untuk mendahulukan sholat, mengutamakan sholat, mengerjakan sholat, apapun keperluan kita. Pokoknya sholat itu utama dan pertama. Insyaallah itu adalah pertanda iman yang sempurna.

Nah, selanjutnya yang ada hubungannya dengan Total Sedekah. Terkait harta, benda, uang, kekayaan yang kita miliki. Sanggup nggak kita bisa sedekah, baik di waktu lapang ataupun sempit. Baik di waktu banyak uang atau lagi uang sedikit-sedikitnya. Ya, itu ujiannya.
Saat Ustad Amang cerita ini, langsung beliau suruh untuk "exercise iman" dengan langsung infaq di depan beliau. Saat itu beliau memotivasi, namun tidak ada yang berdiri dan menaruh uang untuk memulai sedekah. Namun begitulah, iman itu perlu diuji, iman itu perlu nyali.

Walaupun tidak ada yang maju untuk sedekah di depan, tapi kata-kata beliau menghujam dan menusuk dalam-dalam di hati. Buktinya?
Setelah acara itu, di dalamnya ada lima kelompok kecil mengaji. Dari lima kelompok ngaji itu masing-masing terdiri dari dua puluhan orang dengan diberi nama  kelompok seperti nama-nama sahabat Nabi. Ada Abu Bakar As Siddiq, ada Umar bin Khattab, ada Usman bin Affan, ada Ali bin Abi Thalib, dan ada Abdurahman bin Auf.

Nah, setelah pengajian ustad Amang, kita semua bermalam di Masjid Universitas Indonesia. Dan untuk Mabit (bermalam) ini pasti butuh dana. Mulai dari konsumsi, ngundang ustad untuk transportasi, sarapan pagi, perlengkapan lain seperti sewa LCD dan sebagainya. Dan kita biasakan, bikin acara ya dari kantong sendiri, nggak ada tuh sponsorship, nggak ada tuh sumbangan dari luar. Adanya, dari kita, oleh kita dan untuk kita. Itulah semangat kemandirian.

Nah, setelah selesai ngaji, pagi harinya semua pada berinfaq sesuai kelompoknya. Nah, saya merasa sahabat-sahabat Nabi itu hidup kembali. Walaupun dalam sebatas nama. Kita report dan rekap bagaimana masing-masing kelompok ngaji pada berinfaq.
Awalnya masing-masing total sedekah setiap kelompok ngaji sekitar 300ribuan. Baik dari Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dan Auf. Namun terjadilah perlombaan banyak-banyakan sedekah. Ya, banyak-banyakan Total Sedekah. Mulai dari Abu Bakar yang mulai duluan dengan nambah sedekah 300ribu. Karena disitu anggota pengajiannya banyak yang kaya, bahkan ada yang per bulan gaji sudah mencapai 60 juta. Sehingga Abu Bakar menang jadi 600ribu.

Namun Umar tak mau kalah, ada salah satu anggota ngajinya yang kerja di Peruri, BUMN yang cetak uang, bikin ulah, langsung sedekah 600ribu. Jadilah Umar menang dan memimpin. Hehe... kebetulan saya ikut ngaji juga dan berada di Umar.

Namun dasar Abu Bakar yang selalu pengen menang, udah deh dia nambah lagi sedekah sehingga totalnya lebih dari 100ribu dari perolehan Umar. Abu Bakar menang.

Tak berhenti di situ. Tiba-tiba Auf nambah nyumbang sampai hitungan 2 juta lebih. Abu Bakar tak mau kalah, nambah nyumbang lagi sehingga lebih besar. Umar geram dan langsung nambah 500ribu, nambah lagi 600ribu, bahkan tadi yang kerja di Peruri langsung nyumbang di angka yang membuat semua kalah telak. Plus sebagai penutup, ditambah lagi ah 200ribu dari binaan saya.

Alhamdulillah Umar akhirnya menang. Ternyata oh ternyata, spirit ini melebar dan menjalar sampai ke Usman yang juga menyumbang sampai di angka 2juta. Walau tidak menang, tapi sudah bertambah besar.
Itulah Total Sedekah yang kami sudah contohkan. Kami ingin seperti Abu Bakar, seperti Umar, Usman, Ali dan bahkan Auf. Kalau sudah sedekah sudah tidak perhitungan lagi, sudah tidak hitung-hitungan lagi. Karena Allah yang kami cari, karena iman yang sudah paham dalam dada kami.

Bahkan terkait infaq ini, di surat Al Baqarah ayat tiga sudah disebutkan lebih dulu, bahwa semua harta yang kita miliki itu Allah yang beri, Allah yang kasih, Allah yang karuniakan jadi rezeki kami. Baru setelah Allah camkan ini, kalau memang kita bertakwa, beriman, dan percaya yang gaib, maka kita berani infaqkan, berani sedekahkan.

Dan semua itu akan Allah balas kembali. Karena itulah sebenar-benar takwa. Sedekah untuk Allah dan berharap Allah balas kembali. Baik Allah kasih pahala, surga atau rezeki. Alhamdulillah sekali.

Di ayat selanjutnya, kita diminta lebih yakin lagi bahwa ada Al Qur'an yang penuh kebenaran dan ada akhirat yang bener-bener akan kita rasakan. Siapa yang sudah mempersiapkan dengan baik dengan segala amalan di dunia, maka di akherat, semua akan Allah balaskan sepenuhnya, seadilnya, dan sepadan. Dan itulah tujuan kita, terminal akhir kehidupan kita.

Kalau sholat sudah dijaga, kalau infaq sudah biasa, insyaallah kita sudah berada di jalan yang lurus, yang tidak tergoyahkan. Di jalan yang isinya adalah orang-orang yang beruntung, orang yang sukses, orang yang menang dan orang yang bahagia.

Nah, kalau sholat itu harian, bisa nggak kita sedekah juga harian? Berapa apa aja? Terserah. Yang penting istiqomah. Ingat, baik di waktu lapang atau ada kemandegan, tetaplah sedekah.

Guru saya, murobbi saya, sudah mencontohkan, menteladankan, sehari 200ribu. Persisten, konsisten. Beliau rutin harian sedekah ke Baitul Qur'an, sebuah pesantren yatim dan dhuafa yang khusus untuk menghafal Qur'an. Dan Alhamdulillah berkah selalu rezekinya.

Saya ingin mencontohnya. Walau mulai 2ribu sehari. Kalau sebulan sudah bisa, naik lagi dong, 5ribu, bahkan 10ribu, 20ribu, atau 50ribu yang sekarang sudah saya lakukan. Yang penting harus harian.
Nah, di Total Sedekah ini bukan sedekah yang sesekali, tapi berkali-kali, setiap hari. Supaya kita dimasukkan Allah di hambaNya yang bertakwa, beriman, yang percaya dan iman. Yang gaib dia bener-bener yakin, yang sholat diutamakan dan dipertamakan. Dan infaq atau sedekah juga sama. Sudah biasa dan setiap harinya ada alokasinya.
Anda???
Yuk mulai sedekah harian....

Total Sedekah #1


Kenapa masih dibahas? Khan ada ustad sedekah, Ustad Yusuf Mansur. Ada lagi Mas Ippho dengan sedekah ekstrim. Dan ada lagi di training Pola Pertolongan Allah, Mas Reza Rendi dengan Batas Getar Atas (BGA) yang intinya sama, sedekah besar-besaran.
Beli dengan amal, salah satunya sedekah. Banyak ayat di Al Qur'an juga sama, menganjurkan dan menyuruh sedekah. Lha terus gimana?

Hehe...apakah kita sudah melakukannya? Sedekah terbaik apa yang pernah kita lakukan? Berapa kali? Atau hanya sesekali? Ulangi lagi dan lagi...

Karena ayat di Qur'an juga berkali-kali menganjurkan ini. Nggak hanya harta, bahkan sampai jiwa. Wah... Iya bahkan sampai kesana....

Di Total Sedekah ini, saya harapkan dan doakan semoga Allah pahamkan untuk kita terbiasa sedekah dan sesekali sedekah yang luar biasa. Bukankan Nabi suka ibadah yang istiqomah?

Ada temen saya yang disakunya selalu bawa recehan. Ternyata setiap ketemu pengemis, pengamen atau orang yang minta-minta, selalu dikasihnya. Tidak menggerutu, mengumpat, atau menyalahkan. Tapi memberi. Iklas begitu aja. Ya, kalau memberi karena Allah, maka jangan sampai berhenti karena manusia.
Ada lagi temen yang sudah siapin uang 2 ribu sebanyak 30 lembar. Total 60 ribu. Setiap hari, sedekah 2 ribu tuh di Masjid. Biar sedekah harian gitu. Alhamdulillah kata dia, itu melatih mental kaya. Bukankah Allah Maha Kaya?

Ada lagi yang pas sebulan full Ramadhan, sedekah satu dus Aqua per hari. Biar jadi pahala juga buat yang buka puasa disana, minum, haus dan jadi seger kembali. Brrr.....

Bahkan di buku perdana saya, Pengusaha Tangguh juga ada anjuran bagaimana harus sedekah nasi bungkus setiap hari terus-menerus hingga sekian hari itu. Insyaallah target Omset akan penuh seperti yang diajarkan salah satu guru Enterpreneur disitu.

Sedekah adalah bahasa lain iman dalam hal harta. Makanya kalau mau melakukan exercise of Iman, ujian keimanan, salah satu caranya adalah bersedekah. Yakin nggak Allah akan balas puluhan kali, ikhlas nggak kita keluarkan harta yang sudah Allah kasih, mau enggak melakukannya lagi dan lagi.

Seperti Abu Bakar, sahabat Nabi yang utama dan pertama. Karena beliau menjadi Khalifah (pemimpin) setelah Nabi tiada. Bagaimana Abu Bakar kalau sedekah sudah tidak hitung-hitungan lagi. Sama Allah dan Rasul, imannya sudah yakin sekali.

Apakah hartanya makin berkurang dan tergerus begitu saja? Apakah kemudian dia jadi terlunta-lunta? Apakah setelah habis sedekah, Allah tinggalkan begitu saja? Tidak ternyata. Imannya terus bertambah dan makin sempurna.

Allahlah yang kasih rezeki dan kalau kita sedekah seakan kita kembalikan lagi ke Allah. Allah Maha Membalas dan Mensyukuri. Ada pahala, ada balasan sedekah, ada ketenangan jiwa, ada surga, ada perasaan hidup merdeka tidak diperbudak harta, dan itulah sebagian yang akan dirasakan oleh diri kita yang bersedekah.

Ada cerita seorang shaleh dan menguji keimanannya dia. Allah janji dalam kitab suci bahwa semua makhluk yang melata, Allah jamin rezekinya. Termasuk di dalamnya manusia.

Kemudian orang shaleh ini pergi menjauh dari kerumunan manusia. Dia ke sebuah gua yang susah dijangkau orang dan masuk pelosok. Untuk kesana perjalanan susah dan terjal. Dia akhirnya masuk dalam gua, masih masuk terus hingga gelap gulita dan menurut perkiraannya susah orang akan mencapainya.
Orang shaleh ini juga mikir, kalau memang dijamin rezekinya, apakah Allah bisa memberinya saat orang ini sudah merasa tak terjangkau manusia?

Tidak membawa bekal makanan dan minuman, itulah yang dilakukan. Karena memang ingin uji keimanan terhadap ayat yang berbunyi tentang Allah yang menjamin rezeki ciptaan-Nya.

Akhirnya orang sholeh ini duduk bersila, bertapa dan akhirnya berlalu menit, jam, waktu dan mulai kerasa mulai kehausan, kelaparan, tapi orang shaleh ini diam aja dan terus dzikir mengingat Allah.

Dalam kondisi gelap, orang shaleh ini yakin bahwa rezeki pasti Allah kasih sendiri, datang sendiri karena Allah jamin ini. Akhirnya hari berganti...

Tiba-tiba keajaiban terjadi. Ada serombongan orang yang tiba-tiba berkunjung ke gua. Dan terus masuk ke dalam dalam kegelapan. Terus masuk sampai ketemu ini manusia.

Mereka takut, apakah ini orang atau jin. Sampai akhirnya mereka memastikan bahwa ini manusia beneran. Ditanya, disapa, dan diajak bicara, orang sholeh ini diam saja. Sampai rombongan orang ini tahu dari penampilan kalau manusia aneh di gua ini sepertinya kelaparan dan kehausan.

Rombongan ini tawari makanan. Tapi diem aja jawabannya. "Ayo makan," tapi tak ada jawaban. Sampai mereka akhirnya geram dan melakukan tindakan lebih.

Akhirnya sampai mereka suapin sendiri tuh orang, masukan makanan dan paksa minum ke orang yang ditemui ini.

Orang shaleh ini kemudian tertawa dan bener-bener gembira. Karena apa? Memang janji Allah itu bener adanya. Janji Allah betul sekali. Janji Allah bener-bener terjadi.

Mau coba?

Saya dan mahasiswa-mahasiswi saya sudah pernah mencoba mempraktekkan hal seperti  itu. Bukan di gua, tapi di kota besar. Jadi tidak harus ke gua. Apa yang ada di tabungan, di rekening, di saku, tidak dijamah. Saya dan mereka ada uang, tapi sengaja tidak dipergunakan untuk keperluan sehari-hari selama 40 hari ke depan. Lalu gimana?

Ya usaha, ya jualan, ya dagang, ya silaturahmi, ya negosiasi, ya ngobrol dan ya ngomong. Ternyata rezeki itu ada saja dan ada dimana-mana.

Kalau orang shaleh di cerita tadi adalah rezeki yang dijamin, pasti ada dan pasti datang sendiri. Maka yang kami lakukan adalah rezeki yang dicari dan insyaallah bisa lebih. Allah membalas apa yang kita usahakan. Baik di dunia dan akherat.

Gimana, berani mencoba????

Salam Joss

Minggu, 14 Mei 2017

Ust. Munawar talk

Rezeki sudah ada yang mengatur, tidak perlu tergiur dengan Rezeki yang di dapat orang lain,
Bisa jadi Rezekimu lebih besar dari perkiraanmu, hanya perlu ikhtiar dan yakin akan ketentuan-Nya.
Lalu, kenapa harus takut kehilangan Rezeki?, atau galau dengan Rezeki orang lain?!.
Itulah penyakit diri, yang Allah akan semakin tambahkan penyakitnya...

Ketika kita berpaling dari-Nya, maka semua potensi Rezekipun akan berpaling dari kita.....
Wajar saja, banyak yang bekerja keras tapi tdk maksimal bahkan tanpa hasil...
Sedangkan yang biasa2 saja mendapatkan hasil yang maksimal....

Kita terlalu khawatir dengan isi dompet kita, tapi lupa mengisi hati dengan Keimanan kepada-Nya
Rezeki mungkin bisa di dapat tapi belum tentu berkah....

Jadikan Rezeki yang kita miliki sebagai sarana mengapai Ridha-Nya...
Bukan berpura pura mengapai Ridha-Nya, hanya karena masalah perut dan isi dompet...

Yuk, Tebar manfaat dengan rezeki yang sudah Allah Amanahkan kepada kita..
Agar semakin berkah , manfaat dan berlipat....

#By Ustadz Munawa

BEGINI CARANYA.... Part-2

Sebelumnya di Part -1,
Saya menjelaskan bahwa masalah hidup kita yang menghimpit bukan karena masalah diluaran sana,  hakikatnya masalahnya ada di dalam diri kita,  kita punya masalah yang belum diselesaikan atau mungkin kita belum menyadarinya kalau itu ESENSI masalah sebenarnya,  yaitu MASALAH dengan SANG PENCIPTA....

So....,
INGIN MASALAH HIDUPMU CEPAT SELESAI ?,  maka...,
SEGERA SELESAIKAN MASALAHMU DENGAN RABMU, TUHAN SEMESTA ALAM....

Yang jadi pertanyaan adalah,  bagaimana cara menyelesaikan masalah kita dengan ALLAH..?.

Masalah dengan Allah,  tidak serta merta timbul begitu saja,  jikalau kita memegang Rambu2 yang Allah berikan kepada kita sebagai Hamba-Nya,  artinya ada Rambu2 yang kita langgar dan Allah Tidak Ridha akanya....

Lalu,Rambu2 apa saja yang membuat Allah tidak Ridha ?,  bahkan murka,  sehingga kita punya Masalah yang SERIUS dengan ALLAH,  Audzubillahi mindzalik....

Saya hanya akan bahas 2 Rambu INTI saja dari beberapa Rambu lainya,  karena kedua Rambu ini tidak boleh kita langgar dalam kondisi apapun,  kecuali kalau kita ingin mendapatkan "Masalah Besar"  dengan Allah,  silahkan saja,  tiada yang mampu menahan Murka-Nya.

RAMBU PERTAMA;  yaitu SHALAT
Shalat adalah syarat dan kewajiban seorang Muslim,  sebuah bentuk KETAATAN seorang Hamba kepada Khaliqnya,  tidak ada pengecualian siapapaun WAJIB Melaksanakan ya,  entah orang sakit atau sehat,  orang kaya atau miskin,  pejabat atau rakyat,seorang RAJA bahkan seorang RASUL ALLAH sekalipun...

Shalat adalah Jalur VIP seorang hamba untuk Komunikasi dwngan-Nya, Ruang melepaskan Rindu Hamba dengan Khaliq, Saluran Curhat Pribadi Hamba2 yang Fakir...

Dengan Shalatlah kita bisa terkoneksi dengan Pengusaha Jagat Raya beserta Isinya,  artinya kita2 yang Fakir Ilmu, Harta,Jabatan sangat membutuhkan WUJUD-NYA...

Hamba seperti apa kita ini,  apabila sampai mengakhirkan shalat bahkan melupakan shalat 5 waktu?!!...

Bagaimana ceritanya kita bisa GALAU,  bahkan STRESS berujung BUNUH DIRI kalau Rezeki kita tidak kunjung datang?, seolah Masalah itu sendiri yang Menghidupkan dan Mematikan kita,  Astagfirullah..... Ampuni kami Ya Rabb...

Wajar saja,  Masalah makin bertumpuk dan menghimpit,  Rezeki tidak kunjung datang,  seolah allah sudah melupakan keberadaan kita,  karena memang JELAS Penyebabnya !.

Kita sendirilah yang bikin Masalah dengan Allah,  seolah-olah ALLAH yang melupakan dan menjauhi kita, padahal kita sendirilah yang melupakan dan menjauhi Allah....

Sungguh kita ini Hamba yang tidak tau diri,  tdk bersyukur dan sudah SUUDZAN sama Allah, 

Maafkan kami Ya Rabb,  tidaklah pantas kami mendapatkan Syurga-Mu, bahkan dunia tempat kami berpijak sekalipun,  lalu dimanakah tempat kami yang LAYAK?,  sedangkan setiap jengkal alam semesta adalah MILIKMU...... (hiks...)
=====================================
RAMBU KEDUA ;  RIBA

Ya betul RIBA.....!

Karena MAHLUK HALUS inilah Hidup saya pernah HANCUR,  tengelam dalam "Gelombang Arus Kenistaan" , yang menyeret dalam Kegelapan tanpa Dasar.....

Sungguh mengerikan "Mahluk Halus" ini,  saking halusnya mampu menjerat orang2 berilmu dan berakal,  hanya KETAKWAAN & KETAATAN yang bisa membentengi diri kita dari halusnya godaanya....

Hamba berlindung dari segala Tipu Muslihatnya Ya Rabb,  Wahai Pemilik segala Kegaiban.....

Banyak sudah Umat Muhammad terjerat dalam muslihatnya,  saking halusnya Riba itu seperti UDARA yang kita hirup setiap harinya,  sulit kita bisa melihat Udara,  tapi hakikatnya NYATA bisa kita RASA....

Oleh sebab itu,  di dalam Al-Quran dijelaskan Allah dan Rasulnya terang2an MEMERANGI RIBA tanpa ampun.....

LOGIKA IMANNYA; ketika kita melakukan Perbuatan yang mengandung Riba,  tidak secara langsung yg kita sedang MEMERANGI ALAH,  yang jadi pertanyaan klo kita perang melawan Allah dan Rasul-Nya,  BISA MENANG TIDAK ??...

Bahkan dalam sebuah Hadist lain dikatakan saking bahwa Riba itu Dosa Besar dan "AIB" , di ibaratkan Riba itu Dosanya seperti Dosanya Seorang Anak yang "MENJINAHI" Orang Tua Kandungnya,  Kelakuan yang sangat2 MENJIJIKAN,  Seorang pembunuh,  Penjahat bahkan BINATANG pun tidak ada yang punya hati untuk melakukanya,  LALU..... SIAPA LITA INI YANG BERANI2NYA MELAKUKAN RIBA?!.

Coba Cek Hati kita dan seberapa besar Keimanan kita ,  klo kita tidak percaya Al-Quran dan Hadist yang mengatakan Riba itu Bahaya,  dan Haram harus di hindari,  lalu  Siapakah diri ini ??? , jawab sendiri dengan jujur....
=====================================

Kita Beribadah ; Shalat,  Beramal shaleh,  Berdoa dengan khusyu tapi sambil berperang melawan Allah dan Rasul-Nya, GAK SALAH?!!...Gak masuk Logika Iman sekalipun....

jadi RIBA itu bisa dijadikan INDIKATOR SHALAT kita sudah benar atau tidak,  bagaimana mungkin kita bisa SHALAT KHUSYU   tapi di saat yang sama kita BERPERANG melawan ALLAH dan RASULNYA dan MENJINAHI Orang Tua sendiri.....

Pantas saja  di dalam Ayat lainya dijelaskan Allah MENYUBURKAN SEDEKAH dan MENGHANCURKAN RIBA......

Tinggal pilih saja kawan.....
MAU SUBUR Rezekimu ?,  BERSEDEKAHLAH...
MAU HANCUR Hidupmu?,  RIBA aje....

Yuk AH,  PERBAIKI HUBUNGAN KITA DENGAN ALLAH,  MAKA HIDUPMU AKAN ADEM ,TENTREUM,  AYEUM.....

                              No Say Riba
                          You and Me "END"

Salam Keberkahan
#MunawarTalk

Pelajaran dari Selizar

*_Bismillahirrahmaanirrahiim_*

*_Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh_*

Terimakasih telah menyempatkan untuk hadir di sini 😊

*Hai, aku Seli. Aku adalah pelaku hijrah.*

*Hijrah* adalah suatu perbuatan yang tidak pernah aku duga sebelumnya akan aku lakukan.

Hingga kesadaran itu mulai tumbuh dalam diri dan aku yakin bahwa berubah menuju baik itu baik.

Aku tekadkan semua i'tikad baik ini untuk menjemput ridho Illahi.
Kualami beberapa tahapan dalam perubahan total ini. Hingga akhirnya aku menjulukinya, *aku hijrah!*

Siapa sangka, Sang Maha Esa menguji keikhlasanku dalam berhijrah.
Dia mengujiku dengan melatih kesabaranku. Layaknya anak sekolah yang ingin mendapat nilai A dari gurunya, ia harus belajar tekun dan menjalani ujian kemudian mendapat hasil seperti yang diharapkan.
Itupun berlaku bagiku sebagai seorang hamba.

Ujian keimanan, kesabaran, kepedihan, derai tangis tiada henti menghampiri. Hingga setiang tubuh ini hampir lemah tak berdaya bahkan memilih untuk menyerah.

Namun atas rahmat dan pertolongan-Nya, aku mampu bangkit. Membuktikan pada dunia bahwa diriku mampu bertahan dan melawan apapun halang rintang yang menghadang.

Hingga akhirnya, bertemulah aku dengan mentoring menulis online dari Inspirator Academy. Tumbuh kesadaran dalam diriku bahwa jadilah penulis untuk terapi diri demi ketenangan hati, dan jadikan pengalaman hijrah ini menjadi sesuatu yang bisa menginspirasi.

Benar saja, i'tikad dengan niat yang benar itu bisa diwujudkan dengan mudah. Buku pertamaku pun rilis di hari bahagiaku pada usia yang ke-22 tahun.
Aku berhasil mewujudkan deklarasiku. Aku jadikan itu sebagai bahan bakar untuk lebih semangat lagi dalam menebar kebaikan.

Seiring berjalannya waktu, Allah bukakan pintu baru untukku menebar kebaikan lebih luas lagi. Sejalan dengan terbitnya buku pertama yang berjudul *"My Hijrah My Adventure"* ini, mulailah beriringan orang-orang yang kehadirannya tidak diduga-duga mengundang si gadis berkacamata ini untuk mengisi acara, memberikan inspirasi kepada para kaula muda. Penghargaan demi penghargaan aku raih dengan cara yang tak disangka-sangka. Mulai dikenal orang dan banyak yang meminta untuk menjadi pembicara.
Sebuah keberkahan yang berlimpah.

Aku tak mengira akan sebesar ini efeknya. Mungkin bagi segelintir orang, ini belumlah seberapa. Tapi bagiku sendiri, ini sudah luar biasa. Rahmat Allah yang tak terhingga, menjadikanku wanita yang berbeda.
Tak apa aku berbeda, karena aku memang tak sama.

Hingga kini aku pun tak sadar bahwa *_hijrahku membawa profesi baru_*.

Jangan pernah berhenti mencari cahaya, karena segelap apapun dunia ini pastilah tetap ada cahaya walau hanya setitik.

Terkadang pertanyaan dalam hati kita, justru mematahkan keimanan kita. Yang akhirnya itu mendukung kita untuk menyerah.

*Kembalilah, meski diri berlumur dosa.*

Sistem PO

TERNYATA, Sistem PO (Pemesanan Barang dengan DP) itu HARAM.

Ada yang belum tahu?
Hukum jual beli dan arisan barang

Ada 4 kaedah dalam jual beli.
1. Membayar cash dan menerima barang saat itu juga. Halal.
2. Membayar cash di depan, barang terhutang. (Akad Salam) Halal dengan syarat.
3. Mengambil barang di depan, membayar kemudian (Hutang). Halal dengan syarat.
4. Membayarnya terhutang, barangnya pun menyusul / belum ada. (dua-duanya hutang). Seluruh ulama salaf sepakat HARAM.

Apa contohnya transaksi ke 4?
Sistem PO di mana pembeli membayarkan sebagian uang (DP) kepada penjual, di mana barang yang di PO kan belum siap jual. yang ini HARAM, karena akadnya hutang dengan hutang. Yang satu hutang uang, yang satu hutang barang.

Solusinya, Sekalian dibikin cash saja. Ada barang ada uang. PO nya hanya untuk pencatatan nama saja, sedangkan penjualan bisa ketika barang sudah ada, atau pakai akad salam, yakni dilunasi di depan.

Arisan berupa barang. Di mana orang yang mendapatkan arisan statusnya hutang, dan barangnya belum ada. Inipun haram karena hutang dengan hutang.

Solusinya dipisahkan akadnya. Arisannya arisan uang saja, diberikan berupa uang cash kepada yang mendapatkan di bulan itu, lalu buat akad jual beli antara yang mendapatkan arisan dengan EO arisan atau yang menjual barang yang diarisankan.

Kesimpulan dari kajian "RIBA DI SEKITAR KITA" oleh Ust Ammi Nur Baits. Pengarang buku ada apa dengan Riba.

Tulisan Niken Octaviani

Pernah ga wondering kenapa ada rumah emas yang disebut pijakan kaki nabi Ibrahim atau bahkan ada yang bilang maqom nabi Ibrahim. yang ada di sebelah kabah, di tempat yang disebut sebagai rumah Allah?

Kenapa bukan nabi Muhammad sebagai nabi terakhir penyempurna agama islam...

Pernah dengarkah cerita nabi Ibrahim dimimpikan untuk menyembelih putra kesayangannya nabi Ismail a.s. Yang disebut salah satu nabi terupawan setelah nabi Muhammad saw dan Nabi Yusuf (ditambahin hehehe)

Coba bayangin rasanya jadi ayah punya anak ganteng (kita ama so jisub aja cinta mati liat muka gantengnya sama badan kekernya kan) lah ini seorang ayah diperintahkan Allah untuk menyembelih anak kesayangannya. Dan dia lakukan dengan ikhlas karena merupakan perintah Allah...

Apa ada Allah kasih alasan kenapa harus disembelih? Ga ada.
Intinya sembelih. Titik.

Sekarang sayah pahaaam bener kenapa kenangan beliau yang bersanding di rumah Allah. Karena inti dari islam adalah ketaatan  dan keikhlasan atas perintah Allah.

Disuruh ya lakukan..

Memang benar ko semua amal ibadah nantinya akan ditimbang tapi jangan sampai timbangan kita jadi berat ke kiri hanya karena idealisme. Waktu kita di dunia ini bagaikan persinggahan kita di airport saat nunggu connecting flight. Mau sebagus apapun itu airport still its just an airport..

Akan ada waktunya saat Allah bilang "Boarding time Niken, waktunya pulang, your next destination awaits you"

Sudah siapkah kita bertemu sang pencipta dan mempertanggung jawabkan semua?

All of our lives kita didoktrin sama media untuk mengikuti trend terbaru, tas terbaru, parfume terbaru, sepatu terbaru. Dan kita pasrah dan ridho mengeluarkan uang untuk mengikuti doktrin dunia tersebut.

Sementara saat didoktrin Alquran sibuk gembar gembor freedom of act dll. Trust me i know how human rights works. Itu cuma ciptaan manusia. Pelaksanaannya 0 besar. I wasted 2 years of my life ambil master degree in human rights law di salah satu negara yang jadi kiblat HAM, yang pada akhirnya saya sadari 0 besar aplikasinya. Geneve convention yang bisa bikin orang pingsan kalo kepalanya ditimpuk pake tu diktat, ga berguna sama sekali.

Berapa banyak innocent people or civilians yang mati sia sia di syria? Mana PBB yang bikin GC?

Manaa orang orang yg gembar gembor freedom of act? Freedom of religion?

Why the world just standing by? Sungguh sayah yang bodoh ini gagal paham.

I waste my time and my money buat kuliah itu (mana sambil kerja di pabrik dvd buat bisa bantu ortu nambah bayar kuliah, you guys dont know how it feels saat puasa harus ngepack DVD porno in 3D {who would watch porn in 3D anyway?})

And now I'm at some point yang bener bener benci sama kata kata human rights karena cuma teori semata tanpa aplikasi nyata. Janji dan jaminan manusia itu bisa diingkari, tuh buktinya yg bilang freedom of life pada mingkem liat anak anak meninggal di syria, tapi janji Allah adalah benar. ❤️

Semoga kita sama sama bisa berfikir jauh sebelum bertindak. Karena sesungguhnya islam merupakan agama bagi orang orang yang berfikir ❤️

QS. 10:100. Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

Happy Tuesday 🦋
Niken Oktaviani